TABAYYUN KEPADA UMAT HINDU TENTANG TAHLIL & UPACARA KEMATIAN UMAT HINDU

Posted: Mei 30, 2015 in STOP MENUDUH BID'AH !!
Tag:, ,

Pemakaman Raja Arab

Pada hari Senin kemarin nenek dari temen saya pak Wayan Suharjana yg tinggal di Batu Bulan Gianyar bali meninggal dunia. Ada yg menarik dan menggelitik dihati saya untuk bertanya Seputar ritual apa saja yg dilakukan jika ada orang Hindu meninggal.

Orang Hindu bila meninggal bagi yg kaya maka akan lgsg di ngaben (dibakar) jasadnya, namun bila belum ada biaya maka akan di kubur dulu. Prosesi menguburkan mayit ala Hindu pun terkesan unik, saat akan menghantar jenazah maka di iringi dengan musik khas Bali dan ada yang joget pula. Jenazah di kubur tanpa ada proses apapun,tidak di adzani dan qomat pun tidak di talqin. (Sama kaya kaum wahabi).

Dan ritual selanjutnya pada malam pertama sampe hari ketiga, para sanak dan tetangga berkumpul dirumah orang yg meninggal. Lalu apa yg mereka kerjakan?

Menurut cerita pak wayan, adat Hindu mereka berkumpul untuk maen kartu minum dan mabok-mabok an. (Jadi tidak ada Tahlilan dan yasinan sebagaimana tuduhan kaum wahabi, jika Tahlilan adlah budaya Hindu)

Kenapa org Hindu jika meninggal tidak di doakan?

Ini jawaban dari org tua angkat saya Mangku Ida Bagus Tenaya Dan pak Wayan Suharjana. Orang Hindu yang meninggal maka berarti dia Moksa ke Nirwana dan otomatis menjadi Dewa dan Dewa pasti disurga Jadi untuk apa di doakan?

(Persis kaum wahabi yg jika ada yang meninggal tidak yang mendoakannya, bahkan mereka bilang doa yang hidup tidak sampe ke mayit)

Saya pun bertanya lg, apakah ada ritual tertentu dihari tertentu misal pada hari ke 1-7,40,100 dan 1000 hari?

Jawaban mereka sama,tidak ada ritual apapun.

Karena bagi umat Hindu jika meninggal pasti jadi dewa, jadi tidak perlu ada ritual apapun.

Jadi tuduhan kaum Wahabi yg mengatakan bahwa acara Tahlilan 1-7,40,100 dan 1000 hari adalah bohong dan fitnah belaka.
Justru merekalah yg meniru org Hindu.
Tidak ada adzan dan iqomat
Tidak ada talqin
Dan tidak ada mendoakan mayit setelah di kubur.

Wallaahu a’lam bisshowab

Semoga bermanfaat.

By_Uciha Munawi

28-mei-2015

Kintamani -Bali

Tabayyun kepada Orang Hindu Suku Tengger – Semeru (Jawa Timur)

Kisah ini di tuturkan secara langsung oleh KH. Abdi Kurnia Johan, berikut infonya :

Ritual Tahlil dari Hindu adalah Bohong

Sejak malam sampai pagi ini, saya diantar Pak Oka–supir jeep kawasan Bromo–keliling kawasan Bromo dan Tengger. Dalam perjalanan ke Ngadisari, saya iseng bertanya seputar tradisi Hindu Tengger yang merupakan suku Jawa Hindu yang masih tersisa hingga kini. Pak Oka sendiri beragama Hindu Tengger.

Saya : ” pak, di agama Hindu ada ga tradisi 3 hari, 7 hari, 40 hari dan satu tahun mengenang kematian?
Pak Oka : oh, itu ga ada pak. Kalo niga hari dan nujuh hari itu tradisi Islam. Kalo orang Hindu itu peringati kematian atau katakan selametan kematian itu pas berbarengan sama hajatan.

Saya : ” lho, jadi kalo ada yang meninggal gimana ritualnya?”

Pak Oka: ya, langsung kubur aja. Doanya di Pura”

Mendengar penjelasan Pak Oka, saya jadi bingung. Orang Hindu Tengger menganggap tradisi 3 hari, 7 hari dan 40 hari itu tradisi Islam. Nah sedangkan, sebagian orang islam menuduh tradisi 3,7 dan 40 hari itu tradisi Hindu…?

Ini siapa yang bohong sebenarnya?

Komentar
  1. جهاد عبد القادر mengatakan:

    ADA BUGUSNYA KALAU PENELITIAN INI DI KEMBANGKAN SEHINGGA MENCAPAI DERAJAT YAQIN. KAMI 12 TAHUN DI TIMUR TENGAH, SERING KALI IKUT MENGUBUR JENZAH, TERNYATA TIDAK DI TEMUKAN ADANYA MENINGGALKAN QOMAT SEWAKTU MENGUBUR JENZAH. jADI DALAM MEMBERI WAWASAN KEPADA UMMAT, KITA DAN KOPLIT GITU . . ? APALAGI DI SEKITAR KAMPUNG SAYA “MAAF” UMMAT NAHDIYYIIN BANYAK YANG BERWASIAT TAHLIL TETAPI TIDAK BERWASIAT SHOLAT. (TAHLIL SUDAH MENGALAHKAN SHOLAT DAN DAH MENJADI DOKTRIN) NAU’UDZU BILLAH

    • Anis mengatakan:

      Saya sering sekali menemui pendapat bahwa nahdliyin seperti melebihkan tahlilan di atas segala-galanya. Bahkan jika merujuk pendapat antum, melebihi wasiat akan salat. Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah tindakan tersebut memang merupakan wasiatnya kalangan nahdliyin atau orangnya saja yang terikut hawa nafsu sendiri sehingga memelintir ajaran untuk kepentingan pribadi?
      Mohon keduanya dibedakan terlebih dulu sebab saya juga menjumpai, bahkan alhamdulillah juga dikelilingi, oleh kalangan nahdliyin yang tidak seperti yang antum sebutkan tadi🙂

      Jika memang salat kemudian diabaikan, maka antum juga punya kewajiban untuk mengingatkan mengenai hal tersebut, tentunya bii ihsan. Namun mengenai tahlilannya sendiri silakan membuka-buka lagi beragam penjelasan yang dimiliki nahdliyin. Tak perlu jauh-jauh, di blog ini juga sudah ada banyak penjelasannya. Antum cukup mengetik kata ‘tahlil’ di bagian Search this site.

      Syukron🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s