KEBOHONGAN ABD. AZIZ (UST. SALAFY) TENTANG TAHLIL DIBONGKAR OLEH PEMELUK HINDU

Posted: Juni 19, 2015 in MADZHAB & KHILAFIYAH, STOP MENUDUH BID'AH !!, TAFSIR & QOUL ULAMA
Tag:

Tahlil dari Hindu menurut Salafy

Sesungguhnya perihal Acara Tahlil ini telah termaktub dalam kitab-kitab para ulama & muhaddits Islam (baca di bawah), tetapi anehnya para Salafy lebih mengimani & mempercayai kitab agama Hindu. Alhamdulillah Allah telah tampakkan kebenaran yang nyata bahwa di dalam kitab-kitab Hindu tak ada sedikitpun bahasan seperti yang mereka tuduhkan, bahkan para umat Hindu pun membantahnya sendiri. Maka Inilah fitnah mereka yang kejam terhadap kami, hingga Allah tunjukkan bahwa bukti-bukti yang mereka tuduhkan adalah kebohongan besar.

Sebagian besar mereka (Salafy-Wahabi) mengutip bahwa acara “tahlil” ini di adaptasi dari agama Hindu bersumber dari satu orang yang “katanya” pernah memeluk agama Hindu yaitu “Abdul Aziz”, dan meluaslah diteruskan tanpa mengecek langsung akan kebenarannya yang sesungguhnya.

Dan ingatlah perintah dan peringatan Allah kepada orang-orang yang beriman, tentang sikap yang seharusnya mereka lakukan akan berita-berita yang datang kepada kita, Allah berfirman

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (الحجرات : 6)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al Hujurat 6).

Videonya bisa anda lihat disini

************** MENGGUGAT KESAKSIAN USTADZ “IDA BAGUS” ABDUL AZIZ ***************

Tahlil dari Hindu katanya

Dikutip dalam Portal Hindu disini http://portalhindu.com/2011/10/19/menggugat-kesaksian-ustadz-‘’ida-bagus’’-abdul-aziz-2

* Menurut Ust Salafy (Abdul Aziz):

Panca Yajna: Upacara Selamatan?

Melakukan selamatan ini adalah wajib hukumnya di dalam Agama Hindu. Contoh selamatan pada hari kematian, acaranya berlangsung pada hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan nyewu (hari ke-1000).

”Kalau tidak punya uang untuk melaksanakan selamatan, wajib utang kepada tetangga. (jamaah tertawa). Sebab bila keluarga yang meninggal tidak diselamatin, rohnya akan gentayangan, menjelma menjadi hewan, binatang, bersemayam di keris dan jimat, dll. Makanya pohon-pohon diberi sarung, dan pada setiap hari Sukra Umanis jimat dan keris diberi minum kopi. Sedangkan yang melaksanakan selamatan, dapat tiket langsung masuk surga. Di dalam Islam tidak ada selamatan-selamatan, tetapi yang ada adalah sedekoh. Sedekoh punya kelebihan dari selamatan yakni memberikan sedekoh ketika kita punya kelebihan yang biasanya dilakukan pada menjelang bulan puasa. Jadi bukan hasil utang.”

#Tanggapan Penulis.

Sejak SD saya belajar agama Hindu, sampai sekarang Panca Yajna itu artinya lima korban suci. Bahkan di dalam Kitab Bhagawad Gita, yajna berarti bakti, pengabdian, persembahan dan kurban (sedekah) yang dilakukan dengan tulus iklas (hati suci). Bukan berharap untung yang lebih besar kepada Tuhan dari sedekoh yang kecil kepada manusia. Jadi Panca Yajnya itu adalah berbakti (sujud) kepada Tuhan (Dewa Yajna), bakti kepada orang suci (Rsi Yajna), berbakti kepada leluhur (pitra yajna), melayani (berderma) kepada sesama (manusa yajna) dan bersedekah kepada bahluk bawahan (butha yajna). Tidak ada saya jumpai arti Panca Yajna adalah lima upacara selamatan dan wajib ngutang, seperti kitab yang dibaca Ustadz Abdul Aziz.

Istilah SELAMATAN TIDAK ADA DI DALAM HINDU, APALAGI SELAMATAN KEMATIAN, Adapun rangkaian upacara kematian di dalam Hindu seperti nelun, ngaben, ngeroras (memukur) dll. pada intinya merupakan penyucian sang jiwa dari unsur badan fisik, mendoakan agar perjalanan sang jiwa tidak mendapatkan halangan, memperoleh ketenangan dan kedamaian di alam pitra. (Kitab Asvalayana Griha Sutra). Masalah dia (sang jiwa) mendapat tiket ke sorga atau akan masuk neraka, tergantung dari bekal karmanya. Yang jelas sangat tidak ditentukan oleh acara selamatan.

* ABDUL AZIZ :

Kedua. Di dalam agama Hindu, dalam memberangkatkan mayat ada tradisi trobosan yakni berjalan menerobos di bawah keranda mayat, sebagai wujud bhakti kepada orang tua yang meninggal. Dan ketika mayat ditandu ke kuburan, di sepanjang jalan dipayungi. Apakah mayatnya kepanasan? Belum pernah mati kok tahu mayat kepanasan. Di Islam

acara-acara semacam itu tidak ada dasar hukumnya baik di hayat maupun hadist.

#Tanggapan Penulis.

Dengan tanpa bermaksud merendahkan kemampuan sosok Ustadz Abdul Aziz di bidang agama, namun perlu saya sampaikan bahwa rangkaian acara satu hari, 3, 7, 40, 100 dan nyewu, menurut hemat saya adalah tradisi di dalam kehidupan beragama dengan berbagai tujuan dan motivasinya. Misalnya ‘’Tradisi Nyewu di Yogyakarta’’ yang pernah dimuat di Media Hindu. TOLONG DIBEDAKAN ANTARA AGAMA & TRADISI.

Penulis: Sisya Grya Taman Narmada,

Lombok Barat.

HP. 081917180160

****************** TANGGAPAN DARI UMAT HINDU ******************

Sudah di bahas diberbagai diskusi :

1. SI abdul aziz bukan orang bali karna menyebut setra saja berulangkali salah dia sebut SEKRA. Orang bali nggk bakalan salah dalam hal ini
2. Menyebut Yoga yang dia maksud juga salah kaprah, apalagi menyebut tooh2 yoga.
3. Mengaku sarjana agama hindu koq yang diserang Banten saiban yang lebih banyak adat bali bukan ajaran Hindu?

Tanggapan kebohongan Abd. Aziz dari Umat Hindu langsung bisa anda baca disini

********************** BERITA PENANGKAPAN ABDUL AZIZ ************************

Abd. Aziz, ustadz hindu wahaby, meminta ma’af pada seluruh warga NU karena TAUSIAHNYA telah menjelek-jelekan orang NU di Masjid Bina Patra Cepu kemarin, ia telah mengakui kesalahannya dalam menafsiri Al Qur’an & hadits.. Itu pengakukannya di hadapan Rohmatulloh Muhammad Iwan Sa’dulloh Pimp. Kru Sarkub FM Bojonegoro (yang kiri)

Menemui langsung Abd. Aziz, ustadz Hindu wahaby, meminta ma’af pada seluruh warga NU karena TAUSIAHNYA telah menjelek-jelekan orang NU di Masjid Bina Patra Cepu kemarin, ia telah mengakui kesalahannya dalam menafsiri Al Qur’an & hadits.. Itu pengakukannya di hadapan Rohmatulloh Muhammad Iwan Sa’dulloh Pimp. Kru Sarkub FM Bojonegoro (yang kiri)

Abd. Aziz (mantan hindu), Ustad Wahabi Provokator Ditangkap Polisi

Ust. Abdul Aziz (yang mengaku mantan pendeta Hindu) tadi malam tanggal 16 November 2011, ia ditahan di Mapolres Kulonprogo Jogjakarta, setelah mengisi ceramah yang berisi “adu domba” di Masjid Agung Wates Kulon Progo. Acara tersebut diselenggarakan oleh HTI.

Sebelumnya pihak banser meminta ke aparat kepolisian kalau nanti si abdul aziz ceramah menyinggung amaliah-amaliah NU minta agar di turunkan dari podium kalau tidak bersedia, kami dari pihak banser akan menurunkan secara halus, kalau tidak bisa ya terpaksa pakai cara kasar. Kayaknya si abdul sudah tahu kalau ditunggu banyak banser ansor dan para santri, jadi ceramahnya landai-landai saja.

Tapi yang tidak terima adalah pendeta hindu karena menjelek-jelekan agama hindu, terus ketika pulang ceramah ia digiring oleh polisi ke mapolres. Lha di situ dari pihak NU, MUI, Pendeta Hindu disuruh memberi tanggapan tentang isi pengajian si abdul aziz.

Selanjutnya soal cerita kebohongannya, waktu di mapolres ditanya nama ayahnya, katanya bernama ketut blablabla padahal tadi waktu ceramah bilang ayahnya bernama made blablabla. Menurut pendeta yang ikut menyergap, kasta brahmana tidak ada yang bernama ketut yang tadi di ceramahnya mengaku kasta brahmana. Terus ditanya ayahnya belajar agama hindu di pure mana? ia menjawab belajar di lumajang pure A. Pak Kapolres yang asli Lumajang tahu kalau pure itu belum lama dibangun… bohong lagi deh.. Waktu ceramah ia bilang katanya puasa 7 hari 7amalam membaca mantra blablabla, ternyata kata pak pendeta itu mantra yang dibaca dul aziz itu salah…bohong lagi.. Ketika ditanya KTP, katanya tidak punya KTP juga, sampai pak kapolres agak emosi memukul meja.

Kemudian dari pihak NU di mapolres menunjukan CD dan menerangkan bahwa si abdul itu menghina ibu Sinta Nuriyah (istri Gus Dur) dan memusyrikan amalan-amalan warga NU.

Ya begitulah kelihatanya menyeru takbir, kalimat tauhid dan mengklaim paling mengikuti sunnah, ternyata cuma akal busuk & tukang bohong dalam berdakwah menghalalkan segala cara untuk mencari pengikut.

(Source: Liputan Tim Sarkub Kulon Progo: Bloodstone Jawa )

ACARA 3 HARI, 7 HARI TELAH ADA DI MASA GENERASI SALAF YAITU SAHABAT NABI SAW

فلما احتضرعمر أمر صهيبا أن يصلي بالناس ثلاثة أيام ، وأمر أن يجعل للناس طعام فيطعموا حتى يستخلفوا إنسانا ، فلما رجعوا من الجنازة جئ بالطعام ووضعت الموائد، فأمسك الناس عنها للحزن الذي هم فيه ، فقال العباس بن عبد المطلب : أيها الناس !، إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قد مات فأكلنا بعده وشربنا ومات أبو بكر فأكلنا بعده وشربنا وإنه لابد من الاجل فكلوا من هذا الطعام ، ثم مد العباس يده فأكل ومد الناس أيديهم فأكلوا

Ketika Umar ra terluka sebelum wafatnya, ia memerintahkan pada Shuhaib untuk memimpin shalat, dan memberi makan para tamu selama 3 hari hingga mereka memilih seseorang, maka ketika hidangan – hidangan ditaruhkan, orang – orang tak mau makan karena sedihnya, maka berkatalah Abbas bin Abdul Muttalib ra : Wahai hadirin.., sungguh telah wafat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abubakar ra dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang mesti, maka makanlah makanan ini..!”, lalu beliau ra mengulurkan tangannya dan makan, maka orang – orang pun mengulurkan tangannya masing – masing dan makan.  (Al Fawaidussyahiir Li Abi Bakar Assyafii juz 1 hal 288, Kanzul ummaal fii sunanil aqwaal wal af’al Juz 13 hal 309, Thabaqatul Kubra Li Ibn Sa’d Juz 4 hal 29, Tarikh Dimasyq juz 26 hal 373, Al Makrifah wattaarikh Juz 1 hal 110)

Acara Tahlil telah dilakukan di masa Sahabat Nabi, sebagaimana termaktub dlm kitab “Al-Hawi lil Fatawi” karya Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi jilid 2 halaman 178 sebagai berikut:
قال الامام أحمد بن حنبل رضي الله عنه فى كتاب الزهد له : حدثنا هاشم بن القاسم قال: حدثنا الأشجعى عن سفيان قال
قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام , قال الحافظ أبو نعيم فى الجنة: حدثنا أبو بكر بن مالك حدثنا عبد الله بن أحمد بن حنبل حدثنا أبى حدثنا هاشم بن القاسم حدثنا الأشجعى عن سفيان قال: قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام

Artinya:
“Telah berkata Imam Ahmad bin Hanbal radhiyallaah ‘anhu di dalam kitabnya yang menerangkan tentang kitab zuhud: Telah menceritakan kepadaku Hasyim bin Qasim sambil berkata: Telah menceritakan kepadaku al-Asyja’i dari Sufyan sambil berkata: Telah berkata Imam Thawus (ulama besar zaman Tabi’in, wafat kira-kira tahun 110 H / 729 M): Sesungguhnya orang-orang yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahkan bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-orang yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut.

Telah berkata al-Hafiz Abu Nu’aim di dalam kitab Al-Jannah: Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Malik, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepadaku Ubay, telah menceritakan kepadaku Hasyim bin al-Qasim, telah menceritakan kepadaku al-Asyja’i dari Sufyan sambil berkata: Telah berkata Imam Thawus: Sesungguhnya orang-orang yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahkan bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-orang yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut.”

Selain itu, di dalam kitab yang sama jilid 2 halaman 194 diterangkan sebagai berikut:
ان سنة الاطعام سبعة أيام بلغنى أنهامستمر الى الأن بمكة و المدينة فالظاهر أنها لم تترك من عهد الصحابة الى الأن و انهم أخذوها خلفا عن سلف الى الصدر الأول

Artinya:
“Sesungguhnya, kesunnahan memberikan sedekah makanan selama tujuh hari merupakan perbuatan yang tetap berlaku sampai sekarang (yaitu masa Imam Suyuthi abad ke-9 H) di Mekkah dan Madinah. Yang jelas kebiasaan tersebut tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat sampai sekarang, dan tradisi tersebut diambil dari ulama salaf sejak generasi pertama, yaitu sahabat.”

ANJURAN MENGIKUTI AMAL SAHABAT ADALAH PERINTAH ALLAH & NABI MUHAMMAD SAW

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka jannah-jannah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)

Al-Imam Asy-Syaukani berkata: “Makna kalimat “(dan orang orang yang mengikuti mereka”) adalah orang-orang yang mengikuti generasi pertama dari kalangan Muhajirin dan Anshar yaitu orang-orang yang datang belakangan, baik dari kalangan para shahabat (yakni yang datang setelah Fathu Makkah), maupun yang setelah mereka sampai hari kiamat.” (Fathul Qadir, juz 2 hal. 398 )

وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةًً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوْا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ (رواه الترمذي)

“… dan akan terpecah umatku kepada 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.” Mereka (shahabat) bertanya, “siapakah itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang aku dan para shahabatku berada di atasnya” (yang mengikuti jalanku dan para shahabatku-red) (HR. Tirmidzi).

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ.

Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in).”(HR. Bukhori- Muslim)

Siapa saja yang mencari teladan, teladanilah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena merekalah orang yang paling baik hatinya diantara umat ini, paling mendalam ilmu agamanya, umat yang paling sedikit dalam berlebihan-lebihan, paling lurus bimbingannya, paling baik keadaannya. Allah telah memilih mereka untuk mendampingi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menegakkan agama-Nya. Kenalilah keutamaan mereka, dan ikutilah jalan mereka (Sahabat). Karena mereka semua berada pada shiratal mustaqim (jalan yang lurus)” (Tafsir Al Qurthubi, 1/60).

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata: “…Kami tidak akan tersesat selama kami tetap berpegang teguh dengan atsar (Pen: Perkataan ataupun perbuatan yang disandarkan kepada Sahabat ataupun Tabiin).” (lihat Da’a’im Minhaj Nubuwwah, hal. 46)

Abdullah bin Mas’ud ketika menggambarkan tentang para shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Sesungguhnya Allah melihat hati para hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala melihat hati Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik hati para hamba, maka
dipilih untuk diri-Nya dan Dia utus membawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati-hati para hamba setelah hati Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam , maka Allah melihat hati-hati para shahabatnya adalah sebaik-baik hati para hamba, maka Allah jadikan mereka sebagai pendukung-pendukungnya, berperang membela agamanya. Maka apa yang dilihat oleh kaum muslimin itu sebagai kebaikan, maka di sisi Allah adalah baik.
Dan apa yang dilihat oleh mereka sebagai kejelekan maka di sisi Allah adalah jelek pula.

( Al-Albani berkata: Hadits ini shahih secara mauquf, diriwayatkan oleh AthThayalisi,
Ahmad dan lain-lainnya dengan sanad yang hasan. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata, “Para ulama kita dahulu senantiasa mengatakan: Apabila seseorang itu berada di atas atsar, maka itu artinya dia berada di atas jalan yang benar.” (lihat Da’a’im Minhaj Nubuwwah, hal. 47).

Imam Ahmad dalam  kitab “Ushulus Sunnah” dalam permulaan kitabnya :

Pokok-pokok sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan sesuatu yang para sahabat Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam berada diatasnya dan mengikuti mereka”.

Imam Abu Hatim Ar Razi Rah.a berkata: “Di antara ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar!”  (Ashlu Sunnah hal 24.).

Jadi Siapakah Pengikut Generasi Salaf Sesungguhnya ???

Baca Juga :

Komentar
  1. Supra Wikno mengatakan:

    kok dalilnya yang terbanyak dari ulama ya, yang dari sunah nabi dikit pusing juga jadinya

    • huny mengatakan:

      Makanya ms,kl nggak pengin pusing,bljr agamny jgn bru skrg.dalil para ulama jg bersumber dr alquran& hadist.lha apkh itu bkn trmsk dr nabi jg?yg bersumber dr allah.lbh baik ny tdk usah mengomentari yg memang bkn kapasitas.kl memang tdk faham lbh baik tak usah berkomentar.bila menurut anda baik silahkn kerjakan,jika tdk ya ta usah.

      • Aryoko mengatakan:

        “Dalil para ulama jg bersumber dr alquran& hadist.” ….????
        Dalil dari Ulama. Berarti ulama bisa bikin dalil sendiri sesuai seleranya ya walaupun bersumber Al Qur’an dan Hadist Kalau begitu besok anda sendiri bikin dalil dari AL Qur’an & Hadist, menghalalkan ini itu….. Dalil itu hanya dari Alloh dan Rosulnya, Kalau ulama hanya menafsirkan saja. Makanya banyak amalan yang jelas aturannya karena tiap orang yang mengaku ulama/kiyai atau lainnya bikin kitab sendiri (kitab a,b,c dst ) lalu diajarkan ke muridnya
        Soal Abdul Azis dinilai provokatif itu urusan lain biarlah Polisi yang menangani

    • olads mengatakan:

      maksud nya dalil para ulama adalah dalil yang di gunakan oleh para ulama, bukan ulama bikin dalil,…mana bisa,

      karena arti makna dan faham perlu referensi dari ayat dan hadits, dan ulama yg disebut diatas adalah para Imam Mahzab yg bersumber darti Alqur’an dan Hadits, mereka disebut Ulama Jumhur yang Mahzab nya di gunakan oleh ulama-ulama setelah nya sampai skrg,

      Dalil Alqur’an dan hadits itu tidak bisa di baca di artikan secara langsung, perlu ilmu-ilmu pendukung untuk memahami makna nya, dari itu para ulama Mahzab mereka secara hukum telah memenuhi dalam syarat syarat untuk mencapai pemahaman dg ilmu nya, maka disebutlah pemahaman itu sebagai FIQIH sebagai kitab panduan yg sdh matang siap diamalkan oleh umat, jadi umat gak perlu ribet harus belajar dari awal seperti ulama, tingal pakai saja sesuai kemampuan kita,

      sebagai mana ada Mahzab Imam Maliki, imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Syafi’i, ke empat Imam inilah yang terkenal Mahzab nya dalam Kitab Fiqih, yang di gunakan oleh para ulama sesudah nya, sebagai panduan untuk mengajarkan kepada umat.

  2. Abu iffah mengatakan:

    DALIL TAHLILAN

    قال الشوكاتى العادة الجارية فى البلدان من الإجتماع فى المساجد لتلاوة القرآن على الأموات وكذالك فى البيوت وسائر الإجتماع التى لم ترد فى الشرئعة ان كانت خالية عن معصية فهى جائزة لأنّ الإجتماع ليس بمحرّم فى نفسه لا سيّما لتحصيل طاعة كالتلاوة ونحوها ولا يقدح فى ذلك كون تلك التلاوة مجعولة للميّت فقد ورد جنس التلاوة من الجماعة المجتمعين كما فى حديث إقرؤا يّس على موتا كم وهو حديث حسن ولا فرق بين تلاوة يـس من الجماعة الحاضرين عند الميّت أو على قبره وبين تلاوة جميع القرآن أو بعضه لميّت فى مسجد أو بيته

    “Telah berkata Imam Syaukani, bahwa adat kebiasaan yang berlaku dibeberapa negeri mengenai berkumpul di dalam masjid-masjid untuk membaca Qur’an atas segala orang yang meninggal dunia, demikian juga di-rumah-rumah dan semua perhimpunan yang tidak terdapat pada syari’at, jika ia sunyi dari ma’siat, maka itu boleh, karena berkumpul itu pada dirinya tidak diharamkan. Apalagi untuk menghasilkan taat seperti bacaan dan sejenisnya dan tidak menjadi tercela keadaan bacaan itu dijadikan untuk mayit; maka sesungguhnya terdapat di dalam syari’at jenis bacaan dari pada jamaah yang berkumpul, seperti pada hadits “Iqrauu Yasin’ala mautaakum”. Hadits ini hasan. Dan tidak ada bedanya diantara bacaan Yasin dari para jamaah yang hadir di sisi mayit, atau diatas kuburnya; dan tidak berbeda pula diantara membaca semua ayat Al-Qur’an atau setengah-nya bagi mayit dimasjid atau di rumahnya”.
    { Al-Syaukani, Muhammad bin Ali, Irsyadus-Saiel Ila Dalailil Masaiel, 46}

    Shadaqah Dalam Bentuk Makanan

    Sering dan hampir setiap hari kita mengikuti upacara-upacara selamatan (tahlil dan sebagainya) yang sudah menjadi kebiasaan di negara kita, bahkan juga dinegara-negara (Islam) lainnya di dunia ini. Pada umumnya upacara-upacara semacam itu diakhiri dengan menghidangkan makanan-makanan ala-kadarnya dalam bentuk yang bermacam-macam. Adakah hal ini dibolehkan oleh syari’at agama Islam? Dibawah ini penulis berikan jawabnya dengan menunjukkan beberapa buah hadits sebagai berikut :
    Hadits I :

    عن عبد الله بن عمر وأنّ العاص بن وائل نذر فى الجاهليّة أن ينحر مائة بدنة وأنّ هشام بن العاص نحر حصّته خمسين وأنّ عمرا يسأل النّبيّ صلى الله عليه وسلّم من ذلك فقال أمّا أبوك فلو أقرّ بالتّوحيد غصمت أو تصدّقت عنه نفعه ذلك
    “Dari Abdillah bin Amr, bahwa Ash bin Wail (yaitu ayahnya Amr) telah bernadzar pada zaman jahiliah akan menyembelih 100 unta, dan bahwa Hisyam bin ‘Ash (yaitu saudaranya Amr) telah memotong bagiannya 50 unta, dan bahwa Amr (yaitu ayah Abdillah) bertanya kepada Nabi saw. tentang hal itu, maka bersabda Nabi saw : “Adapun ayahmu jika mengaku dengan tauhid (yakni beriman); maka berpuasa engkau atau bershada¬qah untuk dia, niscaya menjadi manfaat yang dernikian itu bagi ayahmu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad). { Al-Arabi, Muhammad, Is’aful Muslimin Wal Muslimat, Jeddah, Al fatah, t.t, 76.}

    Hadits II :
    أخرج الإمام أحمد بن حنبل فى كتاب الزهد حدّثنا هاشم بن القاشم جدّثنا الأشجعى عن سفيان قال قال طاووس إنّ الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبّون أن يطعموا تلك الأيّام

    ‘Telah meriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal didalam kitab AZZUHD, telah menceriterakan kepada kami, Hasyim bin Qasim, ia berkata, telah menceriterakan kepada kami, Al-Asyja’ie dari Sufyan, ia berkata, te¬lah berkata Thowus : “Bahwasanya orang-orang yang te¬lah meninggal dunia itu difitnah(mendapat pertanyaan dari malaikat Mukar dan Nakir) dalam kuburnya selama 7 hari, maka adalah mereka itu (shahabat-shahabat) membaguskan akan shadaqah makanan untuk orang-orang yang telah meninggal dunia itu selama hari-hari tersebut. { Al-Sayuthi, Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar, Al-Hawi lil Fatawa, juz II. Mesir, Al Qudsi, 1351 H, 370-37}.

    Di dalam kitab FATAWA-QUBRA, Ibnu Hajar telah menyebutkan sebagai berikut :

    إذالإطعام عن الميّت صدقة وهي تسنّ عنه إجمعا

    “Karena bershadaah makanan untuk mayit disunnahkan dengan ijma’.{ Al-Haitami, Al Fatawal Kubro, Juz II, 31.}

    • aa mengatakan:

      Astaghfirullohal’adziim…
      pernahkah Rosululloh Sholallohu’alaihiwasallam membuat acara tahlilan ketika (khotijah) istrinya meninggal,ketika putrinya meninggal(zainab,ruqayah,umu kultsum)???
      kalaupun itu pernah dicontohkan Rosululloh Sholallohu’alaihiwasallam sudah pasti akan ada hadis shohih yg menerangkan.
      Janganlah anda mengambil hadis yg asal usulnya dhongif..(yg meriwayatkan tidak terpercaya)
      sepanjang saya belajar mustholah hadis tak pernah pun menemukan dalil yang shohih!”
      semua amal nanti akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

      • Muhammad Arsyad mengatakan:

        Maaf, saya rasa istilah ‘dhongif’ tidak ada dalam Ilmu Mustholahul Hadits!

      • haytsam mengatakan:

        klo ga ada dalil buat anda jangan dilakukan…klo gda larangan buat melakukan jg jgn dilarang..kan beres n gsah dibikin masalah.

  3. iskandar mengatakan:

    Izin Share.

  4. nawirotom mengatakan:

    harusnya bersikap adil dengan juga menghadirkan dalil-dalil yang melarang tahlilan yang biasa diadakan di kalangan nahdliyyin

    • Heri Suharmani mengatakan:

      dalil larangan tahlilan ? hehehe …. yg jelas Rasulullah nggak pernah melakukannya ketika istri maupun anak beliau meninggal, begitu juga para shahabat tidak pernah melakukannya ketika Rasulullah ataupun keuarga para shahabt meninggal !!!

      • Taufik mengatakan:

        Al-qur’an Al-Hadits Ijma dan qiyas SUMBER HUKUM ISLAM
        AHLUSSUNAH WALJAMAAH terimakasih🙂

      • haytsam mengatakan:

        klo ga ada dalil buat anda jangan dilakukan.kan beres.

      • kanjeng ngelmu mengatakan:

        Akibat merasa paling bener antara nu vs wahabi.muhammadiah
        mta hti.salafi.persis
        al ir syad
        ldii.jamaah qur an hadits.dll…kesimpulannya tdk ada yg salah semua sunni dan musuh sunni adalah syiah imamiah rafidhoh.ismailiyah.ahmadiah atheis komunis.yahudi musrikin…dll…monggo belajar ngaji ben ora keblinger ngaji quran hadits bakal mulyo…

  5. Sayyed EP mengatakan:

    wahabi kan kopipaster tanpa sanad.
    adalah duri bagi Islam Indonesia

    wah masalah kek gini emang gak akan habis. setelah hindu tar syiah, terus kafir. hebat banget WAHABISASION ini.

    mirip yang terjadi pada masa awal dimana sempalan Khowarij berkembang.. apakah memang wahabi mengadopsi NEO KHOWARIJ “Klihatannya benar tapi salah TAFSIR alias menipu AWAM”
    SALAM SAYYED

    izin nitip Oleh-oleh :
    KeBaikan Sufi Awam = Dosa Para Shalihin ??? Mendekap Sang Rindu : Malaikat Cuti Libur ?! Penikmat Dosa yang Samar

  6. Bas mengatakan:

    Menurut saya tidak perlu ada pihak yang disalahkan baik itu yang diberi label wahabi atau apapun juga. Selama Rasulullah memberikan contoh atau memerintahkan sesuatu maka itulah sunnah. Jadi jika wahabi mencontoh Rasulullah maka ikutilah cara itu. Sebaliknya jika wahabi tidak mengikuti cara Rasulullah maka tinggalkanlah itu. Sepertinya dalam penjelasan panjang lebar dari penulis di blog ini, tidak ada contoh dari Rasulullah bahwa beliau mengadakan upacara kematian 3 hari, 7 hari dan seterusnya. Jadi pelaksanaan upacara seperti itu adalah dosa. Dan menurut Rasulullah setiap perbuatan yang bukan berasal darinya maka akan tertolak dan bagi yang melakukannya tempatnya di neraka. Nauzubillah min zalik. Buat apa kita memaksakan pendapat kita jika tidak mampu kita menghadirkan bukti bahwa Rasulullah melakukan perbuatan itu. Wassalamualaikum.

    • Taufik mengatakan:

      Jangan bilang tahlilan itu dosa lah mas, dulu ketika zaman Rosul memang tidak ada yang namanya tahlilan, tapi dimana anda meletakkan Ijma dan Qiyas ??? Kalo Rosul dulu gak tahlilan, dan dulu juga Rosul tidak memakai Handphone, berarti keduanya sama-sama dosa donk ??? Think mas Think

      • Rizal mengatakan:

        Beda bro antara tahlilan dan handpone, perkara pertanggung jawabannya yang sangat beda, dipahami lah

    • Syahied mengatakan:

      Rosul menganjurkan kita membaca kalimat tahlil, kalimat tahmid, kalimat takbir, dan kalimat tadzkir, lalu anjuran2 tersebut di kumpulkan menjadi satu yg di namakan tahlilan..

      Dan rosul pun pernah menganjurkan kita bersedekah atas nama mayit, sedekah tersebut bisa berupa materi atau berupa bacaan2 dzikir..

  7. abu yahya hadiman mengatakan:

    Sebaik baiknya perkataan adalah Alqur’an dan sebaik baiknya petunjuk adalah petunjuk nabi shallallahu alaihi wa sallam seburuk-buruk perkara adalah Bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan didalam neraka……….

  8. Anton mengatakan:

    Agar tidak terlalu militan terhadap suatu golongan/ Tokoh/ Ustad tertentu maka ada baiknya kita renungi firman Tuhan dlm surat QS, Al-Anaam (6) : 94 berikut : Sesungguhnya kamu datang kpd kami sendiri2 sebagaimana kamu kami ciptakan pd mulanya dan kamu tinggalkan dibelakang kamu apa2 yg telah kami karuniakan kpd kamu, dan kami tiada melihat besertamu pemberi “SYAFA’AT” yg kamu anggap bahwa mereka itu sekutu2 Tuhan diantara kamu. Sungguh telah terputuslah antara kamu dan telah lenyap dari pd kamu apa yg dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah) #semogabermanfaat_wassalam.

  9. Ray Mu mengatakan:

    Bagi yang yakin manfaat acara selamatan/tahlilan untuk keluarganya yang mati silahkan melakukan acara tersebut,,bagi yang yang tidak yakin manfaatnya jangan menyalahkan yang melakukan ,,,kalian kan tidak di rugikan oleh yang melakukan kenapa kalian sewott,,,,,atau mungkin kalian tercipta sebagai manusia yang cerewet/kemalan cangkem istilah jowone,,,,jadi intinya lakuin apa yang kalian yakini dan jangan hiraukan orang yang memang tak sepaham dengan kamu sepanjang tak merugikan kalian,,,lana a’maluna wa lakum a’malukum,,,

  10. ky.kersomulyono mengatakan:

    hehe..sing penting kabeh rukun le,mbok menowo ono bedo paham yo ayo bali neng Qur”an,sunnah,sing penting bab amalan nguibadah awake dewe kudu itba”kanjeng nabi…

    ==>pernahkah rosululloh mentahlilkan para mujahid yg gugur diperang badar&perang2 lainya…..?
    ==>pernahkah sahabat rosululloh mentahlilkan para mujahid yg telah gugur di medan perang?…
    pikir sendiri deh……

    mbahmu putri yo wis sare ket mau,
    pamit yo le…anak,anaku kabeh,simbah yo arep nusul hiihiiii….

  11. zainsyahri mengatakan:

    Mestinya yang jadi landasan adalah Alquran dan Sunnah yang shohih, kalau hanya merujuk pada kitab para ‘ulama, maka Islam akan menuju kehancuran…… Dalam Khotbah terakhir Rasululloh SAW yang terkenal dengan Haji Wada nya, beliau berpesan agar umatnya berpegang pada Al Quran dan Sunnahnya (yang shahih), bukan pada kitab para ‘ulama….. keblingernya para aswaja adalah karena lebih banyak berpedoman pada kitab para ‘ulama, bukan pada Al Quran dan AL Hadits…. Kembalilah pada Al Qur’an dan As Sunah (yang shohih), niscaya ummat Islam akan bersatu dan menggapai kemenangan, seperti dijanjikan Allah dalam Al Qur’an.

    • abinyawafa mengatakan:

      ini sama saja anda mengatakan ulama dahulu itu tidak pernah berpedoman kepada al qur’an dan hadist, kenapa aswaja lebih banyak berlandasan kepada para ulama dahulu, karena mereka lebih alim dan lebih memahami alqur’an dan hadist, dan perkataan2 mereka jg berpedoman dg alqur’an dan hadist, bedanya aswaja sama wahabi ya disitu, kalo ulama wahabi mereka berkoar2 mengambil ilmu langsung dr alqur’an dan hadist, merasa lebih alim dan lebih tahu dr para ulama dahulu, bahkan pendirinya pun mengatakan ulama2 dahulu itu dah kafir,jadi silahkan dipikir2 lg, jgn ngatain aswaja keblinger…..

  12. sanusi mengatakan:

    Adakah larangan mengikuti para ulama yg telah teruji…? bagai mana dg setatus hadis bahwa para ulama adalah pewaris para nabi…? prodak ulama yg bukan ulama su’ selalu merujuk pada qur’an, hadis jga amalan para sahabat.

  13. junwiro mengatakan:

    Keliatan banget orang2 yg cuma bisanya memecah belah kaum muslim profokator lu……
    Kayak paling suci dan bener sendiri, mana nyalah2in para ulama lagi, sok pinter…..
    Ngomong2in bidah, sesat lah apalah…….
    Ngertinya cuma dalil yg cma buat golongan muslim lain berang, lu pade ni tau agama cma ma golongan lu aja, katak dalam tempurung, islam itu rahmatan lil alamin, bukan cma buat lu yg ngerasa paling bener sendiri…
    Emang baca yasin salah?
    Emang sedekah salah?
    Bidah2……
    Gk usah baca quran lu, itu kn jg bidah, gk prnah ada wktu Rasulullah msih hidup, bacanya pake ranting2 poon, tulang2, ma pelepah daon sono……..
    Keyakinan yg lu anggep bener itu silahkan lu pake sendiri, gk usah jelek2in golongan lain, memecah belah kaum muslim, dosa lo lbih bnyak buat orang pda berang, orang pada musuhan padahal 1 agama. Naudzubillah…..
    Mudah2an sumuanye dapet hidayah yg bener…..
    Jngan ngerasa sok pinter, sok paling bener, gk ada yg lebih tau dan lebih benar kecuali Allah, Wallahu a’lamu bisshawaab…..

  14. meev mengatakan:

    tape asale telo di gidog di ragi,telo teko wit telo,
    lurune ojo wit tape.
    piss salam BINIKA TUNGGAL IKA

  15. centri mengatakan:

    asal-muasal kesalahan Wahabi terletak pada kaidahnya yg berbunyi jgn lakukan hal yg tdk dicontohkan oleh Nabi saw, pdhal kaidah ini salah total. Kaidah yg betul afalah kaidah yg dibangun oleh para ulama berdasarkan QS al-hasyr ayat 7 dan juga hadits sahih dalam kitab imam al-bukhari yaitu lakukan perintah dan jauhi larangan, ingat jauhi larangan Allah & Rasulnya bukan seperti kaidah wahabi yg berbunyi jghn lakukan yg tdk dicontohkan karena terlalu banyak hal2 yg tdk dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dengan kaidah wahabi seandainya anda membaca surat Maryam atau surat lainnya setelah al-kahfi pada hari jumat maka anda akan masuk neraka karena tdk ada hadits yg menganjurkan membaca surat Maryam atau lainnya pd hari jumat. Maka memang kaidah wahabi adalah kaidah bid’ah yg tdk pernah dikenal oleh para ulama ahlussunnah

  16. fikar mengatakan:

    Sesungguhnya saya bukan orang yang faham al Qur’an bahkan tidak mengerti Ilmu al Qur’an. saya pun bukan orang yang hafal al Hadits bahkan tidak mengerti ilmu al Hadits, tapi saya percaya dengan guru-guru saya yg telah mengajari saya tentang Islam, kerena saya hidup di zaman ini. Di zaman ini saya belum ketemu dengan guru yang menguasai al Qur’an dan al Hadits secara sempurna karena beliau pun dapat ilmu dari guru-guru beliau. lalu apakah sya merasa pantas untuk menghakimi padahal ilmu saya tidak seberapa? semoga manfaat.

  17. rasyidali mengatakan:

    coba fokus dulu saudara2, terlepas dari dalil mana yg benar dan salah, baca baik2 artikel ini, jika memang itu ustad aziz mau ber syiar dgn benar maka berkatalah JUJUR, tapi kenyataannya dia berbohong kan, seperti nama ayah nga syncron, nga punya KTP (itu pelanggaran loh dan ada UU nya) menjelekan suatu golongan dan bahkan agama orang. so sederhana aja, orang yg sudah berbohong kok dibela, apakah itu menjadi SOP kalian

  18. Elang mengatakan:

    Jika terjadi perselisihan,kembalilah ke Alqur’an dan As sunnah. Cek di Alqur’an atau sunnah ada tidak yg menyatakan ttg acara setelah kematian seseorang dan apakah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai teladan kita memberi contoh atau mengajarkannya pd para sahabat? Melaksanakan ibadah krn ada perintah Allah dan dicontohkan Rasulullah bukan krn tradisi.

    • generasisalaf mengatakan:

      Rasulullah saw mengajarkan untuk mengikutinya & mengikuti sahabat nabi. Acara selamatn kematian sudah ada pada generasi salaf tanpa ada pengingkaran, hanya aplikasi/ teknisnya sj yg berbeda. Silahkan di simak postingan tsb.

      Apakah anda menjamin tak pernah berbuat bid’ah??
      https://generasisalaf.wordpress.com/category/kontroversi-bidah-wahabi-salafy/

      • M.Nur A,Latef mengatakan:

        Memang ente ketemu langsung dengan Rasulluhan dan para sahabat ? ..kan kita semua ini dari guru-guru kita dan Guru-guru kita Guru-guru nya lagi dengan mengambil kitab-kitab dari Ulama terdahulu..Jadi kita belajar dari Guru dari Guru dari Guru sehingga sampai ke para Sahabat dan Sahabat dari Rasulullah, Sunnah itu terdiri dari 3 jenis..1. Yg dibuat Nabi. 2. Yg diperintah Nabi ( tapi Nabi ndak buat ). 3. Diamnya Nabi ( Sahabat yg buat tapi Nabi Diam saja yg berarti setuju/ membolehkan), Kalau yg dikerjakan Sahabat tidak boleh..pastilah Nabi melarangnya.Wassalam

  19. rolik mengatakan:

    Apakah nabi muhammad kurang sempurna dalam mengajarkan islam, sehingga anda menambah nambahkan sesuatu yg tidak di contohkan dari beliau.

  20. oe'oet mengatakan:

    Assalamualaikum, semoga Allah selalu merahmati dan menberikan hidayah kepada kita semua, saya seorang muslim yg sedang mencari ilmu, hal hal semacam ini memberikan wawasan dan pengetahuaan tentang agama, tp sebagai orang awam dan sedikit ilmu menurut saya lebih masuk akal pendapat para salafi/wahabi dibandingkan aswaja….itu saja sih yg ada dlm otak saya, simpel dan mudah dimengerti lebih ilmiah dikarenakan selalu berdasar perkataan dan perbuatan rosul baru ijma ulama, sedangkan aswaja dlm berargumen lebih banyak mendahulukan rujukan ulama setelah itu baru sunnah rosul, kalo dipikir bodonane lebih diutamakan perkataan dan perbuatan siapa? Rosul Muhammad SAW atau para ulama? semoga Alloh mempersatukan hati hati kaum muslimin..agar selalu berjalan diatas Al Quran dan sunnah rosul sehingga Islam dapat dipahami sebagai rahmatan lilalamin dan sebagai agama yang mudah.

    • generasisalaf mengatakan:

      Wa’alaikum slm, aamiin…Simple saja Mas, bagaimana Anda memahami Hadits Nabi & Qur’an jikalau bukan dari kalam para Ulama?, mampukah Anda memahami kalamullah & ucapan Nabi secara langsung??, silahkan cerna, terima kasih

    • Fatah mengatakan:

      Dulu Al Quran ditulis pada kulit2 binatang, kayu, pelepah n sejenisnya tidak ada titik dan harokat. Pertanyaannya adalah mengapa Nabi dulu tidak membuat mushaf Al Quran menjadi sebuah buku bertitik dan berharokat seperti sekarang? Bukankah Nabi tidak pernah mecontohkan?
      harusnya kalian yang suka menuduh bid’ah jangan membaca Mushaf Al Quran model zaman sekarang….

  21. telukpenyucilacap mengatakan:

    Sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengisahkan: pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kuburan, lalu beliau mengucapkan salam:
    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
    “Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian“.
    Selanjutnya beliau bersabda: “aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku“.
    Mendengar ucapan ini, para sahabat keheranan, sehingga mereka bertanya: “bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab :
    أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ
    “Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yang akan datang kelak“.
    Kembali para sahabat bertanya: “wahai rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?“. Beliau menjawab:
    أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ
    “Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”
    Para sahabat menjawab : “tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya“. Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda:
    فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ
    “Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“.
    Aku akan menanti ummatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah bahwa akan ada dari ummatku yang diusir oleh Malaikat, sebagaimana seekor onta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga iapun diusir. Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudlu, maka aku memanggil mereka: “kemarilah“. Namun para Malaikat yang mengusir mereka berkata:
    فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ
    “sejatinya mereka sepeninggalmu telah merubah-rubah ajaranmu“.
    Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku (Rasulullah) berkata :
    سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي
    “menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku merubah-rubah ajaranku” (diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim).
    Anda tidak ingin bernasib seperti mereka? Tentu jawabannya: tidak.
    Karena itu, mari kita menjaga kemurnian ajaran beliau dan mengamalkannya dengan seutuhnya tanpa ditambah atau dikurangi. Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mendapat syafaat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pada hari kiyamat kelak. Amiin.

  22. aly_iloenx mengatakan:

    semua mengaku islam dan semua merasa benar. ini yg kurang tepat mnrt sy . pakai amalkan apa yg kamu pelajari dan apa yg kamu tahu. titik Byk diam ini akhir zaman.

    • hamba allah mengatakan:

      Saya ngk setuju dgn koment anda……(pakai dan amalkan apa yg kamu pelajari)ya kalau yg di pelajari menurut al qur’an dan al hadist monggo di amalkan..tapi kalau yg anda amalkan tdk bersumber dari al qur’an dan al hadist itu bisa jadi ladang musibah bagi anda dan orang2 yang anda ajarkan.dan anda akan menanggung dosa2 dari orang yg mengikuti ajaran anda.

    • muhammad mengatakan:

      Surah Al-Baqara, Ayat 8:
      وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

      Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

  23. Hadi mengatakan:

    Santai broo, gak usah saling dengki dulu. Slama masih melaksanakan rukun iman dan rukun islam ya brarti msh swdara. Mslah selamatan atw ndk itu trgantung pmahaman masing2 tiap indvidu sja. Toh amalan utama yg ditanya di akhirat bukan slamatan

  24. prasojo mengatakan:

    astaghfirullohal’adzim….
    saudara2ku muslim apapun golonganmu, tdk tau kah kalian kalo kalian ini sedang diadu….
    ISLAM itu tdk bisa dipecah dari luar makanya MEREKA itu berusaha masuk dan memecah kita dari dalam… INGAT ITU SAUDARAKU

  25. nasrudin mengatakan:

    share n save ya?!

  26. Bambang mengatakan:

    Assalamu’alaikum… saya tdk tau..maksud artikel ini untuk kesatuan Aqidah umat..atau untuk memecah belah umat…yg Jelas saya muslim 6g bermazab imam safii.. tentu mendukung adanya Tahlil dan Yasin… semua diambil positipnya…saya belajar agama dari Kyai…kyai saya jg dari kyainya…dan kyai jg dr kyainya… sampai ke imam besar imam safii dan tentu semua di benarkan oleh ajaran Rusululloh SAW

  27. Chabib mengatakan:

    ojok nglakoni opo sing dilarang ambek pengeran… selain iku.. LAKONONO kabeh… simpel hehehe….
    islam kok di petak petak, eyel eyelan… jarene islam iku terkenal santun, rukun…
    jare kanjeng nabi kan ” sak apik apik e menungso, iku nggae manfaat nak MENUNGSO liane ” MENUNGSO…. bah kafir bah gak ndue agomo bah munafek… pokok menungso…

  28. muhammad ilham mengatakan:

    saudaraku sudahilah masalah khilafiyah ini, khwatir nanti ujung2nya semakin memecah belah kita umat islam. yang penting amalah yang dikerjakan selama tahlilan dsbgnya itu adalah amalan yang baik, membaca Alquran ( Surat yasin ) mengagungkan asma Allah, berzikir dan juga berdoa, apakah amalan2 ini dilarang dalam Islam. tentu tidakkan. Tahlilan itu memang khilafiayah yang tak perlu dipersoalkan menjadi bid’ah, karena kalau bicara bid’ah saya yang awam ini, sepengetahuan saya maka hari ini hampir semua sendi kehidupan kita dipenuhi bidah tapi bidah itu bisa diterima karena Islam memang tidak kaku. Ajaran islam Universal. tak usah diperdebatkan lagi saudaraku. karena ada yang lebih penting yaitu menebarkan Islam yang rahmatan lil’alamin, Islam yang terbaik dan tersempurna. Jadi masalah tahlilan bagi yang ingin beramal dengan mengirim doa utk orang tua karena adakan hadistnya, Jika mati adam maka putuslah amalnya kecuali 3 hal, Shodakatun zariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yg sholeh.(maaf saya tahu hadist ini shihih). yang mau nmengamalkannya silahkan yang tidak karena berpendapat ini itu dsbgnya ya udah tak usah. karena sekali lagi ini adalah khilafiyah. mhn maaf jika argumen sy tidak sesuai.

    • Al Faqiir BZ mengatakan:

      Assalamualaikum wr wb.. Saudara-saudaraku seiman….klo kita faham doa kita qyg ada dlm Qur’an Surat Albaqoroh 201 (doa sapu jagat) Begitu indahnya doa tsb..mengingatkan bgm agar kita bahagia baik di dunia dan akan mengantarkan kita bahagia di akhirat dgn satu tujuan supaya kita semua terhindar dari azab api Neraka…jadi klo kita mau menjadi Hamba Allah yg Ta’at dan menjadi Umat Rosul yg Rahmatan lil ‘aalamiin…marilah kita fahami lagi bahwa IMAN…ISLAM…IHSAN…kunci utama cara kebahagiaan yg ingin kita raih jadi kenyataan.1.Kita berIMAN krn itu lah motivasi kehidupan kita…krn kita takut azab Api Neraka…2.Kita Islam.. Bukti kita serahkan diri kita kpd Allah dlm keta’atan…jadi beribadahlah krn tujuan hidup kita utk mengabdi kpd Allah SWT.. 3.IHSAN..Implementasi dari keimanan dan keislaman kita bergantung pada Akhlak Kita sehari hari dlm mengisi kehidupan kita di dunia yg hanya sesaat dan cuma sementara kita di dlmnya..Maka utamakan Akhlak yg Mulia dimanapun kita berada dan pada siapapun kita BERBICARA…jadi jgn samapai kita mengaku beriman dan beramal sholeh tp ghoiru Adab..malah semakin bangga dgn kesombongan..ingat syetan tdk pernah suka melihat kita dlm kebahagiaan…jadi harapan saya mari ikuti kata Allah dlm Alquran yg dpt merangkul kita semua yg seiman yg penuh persaudaraan ini dgn FASTABIQUL KHAIROT (berlombalah kita dlm berbuat kebaikan)dan jgn dihiasi kesombongan di dalamnya..klo kita komitmen dgn doa sapu jagat Al Baqoroh 201 agar kita terhindar dari Azab Api Neraka…(Laa yadkhulu Aljannata Man kaana fii qolbihi Qillatun min Qibri) tak kan masuk surga kita klo ada kesombongan walau sekecil apapun di dlm hati ini…. Afwan jika Al fakiir ini kurang sopan.

  29. Cah Bagoest mengatakan:

    Tahlalilan itu nama acaranya/kumpulan wirid2 yg dibaca…seperti yg dilakukan oleh aliran2 islam yg lain, kadang nama majelisnya macam dan yg pasti selalu memakai nama ke arab2 an; isi acaranya pun bermacam2 (berdzikir, bermusyawarah…dll). Intinya acara tersebut diisi dgn sesuatu yg bermanfaat terlebih bernilai ibadah. Intinya “SYIAR ISLAM”; menjadikan orang yg belum mengenal islam jadi tertarik terhadap islam…syukur2 bisa masuk ke agama islam. Jangan jadikan suatu majelis, yg kurang nilai ibadah….isinyapun dipenuhi hujatan2 terhadap paham lain/yg tidak seakidah….Bagi saya pribadi, majelis/halaqoh/kumpulan apapun yg dibentuk demi kepentingan syiar Islam; tetapi kalau isinya cuma hujatan2 / tidak sedikitpun diisi dgn Dzikrullah & Dzikrul maut (mengingat dosa dan mati)…maka akan tertolak….yg pada akhirnya bukan Rahmat yg kita peroleh…tetapi Adzab

  30. Arif mengatakan:

    Intinya sudah tidak bisa saling menghormati perbedaan.. pengenya ribut mulu.. padahal ribut itu lebih bid ah timbang tahlilan..

  31. Lio mengatakan:

    1. Okey yg ketiga ketujuh ada dalil dr ulamanya… kl yg ke 40, 100, 1000 adakah dalilnya ? artinya yg lebih dijadikan referensi di masyarakat ya mmg dr Hindu Budha ?
    2. Yg pasti itu bukan sunah,…Okelah ada pendapat dr u pd ulama, tapi faktanya di masyarakat tidak ada yg berani meninggalkan upacara tsb pdhal itu dasarnya sunah aja ndak… artinya mereka lebih takut tradisi….drpd pd aturan Islam ?
    3. Kenapa gak bilang aja… ttg tahlilan kematian itu seperti ini,.. dan JANGAN menganggap itu sunah apalagi wajib dlm agama Islam, itu adalah tradisi yg kemudian diIslamkan…
    4. Tentang bid’ah ..mari kita belajar lagi.. selalu dikatakan facebookan, mobil, HP dijadikan alasan bahwa itu tidka ada jaman nabi, bid’ah….. Sodara ttg bid’ah ini pada amalan ibadah maghdhoh, sedang FB dll itu semua sarana,..termasuk penegras suara , radio, dll ya itu boleh boleh aja.. seperti “kamu lebih tahu urusan duniamu”

    • generasisalaf mengatakan:

      Sdr Lio yg sy muliakan..

      1. Sy berikan qiyas seperti anjuran menuntut ilmu dlm agama, dalam hal ini anda belajar (menuntut ilmu) dg metode yg tak pernah ada sebelumnya di zaman Nabi semacam bersekolah yg sampai 6 hari, adakah selain hari itu dilarang? atau Anda tidak belajar selain hari tsb? dan adakah anjuran belajar harus 6 hari tsb?

      2. Qoul & amal Sahabat adalah “sunnah” yang Rasul perintahkan kepada ummatnya untuk di ikuti (bacalah judul ANJURAN MENGIKUTI AMAL SAHABAT ADALAH PERINTAH NABI SAW di atas), tak pernah ada yang mewajibkan dan tak pernah ada yg takut dg tradisi harap jangan menduga dan menuduh kepada sesama muslim dg dugaan yg berlebihan

      3. Sekali lagi tidak ada kewajiban (tak pernah kami mewajibkan) dlm melakukan tahlilan (harap di catat). Hanya saja didalam tahlilan banyak kesunnahan/ kebaikan yang di anjurkan oleh Allah & Nabi (seperti berzikir, baca qur’an, silaturahmi, sodaqoh, tausiah agama, dll).

      4. Jangan pernah menganggap Rasul tak pernah & tak tau tentang keduniaan dan jangan pernah berfikir liberal yakni memisahkan ini urusan dunia (yang tak ada sangkut pautnya dengan ibadah) dan ini urusan ibadah (yang hanya akhirat saja), Allah berfirman : “Dan tidaklah kuciptakan Jin & Manusia kecuali untuk beribadah”. Mereka yg mengatakan FB, HP, pengeras suara bid’ah itu pun mengambil pengertian ulama2 Anda berikan, kata “Kullu” ulama anda mengatakan semuanya (tanpa terkecuali). Sedangkan ulama2 kami katakan kata “kullu” itu sebagian.

      Wallahu a’lam. semoga kita semua di berikan taufik dan hidayah oleh Nya

  32. kamil lesmana mengatakan:

    dalilx gk jelas dari hadist, cuman atsar sahabat…… payahhhhhhh nih… kalo tahlil memang ada di zaman nabi, knp istri beliau ,anak2 beliau , keluarga beliau yg wafat kok tidak di tahlilkan????????? ADA YG BISA JAWABB????????

    • generasisalaf mengatakan:

      Anjuran mengikuti sahabat adalah anjuran dari Rasulullah saw, harap baca judul ANJURAN MENGIKUTI AMAL SAHABAT ADALAH PERINTAH NABI SAW di atas. Tidak semua yang tidak di lakukan Nabi itu dilarang. Ketahuilah sholat dengan memakai karpet menurut Ibnu Taimiyah itu bid’ah, dalam salah satu kitab adalah bid’ah pertama kali yaitu sholat dengan penerangan (lampu) di zaman sahabat, Rasulullah melarang membukukan Hadits, Rasulullah tak pernah tarawih berjamaah hingga sebulan full, pembacaan doa khatam Qur’an dlm sholat tarawih di Makkah, Madinah, dll Albani katakan bid’ah karena tak pernah di lakukan Nabi. Menyebutkan nama untuk di doakan dlm sujud sholat tak pernah Nabi lakukan, akan tetapi Imam Ahmad, dan banyak ulama Salafy banyak lakukan, dll …silahkan anda baca tautan berikut ini https://generasisalaf.wordpress.com/category/kontroversi-bidah-wahabi-salafy/

  33. fatkhur mengatakan:

    Segala sesuatu yang tahu kehidupan adalah Allah. Yang baik menurut Allah belum tentu baik menurut sebgian manusia, namun Dialah Tuhan yang maha tahu mana yang terbaik bagi manusia tidak pandang dia kaya atau miskin, sebagai cerita dari kerabat saya sendiri bukan untuk mengumbar aib seseorang namun bisa diambil hikmah dari cerita ini. Kerabat saya pemimpin tahlil di desanya ketika orang tuanya meninggal karena dia seorang petani yang notabene penghasilan tidak pasti dia berhutang sampe sekitar 5-7 juta untuk mengadakan acara tahlil 1-7hari trus 40 hari. Dari cerita di atas apakah kayak gitu Islam sebagai rahmatal lil alamin. Mewajibkan orang yang saat tidak ada uang harus mengadakan acara yang tidak ada dalil yang jelas???? Cobalah kita bayangkan seorang yang tidak mampu secara penghasilan sudah berduka karena kematian anggota keluarganya masih mikir besok biaya tahlilan gimana. Salam damai untuk saudara sesama muslim

    • generasisalaf mengatakan:

      Saudara Fathur yg saya muliakan

      sekali lagi tak ada yang mengatakan tahlil adalah wajib, kewajiban bagi Anda dan kerabat lainnya adalah justru menolong keluarga musibah, bukan malah menggunjingnya.

      sudah dikatakan amalan tahlil ini adalah sesuai dengan atsar sahabat, dimana kita di perintahkan Allah & Rasul untuk mengikuti sahabat nabi, Imam suyuthi mengatakan perbuatan sahabat tsb sudah dilakukan kaum muslimin hingga sekarang dan telah menjadi Ijma.

      perhatikan kalam ulama Anda

      Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

      Hal-hal yang sudah terdapat ijma para ulama terdahulu tidak boleh diselisihi bahkan wajib berdalil dengannya. Adapun masalah-masalah yang belum ada ijma sebelumnya maka ulama zaman sekarang dapat ber-ijtihad dalam hal tersebut. Jika mereka bersepakat, maka kita bisa katakan bahwa ulama zaman sekarang telah sepakat dalam hal ini dan itu. Ini dalam hal-hal yang belum ada ijma sebelumnya, yaitu masalah kontemporer. Jika ulama kaum muslimin di seluruh negeri bersepakat tentang hukum dari masalah tersebut, maka jadilah itu ijma.

  34. farman hadi mengatakan:

    ya silahkan renungi dengan hati nurani, siapapun yang berpendapat entah itu ulama ataupun kyai, maka ceklah terlebih dahulu apakah sesuai dengan alqur’an dan sunnah nabi kalau tidak sesuai buang jauh-jauh pendapat itu, karena islam hanya bersumber dari alqur’an dan hadist rasulullah sallallahualahiwassalam.

  35. Andi mengatakan:

    Anehx Waktu Tahlilan banyak yg ngrokok, trus menunda Sholat wajib??? Wes2 mbohlah…..

  36. sutisna tisna mengatakan:

    Penting mana shalat lima waktu atau Tahlil ? Para kiyai anda punya pengikut, aku yang pro dan sy saya simpulkan ustadz abdul azis benar, shalat itu berdoa meminta maaf kepada Allah selama 5 waktu, ingat yang shalat saja belum tentu diterima shalatnya atau meminta ampun belum tentu diterima ampunya, sy ingin bertanya sebetulnya apakah kurang cara cara kita meminta maaf kepada Allah dan Allah meminta prangko , sehingga harus mengeluarkan biaya acara tahlil 1, 3, 7 , 40 , 100 mendak pisan mendak pindo nyewu apakah pa kiyai tahu lisensi tahlil yang pa kiyai lisensi bahwa biaya mencapai jutaan rupiah untuk acara tahlil bandingkan dengan kita shalat tidak ada biaya, ulama yang membolehkan tahlil harus bertanggung jawab, sy umat biasa tapi menolak acara tersebut agar anak cucu saya bisa berpikir, kalau acara seperti itu dilakukan oleh umat agama lain, ingat para ulama menurut sy kalau tah kita sudah meminta trus Allah belum mengabulkan keingingan kita hendaklah kita tak berburuk sangka sebab apa yang Allah inginkan itu lah yang terbaik trus Allah tidak mengerti bahasa umatnya kalau sy meminta maaf, harus bahasa arab saja ? Sholat lima waktu yang Allah melisensi dilaksanakan, atau pa kiyai menganggap acara seperti itu boleh-boleh saja untuk dilaksanakan, kalau tah Acara Tahlil menjadi kepastian bahwa seseorang dosanya dimaafkan, jangan tanggung-tanggung pilih saja agama Kristen, sebab segalanya serba pasti, pasti masuk surga kalau percaya yesus sebagai juru selamat, kata pendeta kristen.

    • generasisalaf mengatakan:

      Pak. Sutisna Yg sy muliakan

      Pertanyaan Anda lebih bersifat tuduhan, seolah yg bertahlil atau mengadakan tahlil tidak mengutamakan sholat 5 waktu. Apakah anda mengetahui persis keadaan kami??

      Amal semisal tahlil seperti 7 hari, sudah di praktekkan zaman sahabat nabi saw (tanpa pengingkaran).

      Sedangkan Rasulullah saw mengajarkan kepada kita agar mengikuti sunnah Nabi dan sunnah (amalan) Sahabat Nabi saw. bagaimanakah Anda mengingkari sabda Nabi tsb??.dengan membuat-buat larangan yang sebelumnya tidak dilarang oleh Allah & Rasulullah saw.

      Punya atau tidak punya uang silahkan saja mau lakukan tahlil atau tidak, tidak ada paksaan dan tidak ada keterpaksaan. Jangan membuat alasan dan menuduh yang tidak-tidak.

      Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua, tks

  37. Abi Omar Dilshad mengatakan:

    استغفر الله العظيم
    Semoga Allohu Ta’ala memberikan Taufik dan hidayah-NYA bagi kita semua,
    آمِيّنْ.. آمِيّنْ.. يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

    Ingat saudara2ku seiman, apa yg kita ucapkan perkatanya, kita tuliskan perhurufnya hingga kita lakukan pernafasnya akan ada HISAB dari-NYA

    Sudah siapkah utk itu????!

    Mari bersama kita merenungkan, siapakah diri kita yg Hina dan lemah di hadapan-NYA ini

    Layakkah dari apa yg sudah kita kerjakan untuk-NYA????

    جَزَاكُمُ اللّهُ خَيْرًا
    بَارَكَ اللَّهُ فِيْكم

    وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s