HUKUM MEMBACA SHOLAWAT DAN TARADHI DI SELA-SELA TARAWIH

Posted: Juni 22, 2015 in MADZHAB & KHILAFIYAH, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT, TAFSIR & QOUL ULAMA
Tag:,

Taradhi-bilal-salasilah-tarawih

Sudah Menjadi tradisi bahwa setiap sela-sela tarawih biasanya bilal membaca shalawat dan do’a kepada sahabat nabi atau yang disebut tarodhi/taradhi, dan jika kita melihat hukumnya versi Media non Ahlusunnah pasti tradisi ini ditentang keras. Lalu hukum sebenarnya menurut Ulama Ahlu Sunnah Waljamaah bagaimana? seperti biasa mari kita jawab menggunakan kitab kuning.

1. Disunnahkan Memisah 2 Shalat Dengan Berbicara/Ucapan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ
“Janganlah menyambung satu shalat dengan shalat yang lain, sebelum kita berbicara atau pindah dari tempat shalat”
Para Ulama dalam kitab kuningnya mengurai sebagai berikut:

ويندب أن ينتقل لفرض أو نفل من موضع صلاته ليشهد له الموضع حيث لم تعارضه فضيلة نحو صف أول فإن لم ينتقل فصل بكلام إنسان
Disunnahkan berpindah dari tempat shalat pertama karena akan melaksanakan shalat fardlu atau shalat sunnah yang lain, hal ini bertujuan agar tempat yg baru ini ikut menjadi saksi, jika memang tidak bertentangan keutamaanya, misalnya seperti jika telah berada dibarisan / shaf awal. Dan apabila tidak berpindah maka disunnahkan memisah dua Shalat tersebut dengan Ucapan/perkataan.

2. Bacaan Taradhi adalah Bacaan Yang Mempunyai Nilai Ibadah

Dalam Kitab Al Qashidah Albakriyyah Al Hadhramiyyah fii Al-Raddi ‘Ala Al-Rafidhah Al-Imamiyah

Kitab ini (berupa bait-bait qashidah) yang isinya adalah muqabalah atas pemahaman golongan Syiah rafidhah imamiyah yang terlalu memuliakan sayyidina ali dan mencaci sayyidina abi bakr.

Salah satu isinya adalah tentang membaca Taradhi (radhiyallahu ‘anhu) atas sahabat nabi yang empat (abu bakr, Umar, Utsman dan ali Radhiyallahu ‘anhum)

القصيــــدة البكـــرية الحضرمية في الرد على الرافضة الإمامية فإن كنت من أهل السنة والجماعة فترض عن الصديق إرغاماً للرافضة الذين ينالون منه، وقد اشتهر الترضي عند أهل حضرموت بذكر الأربعة في مجامعهم في أمرين:

Jika anda bagian dari ahlu sunah wal jama’ah, maka bacalah taradhi atas sayidina abi bakr dengan kuat untuk Menolak pemahaman Syiah rafidhah. Dan telah masyhur pembacaan taradhi dikalangan muslimin hadra maut yaman, dalam perkumpulan mereka ketika disebutkan Nama sahabat empat , yaitu pada dua perkara :

أحدهما: خطبة الجمعة، ففي فتاوى ابن حجر ما نصه: وأما حكم الترضي عن الصحابة في الخطبة فلا بأس به سواء أذكر أفاضلهم بأسمائهم كما هو المعروف الآن أم أجملهم، ونقل الرملي في حاشيته عن ابن عبد السلام إن الترضي عن الصحابة رضي الله عنهم على الوجه المعهود في زماننا بدعة غير محبوبة، وبحث بعضهم استحبابه حيث كان في بلد الخطبة مبتدع لا يحب الصحابة إذا لم يؤد ذلك إلى فتنة(8).

وثانيهما: الترضي بين تسليمات التراويح، فيبدأ بالصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ثم الترضي على الأربعة، وقد سئل الفقيه باحويرث في فتاويه هل تسن الصلاة عليه صلى الله عليه وسلم بين تسليمات التراويح أو هي بدعة فنقل جواب ابن حجر بما حاصله الصلاة في هذا المحل بخصوصه لم نر فيه شيئاً من السنة ولا في كلام الأصحاب، فهي بدعة ينهى عنها من يأتي بها بقصد كونها سنة لا من حيث العموم بل جاء في الحديث ما يؤيد الخصوص إلا غير كاف في الدلالة لذلك

Pertama, Dalam khutbah jum’at.

sebagaimana yang dijelaskan Ibnu hajar dalam fatawi nya : Adapun membaca taradhi ketika khutbah itu tidak mengapa, baik dalam penyebutan keutamaan mereka atau penyebutan nama-nama mereka seperti yang telah diketahui.
Kedua, Membaca Taradhi diantara raka’at tarawih.

Dimulai dengan membaca shalawat pada baginda nabi SAW, kemudian membaca Taradhi kepada sahabat empat.

Al-faqih Bahuwairas ditanya dalam fatawinya : Apakah disunahkkan membaca shalawat pada nabi SAW diantara alam tarawih, atau yang demikian adalah bid’ah ?

Al-Faqih menjawab dengan apa yang disampaikan Ibnu Hajar : Dalam pengkhususan ini (menempatkan membaca shalawat diantara salam tarawih) kami tidak menemukan dalil apapun dari hadits dan ucapan para sahabat nabi SAW.
Dihukumi bid’ah jika yang membaca shalawat dan taradhi tersebut menyakini hal tersebut ada tuntunannya dari nabi atau sahabat (menyakini ada hadits atau atsar atas pembacaan tsb).

Namun jika pembacaan shalawat dan taradhi di bacakan atas dasar dalil yang umum , maka itu tidak mengapa dan mengandung nilai ibadah.

3. Istirahat Sejenak Setelah Salam Tarawih Adalah Disunnahkan

Kata Tarawih berasal dari kata “raaha” artinya istirahat, atau santai, atau tidak tergesa-gesa dalam pelaksanaannya, dalam arti tidak langsung berdiri lagi ketika selesai dari dua roka’at tarawih, namun boleh istirahat beberapa saat. dan dalam istirahat ini tidak harus diam tanpa melakukan apa-apa ,namun para ulama (khus dalam usnya Ulama dari hadramaut – Yaman) menganjurkan untuk mengisi masa istirahat tersebut dengan dzikir dan dalam hal ini membaca shalawat dan taradhi dengan acuan apa yang disampaikan Imam Ibnu Hajar memahami hadits dianjurkannya membaca dzikir dan do’a pada setiap akhir shalat dan anjuran memperbanyak membaca sholawat atas nabi Muhammad SAW.

Imam As-Sarkhasiy berkata :

الفصل الرابع في الانتظار بعد كل ترويحتين: وهو مستحب هكذا روي عن أبي حنيفة رحمه الله تعالى، لأنها إنما سميت بهذا الاسم لمعنى الاستراحة، وأنها مأخوذة عن السلف وأهل الحرمين فإن أهل مكة يطوفون سبعاً بين كل ترويحتين كما حكينا عن مالك رحمه الله تعالى

“Pasal keempat pada permasalahan duduk menunggu setelah dua tarawih (maksudnya adalah setelah dua kali salam), bahwasanya ia dibolehkan (mustahab), seperti inilah diriwayatkan dari Abu Haniifah rahimahullahu Ta’ala. Karena sesungguhnya ia dinamakan dengan nama tarawih yang bermakna istirahat dan diambil dari perbuatan para salaf dan penduduk haramain bahwa penduduk Makkah melaksanakan thawaf tujuh kali diantara tiap dua tarawih sebagaimana diriwayatkan kepada kami dari Maalik rahimahullahu Ta’ala.” [Al-Mabsuuth 2/146]

Imam Zakariyyaa Al-Anshaariy berkata :

وسميت كل أربع منها ترويحة، لأنهم كانوا يتروحون عقبها، أي يستريحون

“Dan setiap empat raka’at darinya dinamakan tarwiihah (dengan bentuk tunggal), dikarenakan mereka dahulu berhenti setelahnya, yaitu beristirahat.” [Asnaa Al-Mathaalib 1/200]

Kesimpulan

Dengan menggabungkan 3 poin diatas maka memunculkan kesimpulan yaitu membaca Shalawat dan Taradhi adalah disunnahkan karena mengandung Tiga Unsur Kesunnahan yaitu 1. Sunnah Berbicara antara dua Shalat, 2. Sunnah Baca Shalawat dan mendoakan Shahabat, 3. Sunnah Duduk sejenak diantara dua shalat tarawih.

Hamim Mustofa (NA Kami NerashUke) via ngajiweb.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s