KHIANAT ILMIAH : WAHABI – SALAFY MENGHILANGKAN ‘AMALIYAH TAWASUL, DLL DALAM TERJEMAH FATHUL BARI

Posted: Juli 3, 2015 in TAHRIF KITAB & KHIANAT ILMIAH, WAHABI - SALAFY HALALKAN SEGALA CARA
Tag:

Fathl Bari - Tahrif kitab ala Salafy Wahabi

Ini adalah terjemah dari Kitab Fathu-l-Bâry penjelasan Shohih al-Bukhary. Buku ini diterjemahkan menjadi 11 jilid dari 16 jilid atau 18 jilid versi bahasa Arabnya. Buku ini diterjemahkan dengan mengikuti hasil editing Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Mufti Saudi Arabia terdahulu.

Dari perbandingan jumlah jilid antara versi Indonesia dan Arab saja bisa diduga bahwa cukup banyak bagian yang tidak diterjemahkan atau dihilangkan dari terjemahan. Asumsinya adalah jika 1 jilid versi Arab bisa menghasilkan 2 jilid versi Indonesia, semestinya terjemahan Fath-u-l Bâry ini bisa mencapai 32 atau 34 jilid. Saya menduga mungkin terjemahan ini tidak bisa diselesaikanseluruhnya.

Namun yang menjadi pertanyaan kenapa terjemahan ini tidak menyertakan al-Hadyu-s-Sâry yang merupakan pengantar dari Fathul Bary dan di dalamnya terdapat informasi penting seputar penyusunan al-Jâmi’ al-Shahih karya Imam al-Bukhâry.

Hal lain yang perlu dicermati dari versi terjemahan ini adalah penghilangan beberapa riwayat yang menjelaskan amaliyah Ahlussunnah wal jama’ah. Di jilid 4 buku ini kitab al-Istisqa, tidak ditemukan riwayat tentang tawassulnya Umar kepada Abbas bin Abdul Muthallib radhiyallahu anhu. Padahal penerjemahan riwayat itu penting untuk menjelaskan kepada umat bahwa amalan tawassul telah ada contohnya pada masa sahabat Radhiyallahu anhum.

Sangat disayangkan jika tidak ada yang menerbitkan terjemahan pembanding. Sehingga umat bisa mengetahui siapa yang jujur atau tidak dalam menyampaikan informasi. Janganlah politik menyedot energi terlalu banyak hingga umat terbengkalai.

Source: Ust. Abdi Kurnia J

Komentar
  1. Admin mengatakan:

    Salafi Wahabi menghilangkan bab Tawassul dalam Fathul Bari. Sehingga Tawassul dianggap amalan sesat. Padahal Tawassul itu ada dalam amalan sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in.

    Meski kita berdoa dan meminta kepada Allah, namun untuk belajar kita harus belajar pada guru/ulama. Tidak bisa belajar langsung kepada Allah. Bahkan Nabi Musa yang pernah berbincang-bincang dengan Allah saja pernah bepergian jauh guna berguru kepada Nabi Khaidir. Kalau sakit juga berobat ke dokter. Bukan berobat langsung kepada Allah meski Allah yang menyembuhkan. Dokter dan guru itu adalah Wasilah. Perantara / Jalan.

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan (Wasilah / Tawassul) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” [Al Maa’idah 35]

  2. abi mengatakan:

    Klo mau menyanggah beri sanggahan dgn dalil dan fakta, perlihatkan mana shahih bukhari yg versi arab dan terjemahnya nya lalu bandingkan mana2 yg dihilangkan; kita yg mengklaim juga blm tentu lbh pintar dan lbh sholeh drpd yg kita tuduh itu.

  3. Dewa Bahtera mengatakan:

    ini yang di namakan penghianatan di dalam islambahwa ada orang2 di dalam islam atau orang yang menyusup sebagai islam atau apapun namanya bahwa islam itu sudah lemah di dalam dan kurangnya ketegasan dari pemerintah untuk mengusir atau menyuruh kembali para aliran islam ke dalam jalan yang lurus, islam sekarang mementingkan golongannya dari pada kesatuan umat islam untuk satu islam dan bukan golongan islam untuk islam.

    • Haryanto mengatakan:

      menurut saya ini tugas departemen agama, kalau menjumpai kitab baik quran maupun yang lain dipotong ataupun dipelintir sehingga menghilangkan keasliannya — lebih baik —-diberedel saja (indikasi unsur kesengajaan) —————— saya yakin pengarangnya juga “tidak ridlo”

  4. Buya Amin mengatakan:

    Kalau memang telah banyak terjadi pemalsuan kitab, maka ini tidak dapat lagi dibiarkan. Ini sudah kejahatan yang tidak main-main. Kenapa tidak ada yang berusaha melaporkan ke Depag atau lembaga terkait lainnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s