SETIDAKNYA ADA 8 ALASAN MENGAPA KITA HARUS BERMADZHAB

Posted: Juli 13, 2015 in AMAL GENERASI SALAF, FATWA AHLUS SUNNAH, MADZHAB & KHILAFIYAH, MUTIARA HIKMAH, MUTIARA KALAM ULAMA AHLUS SUNNAH, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:,

Syeikh Dr. Amru Wardani

Mengapa bermazhab? Syeikh Dr. Amru Wardani menjawab.
Mereka berkata: kamu bermazhab kerana kamu seorang yg taksub!

Saya jawab: Tidak! saya bukan taksub. Saya berlindung dgn Allah drpd sifat taksub. Saya bermazhab hanyasanya kerana saya lihat bahwa mazhab-mazhab fiqh semuanya:

1) Musannadah:
Mazhab-mazhab ini memiliki sanad sampai kepada Rasulullah saw. sehingga kesahihannya terjamin.

2) Mudallalah:
Mazhab-mazhab ini memiliki landasan argumentasi/dalil. Dalil tersebut tidak hanya dalil disebutkan secara eksplisit saja, namun ada dalil yang implisit.

3) Muashshalah:
Mazhab-mazhab ini memiliki metodologi berfikir yang terkodifikasikan dalam kitab-kitab usul fiqh, sehingga sangat tepat dan terukur dalam pengambilan dalil dari Al-Quran dan Sunnah.

4) Makhdumah:
Mazhab-mazhab ini dikhidmah oleh ratusan bahkan ribuan ulama setelahnya, dari matan menjadi syarah dan dari syarah melahirkan hasyiyah. Kemudian juga diberi taqrir dan tanbih, serta khidmah ilmiah lainnya. Ini juga memberikan jaminan akan kesahihan pemahaman keagamaan yang ada di dalam mazhab.

5) Muqa’adah:
Mazhab-mazhab ini memiliki kaedah-kaedah fiqh yang sangat rasional, seperti kitab “Al-Asybah wan Nazoir” karya Imam Suyuti dalam mazhab Syafie, kitab “Al-Asybah wan Nazoir” karya Ibnu Nujaim dalam Mazhab Hanafi, kitab “Ta’sisun Nazor” dalam Mazhab Maliki, dan kitab “Raudhatun Nadhir” dalam mazhab Hanbali.

6) Mumanhajah:
Mazhab-mazhab ini memiliki manhaj berfikir yang jelas, detail dan tepat

7) Muttasiqah:
Mazhab-mazhab ini memiliki tingkat amanah ilmiah yang sangat tinggi dalam menisbatkan sebuah pendapat kepada penuturnya, di dalamnya ada yang dikenal dengan qaul mukharraj dan ada juga yang disebut dengan qaul mansus.

8) Munfatihah:
Mazhab-mazhab ini memiliki cara berfikir yang elegan dan terbuka serta sangat toleran. Karena mempunyai kaedah-kaedah usul fiqh dan hal-hal yang bersifat kulli yang masih memungkikan generasi penerusnya untuk mengembangkannya sesuai dengan masalah-masalah kontemporari yang terjadi seiring perkembangan zaman.

Syeikh Dr. Amru Wardani
– Ahli Darul Ifta’ Mesir
– Pengajar Usul Fiqh di Masjid Al-Azhar.

Source

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s