MAKAM PAHLAWAN HILANG, MUHAMMADIYAH: ZIARAH KUBUR BOLEH & PERLU

Posted: November 16, 2015 in AMAL GENERASI SALAF, NEWS & INFO, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:, ,

haedar-muhammadiyah

Ada sebagian golongan yang melihat umat Islam yang suka berziarah, menuduh & fitnah yang macam-macam (padahal belum tentu realitanya seperti itu), diantaranya mereka menuduh yang berziarah sebagai peminta-minta kubur, pemuja kubur, orang musyrik, meninggalkan sunah yang lain yang lebih utama, dll. Padahal ziarah kubur itu mengingatkan kita akan kematian sehingga kita bisa mempersiapkan diri, sesuai dengan sabda Nabi yang maksudnya perbanyaklah mengingat mati.

Hikmah lain adalah, agar terus menjalin silaturahmi meskipun ia-nya telah wafat, serta tetap menjaga kubur itu, seperti yang terjadi di Saudi banyak mayyit di kubur di makan anjing yang kelaparan (baca disini), ataupun kasus hilangnya makam itu sendiri seperti yang diberitakan baru-baru ini, berikut infonya:

Hilangnya makam Pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikusumo di Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, membuat kaget banyak pihak. Hal ini baru terungkap setelah tokoh organisasi kemasyarakatan Islam tertua di Indonesia, Muhammadiyah, itu ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada 5 November 2015.

Masalah makam tokoh yang terbengkalai membuat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersuara dengan nada prihatin. Dia menyatakan ziarah kubur itu perlu dilakukan sebagai bentuk menghargai tokoh atas jasa-jasanya selama hidupnya.

“Ziarah kubur kan sunah juga, diperbolehkan. Yang tidak boleh mengeramatkan kuburan tersebut,” katanya setelah acara refleksi sejarah pahlawan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 10 November 2015.

Haedar lantas bercerita, Nabi Muhammad mengajarkan kalau ziarah kubur ingatlah akan kematian. Itu artinya, menurut dia, ziarah di makam dapat digunakan sebagai cara untuk mengenang atau meneladani perilaku si mati sekaligus mengikuti amalnya.

Makam Ki Bagus di Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, tak ada bekasnya lagi. Sudah ditumpuk beberapa makam. Bahkan, rencana memindahkan makam ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, menemui kendala karena tak diketahui pasti di mana pusaranya. Beliau diangkat menjadi pahlawan nasional dengan Keputusan Presiden 116/TK Tahun 2015.

Dia mengakui budaya atau tradisi kalangan Muhammadiyah memang tidak mengenali makam tokohnya. “Mungkin saking puritannya.” Haedar berpendapat, sebaiknya pemahaman untuk berziarah dibiarkan mengalir tanpa paksaan. “Itu tradisinya tetapi sekarang mulai ada pemahaman bahwa ziarah kubur itu perlu juga,” ucap Haedar. Tapi, dia mewanti-wanti agar ziarah jangan membuat orang mengeramatkan orang yang dalam kubur itu, sekalipun kiai.

Namun, dia menerangkan, kalangan Muhammadiyah tahu bahwa Ki Bagus dimakamkan di Yogyakarta. Apalagi, setelah Ki Bagus diangkat menjadi pahlawan nasional. Memang pada umumnya tokoh-tokoh Muhammadiyah dimakamkan di Pakuncen. “Tjokroaminoto juga makamnya di Pakuncen. Mungkin banyak orang juga tidak tahu makam Tjokroaminoto di situ,” tutur Haedar.

Source: nasional.tempo.co

KHILAFIYAH PENULISAN NISSAN KUBUR

Hukum pemberian mamas Pada batu Nisan / Pada kuburan hukum Nya khilaf Dan terdapat penafsilan DI antara 4 Madzhab .
Ta’bir ________
أما الكتابة على القبر تفصيل في المذاهب . فانظر ه تحت الخط ( ٢)ا
٢) المالكية قالوا : الكتابة على القبر ان كانت قران حرمت ، وان كانت لبيان اسمه ، او تاريخ موته ، فهي مكروهة ،
الحنفية قالوا الكتابة على القبر مكروهة تحريما مطلقا ، الا اذا خيف ذهاب اثره فلا يكره .
الشافعية قالوا : الكتابة على القبر مكروهة سواء كانت قرأنا او غيره ، الا اذا كان قبر عالم اوصالح ، فيندب كتابة اسمه ، وما يميزه ليعرف ،
الحنابلة قالوا ؛ تكره الكتابة على القبر من غير تفصيل بين عالم وغيره .
( الفقه على المذاهب الاربعة – الجزاء الاول ص٤١٤ )
Adapun penulisan Pada kuburan terdapat beberapa penafsilan di antara 4 Madzhab . Maka lihatlah garis di bawah ini .
>> ulama’ malikiyah Berpendapat: penulisan Pada kuburan jika YG di tulis berupa Ayat al Qur’an maka haram . Dan jika bertujuan Untuk mengingat Nama Nya atau tgl kematian Nya maka Hal tersebut adalah makruh .
>> menurut ulama’ hanafiyah .Penulisan Pada kuburan adalah makruh tahrim ( mendakati haram ) kecuali takut hilang jejak Nya ( takut kuburan itu hilang jejak ) maka tidak makruh .
>> menurut ulama’ syafi’eyah .Penulisan Pada kuburan hukum Nya makruh Baik berupa Ayat al Qur’an / YG lain . Kecuali kuburan Nya orang ‘Alim Arah orang sholeh maka hukum Nya sunnah menulis Nama Nya Dan menulis sesuatu YG dapat membedakan Nya dgn YG lain .
>> menurut ulama’ hanabilah .Penulisan Pada kuburan makruh Tampa DI tafsil Baik kuburan Orang ‘allim / bukan .
( fiqhih ‘alaa madzahibil 4. Juz 1. Hal 414 )
Menulis Nama di Kubur
Dalam hadis riwayat Imam Muslim dan lainnya menegaskan bahwa Rasulullah melarang menulis sesuatu di kubur. Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, apakah larangan tersebut haram atau makruh.

Bagi ulama yang berpendapat makruh didasarkan dengan apa yang telah dilakukan oleh banyak ulama, andaikata ini haram mutlak maka sudah pasti tidak ada yang melakukan. Juga dikarenakan untuk memudahkan mengenali makam saat akan ziarah kubur.

Masalah khilafiyah sejak dahulu, boleh setuju atau tidak setuju.

Source: pissktb & Ust. Ma’ruf Khozin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s