JANGAN MENDAHULUI ALLAH DENGAN MENGATAKAN ORANG TUA NABI MASUK NERAKA BAG – 4

Posted: November 21, 2015 in BID'AH, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT

Bapak (Abu) dalam istilah orang Arab itu TIDAK SELALU bermakna ayah kandung, bisa jadi kakek atau paman.

Perhatikan firman Allah Swt ini:

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

Ket: Nabi Ya’qub itu bin Ishaq bin Ibrahim, sama sekali tidak lewat jalur Ismail, tapi dalam ayat diatas, semuanya disebut bapak (Abu).

عَنْ أَبِى دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الأَضَاحِىُّ قَالَ  سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ .

Dari Abu Daud dari Zaid bin Arqam dia berkata, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?” beliau bersabda: “Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim…” (HR: Ibnu Majjah : 3127)

Perlu diketahuiiiiiiii…… Semua Nabi apalagi Nabi Muhammad Saw itu berasal dari nasab yang baik dan terbaik……!!!! Untuk menunjukkan keutamaan mereka dalam berbagai hal, sebagai penguat atas kenabian mereka…..!!!!

Jadiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……. Apa masih perlu membahas Nasab Nabi Muhammad Saw dan koar2 kopar kapir atas orang2 dalam nasab beliau.

Source: Ust. Dodi El-Hasyimi

Panggilan Ayah dahulu bukanlah Abi akan tetapi Abah

Di dalam Al Quran, terdapat delapan kata “abati” yang selalu didahului dengan kata panggilan “ya” ( يا أبت ), yang artinya “wahai ayah atau wahai ayahku.”

Di dalam ilmu qiroat, ada dua imam yang membaca dengan memfathahkan huruf ta’ menjadi ya abata, yaitu; Abu Ja’far dan Ibnu Amir). Nah, sebagian imam qiroat seperti Ibnu Katsir, Ibnu Amir, Abu Ja’far, dan Ya’qub membaca kata يا أبت denga “Yaa Abah” pada saat waqaf (berhenti).

Di dalam hadits pun disebutkan, bahwa para sahabat memanggil bapak mereka denga panggilan “ya Abah”, bukan “ya Abi”.

Misalnya, hadits riwayat Imam Ahmad berikut:

عَنْ فَاطِمَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلَ عَرْقًا فَجَاءَ بِلَالٌ بِالْأَذَانِ فَقَامَ لِيُصَلِّيَ فَأَخَذْتُ بِثَوْبِهِ فَقُلْتُ يَا أَبَهْ أَلَا تَتَوَضَّأُ فَقَالَ مِمَّ أَتَوَضَّأُ يَا بُنَيَّةُ فَقُلْتُ مِمَّا مَسَّتْ النَّارُ فَقَالَ لِي أَوَلَيْسَ أَطْيَبُ طَعَامِكُمْ مَا مَسَّتْهُ النَّارُ .

“Dari Fatimah, ia berkata; Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam datang menemuiku, lalu beliau makan ‘araq (tulang yang masih ada dagingnya. Bahasa Jawa; tetelan). Tak lama, Bilal mengumandangkan adzan. Maka, beliau pun berdiri mau shalat (ke masjid). Tapi baju beliau aku pegangi. Aku bilang; “Yaa Abah (wahai ayah), apa engkau tidak wudhu dulu?” Kata beliau; “Kenapa mesti wudhu?” Aku berkata; “Bukannya engkau barusan makan sesuatu yang terkena api?” Beliau berkata; “Bukankah sebaik-baik makanan kalian adalah yang tersentuh api (dimasak)?”

Atau dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari, dimana Aisyah memanggil ayahnya (Abu Bakar Ash Shiddiq) dengan panggilan: “Yaa Abah”. Aisyah berkata,

لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وُعِكَ أَبُو بَكْرٍ وَبِلَالٌ قَالَتْ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِمَا فَقُلْتُ يَا أَبَهْ كَيْفَ تَجِدُكَ .

“kKetika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang ke Madinah, Abu Bakar dan Bilal terkena demam. Aku pun menemui mereka. Aku berkata -kepada Abu Bakar-; “Yaa Abah (wahai ayahku), apa yg engkau rasakan?””

Dalam Shahih Al-Bukhari, tertulis “Ya Abati”. Tapi Imam An Nawawi dalam Khulashatul Ahkam dan Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah, menuliskannya dengan “Ya Abah”, sebagaimana yang saya tulis di atas.

Dan masih sangat banyak hadits lain yang menunjukkan, bahwa orang Arab dulu memanggil ayah mereka dengan panggilan “Yaa Abah”, bukan “Yaa Abi”.

Source: Abduh Zulfidar Akaha, Lc.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s