ANGGOTA BADAN BERGERAK DILUAR GERAKAN SHOLAT 3X BERTURUT-TURUT, BATAL SHOLATNYA

Posted: Desember 29, 2015 in MADZHAB & KHILAFIYAH, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT

Anggota badan bergerak diluar gerakan sholat 3x berturut-turut

Terdapat penyalahan pendapat madzhab Syafi’i bahwa gerakan 3 kali berturut-turut itu membatalkan shalat, Seperti pada link berikut ini. Setelah saya baca isinya, ternyata tidak ada kalimat penyalahan sedikitpun oleh sang ustadz yang menjawab. Boleh jadi pemilik blog-nya yang ‘sabqul qalam’ (keseleo) nulis judul “Penyalahan pendapat” pada kalimat judul “INI TIDAK BENAR” karena menurut beliau tidak ada text hadits yang menunjukkannya angka 3.

Setelah saya baca tulisan tersebut, terdapat kesimpulan dari sang ustadz (yang juga mengutip pendapat Syekh Utsaimin Rahimahullah) bahwa gerakan yang membatalkan shalat itu kriterianya ada 4:

1. Sering (terjemah dari كثير. Menurut Alfaqir lebih tepat diterjemah banyak bukan sering)
2. Bukan bagian dari gerakan shalat
3. Tidak ada kebutuhan mendesak
4. Berturut-turut, artinya tidak terpisah.

LALU DIMANA DIPEROLEH ANGKA 3 MENURUT MADZHAB SYAFI’I?

Iya, dikarenakan hanya angka 3 saja, ijtihad ulama Syafi’i dianggap tidak berdasar dalil dan disalahkan. Benarkah demikian?

Langsung saja begini penjelasannya:

1. Dalil kewajiban suami memberi nafkah istri sangat jelas. Begitu juga dalil larangan bergerak banyak (sering) dalam shalat juga ada, dan keduanya sahih (tak perlu alfaqir sebut supaya tidak memanjang). Masalahnya, apakah ada dalil textual yang menyebutkan jumlah banyaknya nafkah yang harus diberikan? Begitu juga, apakah ada dalil textual yang menyebutkan jumlah ukuran ‘banyak’ pada gerakan shalat? Kedua pertanyaan tersebut dijawab TIDAK ADA sama sekali.

2. Lalu bagaimana dong? Nah, dalam hal ini pemahamannya dikembalikan ke ilmu ushul fiqih. Ditemukan di dalamnya qaedah, “(Ukuran) Kebiasaan (yang berlaku itu bisa menjadi tolok ukur) sebuah hukum” : العادة محكمة

3. Dari kaedah tersebut disimpulkan bahwa:

– Ukuran jumlah nominal nafkah suami ke istri di sesuaikan dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Maka nafkah seorang suami bisnisman dengan suami tukang bécak ke istrinya tentu berbeda jauh.

– Begitu juga dengan gerakan banyak yang dianggap membatalkan. Umum kebiasaannya: 1 gerakan itu terhitung sedikit, 2 gerakan masih dihitung sedang, adapun 3 gerakan baru bisa dikatakan banyak.

4. Setelah memahami hal ini, apakah 2 pernyataan berikut ini bisa dibenarkan:

– Ahmad Dani menafkahi istrinya setiap bulan Rp. 100 juta itu tidak ada dalilnya dari Al Qur’an & As sunnah. Nominal 100 juta ini salah tidak berdasar, yang diperintahkan hanya nafkahi saja istrimu.

– Ulama Syafiiyyah menentukan gerakan shalat yang membatalkan itu 3 kali berturut-turut. Jumlah bilangan 3 ini tidak ada dalilnya dari Al Qur’an atau As sunnah, dan ini salah tidak benar. Gerakan yang membatalkan itu yang banyak dan sering.

?????????????????

5. Demikian cara para ulama Syafiiyyah memahami dalil. Untuk memahami dalil agama itu membutuhkan 3 hal:

– Text dalil (Al Qur’an & As sunnah)
– Metode pemahaman (usul fiqh & qowaid fiqhiyyah)
– Akal (kecerdasan)

Merupakan sebuah ketergesa-gesahan yang terburu-buru bila memahami dalil hanya dari text lalu diterima akal apa adanya, kemudian digunakan untuk menghakimi pendapat lain yang berbeda. Memang ada yang bisa difahami secara textual, namun lebih banyak lagi yang harus difahami secara lebih teliti dan Jeli melalui kaedah-kaedah istinbath. Dan hal ini adalah tugas ulama, bukan orang awam seperti saya dan yang merasa masih awam.

6. Sekali lagi, penjelasan diatas bukan atas kehebatan dan kecerdasan diri alfaqir dalam memahami agama. Melainkan alfaqir hanya sekedar menyambung lisan para ulama Syafiiyyah yang sempat sedikit saya fahami.

7. Karena sedikit yang saya fahami, sudah sangat tentu tulisan ini akan didapati banyak celah dan kesalahan. Oleh karenanya, sudilah para pembaca yang lebih alim untuk memperbaikinya dengan hikmah wal mauidzotil Hasanah, laa bil ihaanah wal ghodob walistikhfaaf Al madzmum syar’an.

Semoga ada sedikit manfaat

Salam perdamaian dan persaudaraan
Mochamad Ihsan Ufiq
Doha, 28 Desember 2015

***

Tambahan Ustzh Rofiah Adawiah:

Kalo syekh Utsaimin udah bilang كثير (banyak) itu ya harusnya murid-murid Salafi paham bahasa arab, karena kalo 1 itu mufrod, 2 tatsniyah, 3 atau lebih disebut jama’ atau banyak كثير.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s