SETIAP SELESAI SHOLAT IBNU TAIMIYAH BERDOA DENGAN SUARA KERAS

Posted: Februari 2, 2016 in KONTROVERSI BID'AH WAHABI - SALAFY, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT

 

Doa bersama di pimpin Imam suara keras

Pic:surabayanews

Berdzikir lalu berdoa dengan suara keras setelah sholat berjamaah rutin dilakukan oleh umat muslim ahlus sunnah wal jamaah diseluruh dunia, terlebih di Indonesia. Namun amat disayangkan ada sebagian kelompok berpaham zahir yang datang belakangan mencela bahkan menuduh hal tersebut adalah bid’ah.

Mereka yang ‘alergi’ berzikir bersama setelah sholat berjamaah, langsung melakukan sholat sunnah, atau malah memegang gadget-nya atau bahkan pergi begitu saja. Hal-hal tsb justru tidak mengikuti sunnah nabi saw, dimana anjuran berdzikir setelah sholat berjamaah telah di rekam dalam kitab-kitab hadits dan di lakukan dari zaman Nabi Muhammad saw yang diteruskan oleh generasi salaf hingga tersambung kepada kita saat ini.

HADITS-HADITS DZIKIR BERJAMAAH

Marilah kita simak sedikit (dari sekian banyak) dalil yang di contohkan oleh Nabi Muhammad saw untuk di ikuti oleh kita semua.

Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah shalat, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata
أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ
Sesungguhnya mengeraskan suara dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan shalat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ibnu Abbas menambahkan, ‘Aku mengetahui mereka selesai shalat dengan itu, apabila aku mendengarnya.dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

“Aku mengetahui selesainya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan takbir.” (HR. al-Bukhari).

Abdullah bin Zubair radhiyallahu ‘anhuma berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ مِنْ صَلاتِهِ يَقُولُ : بِصَوْتِهِ الأَعْلَى : ” لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ ، وَلا نَعْبُدُ إِلا إِيَّاهُ ، لَهُ النِّعْمَةُ ، وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ ، لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mengucapkan salam dari shalatnya akan berkata dengan suaranya yang paling tinggi (keras): laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syay’in qadiir.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan disebutkan oleh Imam Ibnu Qayyimil Jauziyyah dalam kitabnya al-Wabil al-Shayyib.

Selebihnya bisa anda baca di blog kita ini dengan judul “Sunnah menjaharkan dzikir dan doa bersama sesudah sholat fardhu”.

AMALAN MEMIMPIN DOA DENGAN SUARA KERAS YANG RUTIN IBNU TAIMIYAH LAKUKAN SELEPAS SHOLAT JAMAAH

Lalu bagaimana dengan Ibnu Taimiyah yang merupakan panutan sebagian besar mereka yang membid’ahkan amalan umat Islam ini?.

Ibnu Taimiyah setiap selesai sholat mengeraskan suaranya dengan dzikir bersama dengan di pimpin oleh Beliau. Demikian kesaksian murid Ibnu Taimiyah Syekh Al-Bazzar yang di tulis dalam kitabnya Al’alam al-‘Aliyyah, seperti yang tertera pada scan berikut ini :

 

Source: KH. Idrus Romli

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s