KH. R.SUDJA’I (MAMA SINDANGSARI), PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Posted: Februari 4, 2016 in ULAMA ASWAJA PEJUANG NKRI
Tag:

KH. R. Sudja’I lahir di Sindangsari, Cileunyi tahun 1901 adalah seorang tokoh ulama terkemuka di Jawa Barat. Dedikasinya dalam penyebaran syari’at Islam serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia baik semasa merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya tak diragukan lagi. Pada masa itu, beliau menuntut ilmu (mesantren) di Cibaduyut Bandung, Gentur Cianjur (KH. Syatibi), Banjar Ciamis, dan Pesantren Sukamiskin dibawah asuhan KH. Dimyati.

Dalam bidang pendidikan beliau mendirikan pesantren yang didukung oleh ayahnya sendiri yaitu KH. Muhammad Ghazali serta paman dan saudara-saudaranya yakni H. Tami, KH. Siroji dan KH. Dimyati. Perkembangan pesantren tersebut dari tahun ke tahun cukup pesat, sehingga pada tahun 1960-an mulai dibangun pesantren dengan bangunan yang lebih layak. Pembangunan ini didukung juga oleh anak-anak dan menantu beliau. Diantara anak menantu beliau yang paling intensif dalam pendidikan dan pengajaran kepada santrinya adalah KH. Drs. Aceng Djaeni Dahlan, yang kemudian mengembangkan lagi dengan mendirikan Pesantren Sindangsari III pada tahun 1989 dengan nama Sirnagalih 500 meter di sebelah barat Pesantren Al-Jawami dan pada tahun 1993 berkembang dengan mendirikan yayasan pendidikan islam sirna galih (YAPISA) sekaligus mendirikan RA, MTs, MA serta KBIH Yapisa di Kp Ciburial Desa Cileunyi Kulon, Pada tahun 1998 nama pesantren sirnagalih diganti menjadi Syamsul Ma’arif sampai sekarang. Drs. KH. Aceng Djaeni Dahlan meninggal pada 16 Agustus 2001 bertepatan dengan 7 Jumadil Akhir 1412 H dan sekarang Pesantren Syamsul Ma’arif dilanjutkan oleh Puteranya KH. Asep Zaenal Muttaqien, ST, M.Ag. yang kebetulan menjadi sekretaris MUI Jawa Barat dan sekretaris Lajnah Falakiyah NU Jawa Barat.

Kemudian pada tahun 1977-an, nama pesantren sindangsari berubah menjadi pesantren al-Jawami’, seiring dengan diselenggarakannya pendidikan formal selain pesantren tradisional. Al-Jawami’ yang memiliki arti “lengkap dan universal” ini dipilih salah satunya dengan komitmen untuk mengajarkan kitab ushul fiqh Jam‘ul Jawami‘. Pesantren ini juga memilki pendidikan formal seperti madrasah tsanawiyah dan aliyah. Dan sekarang, pesantren ini memiliki perguruan tinggi yang bergabung dengan yayasan YAPATA AL-JAWAMI.

Peranan KH. R. Sudja’i bukan hanya dibidang pendidikan saja, beliau ikut berperan dalam menciptakan kondisi kondusif bangsa setelah kemerdekaan. Beliau sebagai salah satu tokoh mustasyar NU Kab. Bandung dan salah seorang penggagas berdirinya Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat. Secara historis, keberadaan pesantren yang didirikan beliau ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan awal pembentukan MUI Jawa barat. Di pesantren inilah pada tahun 1958 diselenggarakan pertemuan antara Alim dan Umaro, dalam hal ini diwakili Kol. RA. Kosasih sevagai penguasa daerah Swantara I Provinsi Jawa Barat.

KH. R. Sudja’i terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Jawa Barat yang pertama, dibantu oleh anaknya dan menantunya yaitu KH. R. Totoh Abdul Fatah sebagai Penulis I didampingi oleh beberapa ulama terkemuka di Jawa Barat lainnya seperti KH. Badruzzaman, KH. Burhan, KH. Sayid Utsman, KH. Sulaiman, dan KH. Abdul Malik. Adapun dari pihak pemerintahan diwakili oleh Arhatha dan HR. Sutalaksana. Beliau wafat tahun 1984, dimakamkan di komplek Pesantren al-Jawami’, Cileunyi Bandung.

Source: muijabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s