ULAMA SALAFY: KEDUA ORANG TUA NABI SAW SELAMAT DI AKHIRAT

Posted: Februari 22, 2016 in STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT, TAFSIR & QOUL ULAMA
Tag:

asy-syinqithi

Fatwa Syaikh Assyinqiti -Ulama rujukan Salafiyyin – bahwa orang tua Nabi Muhammad saw adalah ahli surga ( Sumber: Kitab Majlis Ilmu bersama Syaikh Muhammad Al Amin Assyinqiti, Hal: 40, penulis ahmad bin muhammad al amin bin ahmad assyinqiti ).

Adalah Halaqah Ilmu beliau di masjid Madinah Nabawi, satu-satunya majlis yg ada di sana, karena kalau di mulai majelis ilmu beliau hampir semua majlis yg ada ikut bergabung mengambil faedah. Syaikh Assyinqiti mengatakan bahwa orang tua nabi ahli surga, karena mereka termasuk ahli fatrah lalu beliau menjelaskan hukum hukum yg terkait dengan ahli fatrah.

Suatu hari, syaikh Assyinqiti di undang kerumah syaikh Abdullah Azzahim, ketika sampai beliau di sambut hangat oleh syaikh Abdullah dan syaikh Assyinqiti di persilahkan duduk di sebelahnya. Di majlis itu hadir juga para hadirin dari kalangan ahli ilmu, masing-masing mereka membawa buku pegangan.

Setelah selesai salam salaman, syaikh Abdullah memperlihatkan kepada syaikh Assyinqiti buku syarah Imam Nawawi tentang hadits – sesungguhnya bapak ku dan bapak kamu masuk neraka.

Syaikh assyinqiti berkata: saya sudah tahu hadits ini. Syaikh abdullah azzahim berkata: kemaren antum menyampaikan di pengajian Nabawi bahwa kedua orang tua nabi termasuk ahli fatrah. Syaikh Assyinqiti menjawab: iya. Karena jawaban saya berdasarkan al Qur’an yg qot’iy matan dan qot’iy dilalah, saya tidak bisa menolak nash yg qot’iy matan dan qot’iy dilalah dengan nash yg zhanniy matan dan zhanniy dilalah ketika mentarjih, hadits ini termasuk khabar ahad. Sama dengan hadits Abi Hurairah riwayat Muslim: saya minta izin ke Allah utk mengunjungi ibuku saya diberi izin, lalu saya minta kepada allah utk di ampuni dosa nya namun tidak diizinkan. hadits diatas zhanniy matan maka tidak bisa menolak qot’iy matan yaitu firman Allah:

( al isra’: 15)ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَث رَسُولًا
Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

jelas sekali ayat diatas qot’iy matan dan qot’iy dilalah. Berbeda dengan hadits: إن أبي وأباك في النار، hadits ini zhanniy matan dan zhanniy dilalah. Ada kemungkinan أبي maknanya paman nabi: Abu Thalib. Karena orang arab kadang kadang memanggil paman dengan الأب، bisa kita temukan pemakaian ini di dalam al quran:

1. Qot’iy matan dan qot’iy dilalah: Al Baqarah: 133:

قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيم
َ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Mereka menjawab, “Kami akan me­nyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.

Nabi Ismail adalah pamannya nabi Ya’qub. Clear: Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.

2. Qot’iy matan dan zhanniy dilalah: Al An’am:84-86.

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلًّا هَدَيْنَا وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (84) وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَإِلْيَاسَ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ (85) وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ (86)

“Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami berikan petunjuk dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, dan Ismail, Al-Yasa’, Yunus, dan Lut. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya).”

Secara Nash Al Qur’an, Ibrahim merupakan ayah bagi Luth padahal berdasarkan hadits beliau merupakan paman nya.

Karena itu kasus arab Badui yg bertanya: dimana ayahku?? Rasulullah menjawab: ayah mu masuk neraka, beliau berpaling mau pulang dlm keadaan sedih. Rasulullah menyuruh sahabat memanggil nya ketika datang, beliau berkata: sesungguhnya bapak ku dan bapak kamu masuk neraka. Maka yg di maksud dengan أبي di hadits adalah paman nabi Abu Thalib.

Kemudian syaikh assyinqiti berkata: kejelasan dlm masalah ini: kedua orangtua Nabi Muhammad saw termasuk ahli fatrah, definisi ahli fatrah: kaum yg tidak mendapatkan peringatan sebelumnya juga tidak mendapatkan Risalah kenabian setelahnya. Dalam kontek ini: ayah nabi ( abdullah) meninggal ketika rasulullah dlm kandungan, sementara ibu rasulullah wafat ketika beliau berumur 6 tahun ( sepakat ulama sirah). kalau begitu kedua duanya termasuk ahli fatrah. Di antara jamaah yg hadir ada yg berkata: orang arab ketika itu mengikuti agama ismail berarti mereka sdh ada yg memberi peringatan.
Syaikh assyinqiti berkata: anda yakin dengan apa yg anda ucapkan??

Jamaah: ya saya yakin.

Syaikh Assyinqiti berkata: bagaimana pendapat mu surat yasin :6 ??
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ
Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

Huruf ما disini faedahnya menafikan peristiwa, dasar nya ada huruf الفاء pada ayat فهم غافلون artinya ada illat karena belum di beri peringatan.

Syaikh Assyinqiti berkata: bagaimana pendapat anda tentang firman Allah swt dlm surat Al Qashas:46??

وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَٰكِنْ رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.”

Bagaimana pendapat anda tentang firman Allah swt dlm surat Assaba’ :44 ??

وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍ

Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun.

Bagaimana pendapat anda tentang firman Allah swt dlm surat Assajadah

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚبَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.
Yang benar bahwa ahli fatrah, orang idiot dan anak-anak musyrikin yg mati ketika masih kecil mereka akan di datang kan api pada hari kiamat di padang mahsyar, api tersebut di minta utk melahap nya, Allah mengetahui diantara mereka ada yg menjadi ahli surga maka api tersebut berubah menjadi dingin dan mereka masuk kedalam kelompok kanan ( ahli surga). Dan Allah juga tahu siapa diantara mereka yg menjadi ahli neraka maka bergabung lah dengan kelompok kiri ( ahli neraka) ibnu Katsir menyebutkan penjelasan itu ketika menafsirkan surat Al Isra’: 15.

Salah seorang dari yg hadir berkata: ini seolah-olah manusia masih di beri beban taklif, padahal akhirat itu merupakan hari pembalasan.

Syaikh Assyinqiti berkata: Apakah anda yakin dengan pendapat mu??

Ya jawab salah seorang jamaah.

Syaikh Assyinqiti berkata: bagaimana pendapat anda tentang firman Allah swt surat Al Qolam :42 ??
يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ
Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa.

Bagaimana ya hadirin?? apakah ayat ini menunjukkan bentuk taklif di padang mahsyar pada hari kiamat yg terdapat dlm al Qur’an ??

Juga terdapat dlm hadits shahih bahwa orang orang beriman akan sujud kepada allah di padang mahsyar dan orang munafik berusaha sujud tetapi tidak bisa, punggung mereka seperti punuk punuk sapi, bukankah ini bentuk beban taklif di padang mahsyar.

Jamaah yg hadir bertanya bukan kah bisa dalil ‘Am di takhsish dengan dalil khas?? Seperti yg di lakukan oleh Jumhurul Ulama? Al isra’ ayat 15 adalah dalil ‘Am, sementara hadits yg berbicara ttg orang perorangan di sebut dalil khos. Yg di keluarkan dari dalil khos maka keluar dari keumuman nash, yg tidak di sebut dalam dalil khos maka tetap berada pada umumnya nash.

Syaikh Assyinqiti berkata: kalau kita memberlakukan takhsish pada masalah ini niscaya menghilangkan hikmah dari keumuman nash yg ada. Allah swt tidak mengazab setiap hamba nya sebelum mereka di beri peringatan oleh para Rasul ketika di dunia. Sekira nya Allah memberi azab kepada mereka sebelum di datangkan peringatan niscaya rusak hikmah yg luarbiasa, dan tentu azab terhadap orang yg seperti itu menjadi hujjah atas Allah pada hari kiamat dan menghilang kan hikmah di utus nya Para Rasul agar tidak ada lagi orang orang yg menuntut keadilan pada hari kiamat sebagimana yg Allah jelaskan dlm Al Qur’an: An Nisa’: 165

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kemudian surat Thoha: 134,

وَلَوْ أَنَّا أَهْلَكْنَاهُمْ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِهِ لَقَالُوا رَبَّنَا لَوْلا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَذِلَّ وَنَخْزَى

Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al-Qur’an itu (diturunkan), tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?

kemudian surat Al Qashas: 47.

. وَلَوْلَا أَنْ تُصِيبَهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَيَقُولُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mu’min”

Maka jelaslah dari dalil-dalil yg ada menguatkan uzur bahwa orangtua Nabi termasuk ahli fatrah, bahwa ahli fatrah akan di uji pada hari kiamat di padang mahsyar. Kita tidak tau siapa diantara mereka yg selamat dari ujian nanti kecuali Allah semata.Hasbunallah wa ni’mal wakil.

Kemudian syaikh abdullah azzahim berkata kepada semua yg hadir: Nasehat ku kepada kalian utk tidak berbicara masalah ini lagi di dalam majlis yg ada laki-laki ini ( syaikh Al amin Assyinqiti) beliau di bekali Allah senjata Hujjah yg dahsyat dari ayat ayat Allah, seolah olah terbentang di depan mata nya semua hujjah. Bahkan jangan berharap hujjah para penentang nya mengeluarkan beliau dari agama. Hanya kepada Allah kita memohon keampunan dan keselamatan.

Source: scc-kepri.com

Berikut ini pula penjelasan dari salah satu ulama Salafy tentang Orang Tua Rasulullah saw

Tambahan :

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

:” لا تؤذوا الأحياء بسبب الأموات ” الطبراني.

Jangan kalian menyakiti (hati) orang yang masih hidup dengan memaki orang yang sudah mati (Riwayat al-Thabrany)

Imam Fudhail bin Iyadh, seorang ulama , , (salafussoleh) ketika menafsirkan ayat, ” sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, berkata:

إن من أعظم الأذى له صلى الله عليه وسلم أن يقال إن أبوي النبي في النار

Sungguh termasuk ke dalam,perbuatan menyakiti Nabi adalah ucapan bahwa kedua orang tua Nabi berada di neraka. (Source Ust. Abdi Kurnia J)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s