SYEKH ALI JUM’AH PUN DI TUDUH SYIAH

Posted: Februari 23, 2016 in STOP MENUDUH BID'AH !!, SYI'AH
Tag:

Syekh Ali Jum'ah

Baru-baru ini tersebar sebuah statemen dari Dr. Jamal Abdussattar, mantan wakil Menteri Agama Mesir di era rezim Ikhwanul Muslimin, bahwa Prof. Dr. Syaikh Ali Jum’ah adalah seorang penganut Syiah. Tuduhan tersebut didasarkan pada cerita dari al-marhum Dr. Abdul Azim al-Muthni.

Sebenarnya tuduhan miring tersebut hanyalah sekedar halusinasi yang tentunya sangat tidak berdasar. Tuduhan itu diungkap ke publik karena kekasalan yang membuncah di kalangan Ikhwanul Muslimin terhadap sosok ulama yang kesohor dan berpengaruh di Mesir, seperti Dr. Ali Jum’ah tersebut. Karena beliau getol memerangi pemikiran radikal yang membahayakan Islam, umat Islam, dan negara Mesir.

Sudah banyak tuduhan-tuduhan tidak berdasar, cacian-cacian, dan kebohongan-kebohongan yang ditebarkan oleh kalangan Ikhwanul Muslimin. Kelompok yang telah resmi dibubarkan di Mesir ini, seakan kehilangan kontrolnya pasca kekalahan politiknya di Mesir. Bahkan, rakyat Mesir sudah tidak percaya lagi dengan kelompok terlarang ini.

Bukan kali ini saja Ikhwanul Muslimin menyerang para ulama terkemuka Al-Azhar asy-Syarif. Sebelumnya, Grand Shaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Thayyib sudah menjadi bulan-bulanan para kader IM, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, saya haturkan ribuan terima kasih kepada redaksi http://www.mosleminfo.com jika sudi menerbitkan tulisan singkat al-faqir ini. Karena al-faqir perhatikan situs ini konsisten menyuarakan Islam moderat, utamanya terkait kondisi terkini di Mesir, tempat al-faqir belajar.

Akidah Syaikh Ali Jum’ah

Bagi orang yang mengenal sosok Syaikh Ali Jum’ah baik secara langsung melalui ceramahnya maupun melalui karya-karya monumentalnya, akan mudah mengenali dan tidak akan ragu bahwa akidah beliau adalah Ahlussunah wal Jamaah (aswaja), bukan Syiah. Tidak akan mengingkari hal itu melainkan orang yang tidak kenal dengan beliau, atau seorang pembohong.

Dalam berbagai ceramah dan karyanya, Dr. Ali Jum’ah selalu konsisten menegakkan manhaj Aswaja dan membelanya. Bahkan beliau menulis buku khusus tentang mazhab Aswaja ini dalam karya beliau yang berjudul “Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah” yang diterbitkan oleh Dar el-Muqatam.

Lebih dari itu, tepat setahun yang lalu, Oktober 2012, Majma’ Buhuts al-Islamiyah (Dewan Riset Ilmiah) Al-Azhar mengadakan seminar ilmiah selama tiga hari, dimulai dari hari Minggu 7/10/2012 hingga Selasa 8/10/2012, bertempat di Auditorium Muhammad Abduh Universitas Al-Azhar Mesir. Tema yang diangkat saat itu adalah “Menghadapi Ideologi Transnasional di Masyarakat”. Seminar ini diselenggarakan Al-Azhar untuk membendung ekspansi Syiah ke Mesir. Para ulama Al-Azhar senior dan sebagian pemikir Islam dihadirkan dalam seminar tersebut, seperti Grand Mufti saat itu Prof. Dr. Ali Jum’ah, Guru Besar Ilmu Hadis Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim, Guru Besar Hadis Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ma’bad Abdul Karim, pemikir Islam kontemporer Prof. Dr. Muhammad Imarah, Dr. Ahmad Salus, dan lain-lain.

Yang perlu digarisbawahi, saat menyampaikan materi di hadapan ratusan peserta seminar, Syaikh Ali Jum’ah mengkritik keras Syiah. Beliau menghimbau agar Syiah tidak getol menyebarkan ajarannya di tengah masyarakat Sunni, karena hal itu akan menimbulkan perselisihan dan ketidakstabilan. Kemudian beliau mempertajam kritikannya pada tema pengubahan Al-Quran, akidah al-bada’ (pengubahan takdir), keadilan sahabat Nabi, taqiyah, ishmah (kemaksuman Ahli Bait), dan lain-lain. Beliau mengkritik Syiah karena berpendapat bahwa Al-Quran yang ada saat ini telah diubah. Beliau dasarkan hal ini pada pendapat ulama Syiah an-Nuri dalam kitabnya “Fashlu al-Khithab fi Tahrif Kitab Rabbi al-Arbab”. Dalam persoalan al-bada’ beliau mengkritik keras Syiah karena berpendapat bahwa Allah bisa saja telah menakdirkan sesuatu, lantas menganulir dan meralatnya. Terkait keadilan para sahabat Nabi, beliau mengkritik Syiah yang kerap menghina para sahabat. Beliau menyebutkan kitab seorang Syiah yang berjudul “Bihar al-Anwar” karya al-Majlisi dimana 5 jilid dari kitab tersebut berisi cacian terhadap para sahabat Nabi.

Sungguh sangat aneh, jika dari sekian ceramah, diskusi, dan karya-karyanya, Syaikh Ali Jum’ah dituduh sebagai seorang pengikut Syiah, hanya berlandaskan cerita seorang syaikh yang sudah al-marhum dan tidak bisa dikonfirmasi lagi. Apakah ini adalah salah satu rentetan kebohongan IM yang nasibnya sudah di ambang kehancuran? Wallahu A’lam.

Ahmad Maulana
Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir

Source: muslimedianews.com

Komentar
  1. adam mengatakan:

    Assalamualaikum…
    Bukankah Ikhwanul Muslimin itu baik? bagaimana dgn pendirinya?

  2. Imam faqih achmad mengatakan:

    Apakah ikhwanul muslimin wahaby menurut Antum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s