BENARKAH SEMUA SYI’AH KAFIR?

Posted: Februari 25, 2016 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT, SYI'AH
Tag:

syiah dan sunni

Pernyataan Syaikhul Azhar terkait masalah Syi’ah ternyata menyulut emosi sebagian orang yang belum bisa memahaminya dengan benar, terutama mengenai status kekafiran Syi’ah. Benarkah tidak semua Syi’ah kafir?

Sekarang mari kita saksikan pernyataan serupa dari ulama lain:

الشيعة فرق كثيرة…

فيهم الكافر وفيهم غير الكافر، وأسهلهم وأيسرهم من يقول علي أفضل من الثلاثة وهذا ليس بكافر لكن مخطئ، فإن علياً هو الرابع والصديق وعمر وعثمان هم أفضل منه، وإذا فضله على أولئك الثلاثة فإنه قد أخطأ وخالف إجماع الصحابة ولكن لا يكون كافراً

“Syi’ah banyak macamnya…

Ada yang kafir, ada juga yang tidak. Yang paling ringan dan rendah adalah orang yang mengatakan bahwa Ali lebih baik daripada tiga Khalifah sebelumnya. Orang semacam ini tidak kafir. Hanya keliru saja. Sebab, Ali adalah Khalifah keempat. Sedangkan Abu Bakar, Umar dan Utsman lebih baik daripadanya. Maka, jika ia mendahulukan Ali daripada ketiganya, maka ia keliru dan menyelisihi kesepakatan sahabat. Tapi ia tidak kafir.” (Fatwa Syaikh Bin Baz)

Lihat di web resminya: http://www.binbaz.org.sa/node/4170

أنا أقول شيئا قد يكون غريبا، أنا لا أتجرأ على القول بتكفير الشيعة أو ما يسمونه بالرافضة إلا إذا عرفنا عقيدة كل واحد منهم

“Saya akan menyampaikan sesuatu yang barangkali dianggap aneh. Saya tidak berani mengkafirkan Syi’ah atau yang biasa disebut Rafidhoh, kecuali apabila saya bisa mengetahui akidah setiap orang di antara mereka.” (Fatwa Syaikh Al-Albani)

Lihat videonya:

Banyak orang belum bisa membedakan antara istilah “kafir” dan “sesat”. Mengenai kesesatan Syi’ah, ini sudah menjadi kesepakatan ulama. Banyak ulama yang menjelaskan kesesatan Syi’ah dalam kitab-kitab mereka. Tapi tidak semua yang sesat adalah kafir.

Kafir berarti keluar dari Islam. Kafir ada yang asli (bawaan) dan ada juga yang pendatang (murtad). Sedangkan sesat adalah menyimpang dari jalan yang lurus. Penyimpangan itu ada yang sampai derajat kekafiran, ada juga yang tidak.

Bayangkan seandainya yang berfatwa seperti ini adalah Syaikhul Azhar atau ulama-ulama Sunni lainnya. Apa komentar mereka?

Semoga penjelasan singkat ini mudah dipahami.

Source: Ust. Danank K

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s