ULAMA SALAFY : JANGAN MUDAH MENGHUKUMI KAFIR!!

Posted: Februari 25, 2016 in STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

Badai laut

ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﻮﻟﻴﺪ اﻟﻜﻨﺪﻱ ﻗﺎﻝ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻧﻤﻴﺮ، ﻋﻦ ﺇﺑﺮاﻫﻴﻢ ﺑﻦ اﻟﻔﻀﻞ، ﻋﻦ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﻤﻘﺒﺮﻱ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «§اﻟﻜﻠﻤﺔ اﻟﺤﻜﻤﺔ ﺿﺎﻟﺔ اﻟﻤﺆﻣﻦ، ﻓﺤﻴﺚ ﻭﺟﺪﻫﺎ ﻓﻬﻮ ﺃﺣﻖ ﺑﻬﺎ»:

Rasulullah saw bersabda: “Kata-kata hikmah (alias ilmu) itu adalah barang kehilangan milik orang beriman, jadi dimanapun kapan pun dia mendapatkannya, maka dia lebih berhak mengambilnya.

Para ulama menghubungkan hadist ini dgn kata-kata Sayidina Ali:
انظر ما قال ولا تنظر من قال
lihatlah apa yang dikatakan oleh seseorang, jangan melihat siapa yg mengatakannya.”

Ada lg tambahan ungkapan dr para ulama:
خذ ما طهر ودع ما كدر
Ambil yg bagus (jernih) ,tinggalkan yg tdk bagus (keruh).”

Syekh ‘Arifi :

Dahulu Nabi Muhammad saw banyak membawakan hadits, bahkan mengenai cerita ummat terdahulu, yang memperingati mereka atas menghukumi manusia lainnya sebagai orang kafir, mengecap orang lain sebagai ahli neraka, dan Nabi menjelaskan kepada sahabat akan luasnya agama Islam ini dan betapa umat Islam sangat luas terhadap masalah udzur.

Berkata Rasulullah saw:

Sungguh seseorang dari kalangan umat terdahulu Allah beri dia kelebihan harta dan sangat melampaui batas terhadap dirinya.

Ketika ajal sudah mendekatinya, dia berkata kepada anak-anaknya: “Aku ini Bapak yang bagaimana menurut kalian?”, anak-anaknya menjawab: “Engkau adalah Bapak yang baik“. Berkata Bapaknya:”Sungguh aku ini tidak pernah berbuat baik sedikitpun, Jika nanti aku meninggal dunia, bakar aku!, kemudian tunggulah dimana hari sedang kencang anginnya, lalu lemparkan debu mayatku setengah di lautan dan setengahnya lagi di daratan. Demi Allah jika Allah sanggup membangkitkan ku kembali, aku akan di azab dengan azab yang belum di timpakan semua mahluk sejagat raya“.

Dan Bapaknya mengambil janji kepada anak-anaknya agar melaksanakan perintahnya tsb. Kemudian setelah Bapaknya meninggal dunia, mayatnya di bakar tulangnya di hancurkan dan debunya dikumpulkan. Kemudian datang hari dimana angin sangat kencang, mereka membuang debu mayat tsb setengah di lautan dan setengah lagi di daratan.

Maka Allah swt mengatakan kepada lautan “kumpulkan semua yang ada padamu wahai laut“, dan berkata kepada daratan “kumpulkan semua yang ada padamu wahai daratan“, dan orang tadi berdiri di hadapan Allah swt. Allah berkata kepada orang itu:”Wahai hambaku apa yang membuat kau melakukan ini?”, orang itu menjawab :”tidak lain aku hanya takut kepada mu ya Allah”. Ternyata malah Allah mengampuni dia.

Padahal orang ini ragu bahwa Allah maha sanggup untuk membangkitkan dia setelah apa yang dia lakukan, dia ragu bahwa Allah sangat bisa membangkitkan dia dalam keadaan hidup-hidup, padahal ragu atas kemampuan Allah adalah kufur, ragu akan hari kebangkitan adalah kufur. Walaupun begitu Allah ampuni orang itu, karena Allah memberi dia udzur dengan ketidak tauan orang itu, dan dia juga punya rasa takut yang besar kepada Allah yang tertanam di hatinya, dan karena kebaikan dia yang ini Allah ampuni dia atas kesalahannya.

Hikmah yang dapat di petik adalah :

  1. Janganlah melampaui hak Allah dengan mudahnya memvonis seseorang itu kafir atau tempatnya adalah di neraka, karena itu adalah hak Allah swt. Tugas kita adalah memperbaiki diri dan beramal sholeh semampu kita.
  2. Meskipun secara zahir seseorang itu pendosa, Allah tetap berbuat baik kepadanya, dengan memanggilnya dengan panggilan yang baik “wahai hamba ku…”, lalu kita sebagai manusia pun justru harus tetap memperlakukan mereka sebagai seorang hamba Allah yang harus diperlakukan dengan baik.
  3. Seberapapun dosa seseorang pasti punya kebaikan yang mungkin bisa saja mengantarkannya kepada surganya Allah swt.
  4. Janganlah pula sombong dengan ‘amal-amal kita karena sesuai dengan sabda Nabi, bahwa karena rahmat Allah swt lah kita masuk kedalam syurganya

Wallahu a’lam

Reff: Ust. Awi Mahmud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s