TAHLIL, YASINAN, MAULIDAN LEBIH BURUK DARI ZINA? BENARKAH?

Posted: Maret 8, 2016 in STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:
Yasinan lebih buruk dari zinah- benarkah itu

Ungkapan seperti ini banyak di jumpai dari kalangan Salafy

Berangkat dari Firman Allah QS. adz-Dzariyat: 56 :

“Tidaklah kuciptakan Jin & Manusia, kecuali untuk beribadah kepada KU”

Jadi untuk apa kita di ciptakan?, untuk apa kita hidup jika bukan untuk beribadah kepada-Nya, karenanya seorang mu’min tak pernah melakukan sesuatu hal, kecuali hal tsb bernilai ibadah & ketaatan kepada-Nya, jika ia bangun tidur, ia berdoa & berniat dengan niat yang baik, begitu seterusnya hingga kita tertidur kembali. semua amal-amalnya akan di usahakan mengandung ibadah.

Qiyas menuntut ilmu dengan Tahlil, Yasinan Maulid, dll

Pertanyaan :
Apakah yang di maksud dengan bid’ah?, dan berapakah macamnya?

Jawab :
Bid’ah, secara bahasa adalah setiap sesuatu yang dikerjakan tanpa mengikuti contoh sebelumnya. Dan dalam syara’ adalah mengadakan sesuatu yang tidak ada asal (sumber) pada masa Rosululloh Saw. Bid’ah terbagi menjadi dua; Bid’ah Dholalah (sesat) yaitu apa yang telah kami jelaskan, dan Bid’ah Hasanah (baik) yaitu apa yang dipandang ummat Islam baik dan tidak menyalahi Kitab atau Sunnah atau Atsar atau Ijma’. (Umdatul Qori, 8/39) .

Pengertian bid’ah yang semacam di atas tsb bisa anda temui dalam kitab-kitab ulama salaf yang lain.

Pertanyaan :
Apakah Perbuatan-perbuatan menuntut ilmu seperti Sekolah, kursus, les, baca artikel, dll bisa di sebuat sebagai bid’ah?

Jawab:
Ya (berangkat dari kata kullu=semua tanpa terkecuali versi ulama-ulama akhir dari Salafi yang memaknai hadits tentang bid’ah) karena Nabi dalam riwayat apapun tidak akan pernah anda temukan Beliau belajar dengan cara bersekolah, kursus, les atau apapun nama kegiatan belajar mengajar yang ada sekarang ini, karena zaman Nabi memang belum ada sekolah, dan hal-hal tsb. Akan tetapi bid’ah-bid’ah semacam itu masuk kedalam kategori bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), karena di pandang oleh umat Islam baik dan tidak menyalahi kitab, sunnah, atsar dan ijma’.

Pertanyaan :
Adakah hal tsb (Sekolah, kursus, les, baca artikel, dll) bernilai ibadah?

Jawab :
Tentu jika di niatkan lillahi ta’ala (Karena Allah) & didasari pula dari anjuran menuntut ilmu dari Qur’an dan hadits Nabi Saw, hal ini sesuai dengan sabda Nabi :

Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim no 1016)

Kegiatan menuntut ilmu itu di dasari dari Firman Allah & Hadits Nabi saw (secara umum), sbb:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat “(Q.s. al-Mujadalah : 11)

Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

Pertanyaan :
Masuk kategori ibadah apakah menuntut ilmu dengan cara bersekolah??

Jawab :
Menuntut ilmu dengan cara bersekolah, kursus, les (atau yang semacamnya) yang di niatkan karena Allah ta’ala masuk dalam kategori ibadah ghoiru Mahdhoh

Pertanyaan:
Apa Itu ibadah Ghoiru Mahdhoh?

Jawab:
Ibadah itu ada dua macam, yaitu ibadah Mahdhoh Singkatnya Ibadah yang sudah di tentukan cara, waktu, tempat, dll yang tidak boleh di rubah-rubah atau di tambah-tambah lagi, seperti :Sholat, Puasa, zakat, Haji. dan yang kedua ibadah Ghoiru Mahdoh, singkatnya Ibadah yang tidak di tentukan cara, tempat dan waktunya, seperti shodaqoh, menuntut ilmu, dll.

Pengertian ibadah tsb di atas dapat di temui dalam kitab-kitab salaf (silahkan pelajari)

Pertanyaan:
Apakah menuntut ilmu dengan cara misal seperti sekolah tsb boleh dilakukan setiap senin s/d sabtu?

Jawab:
Boleh, umumnya yang terjadi di Indonesia kegiatan belajar dengan bersekolah di lakukan setiap hari senin s/d sabtu

***

Hadits-hadits menuntut ilmu tsb di atas tadi adalah umum. Tidak di atur harus caranya bagaimana?, tempatnya dimana?, dan waktunya kapan?. Sebab itu ada yang menginterpretasikannya dengan membuat kegiatan belajar-mengajar di sekolah, ada juga yang kursus, ada yg cuma baca buku, ada yang sambil ngenet (baca artikel di internet, dll), waktunya pun tidak di atur, artinya bisa kapan saja, jika sekolah biasanya di kususkan waktunya 6 hari, yaitu dari hari Senin s/d Sabtu itupun kadang minggu ada yg di tambah les, pelajaran tambahan, dll

Pertanyaan:
Apakah korelasi menuntut ilmu dengan cara bersekolah, les, dll dengan acara semacam Tahlil, Maulid, & Yasinan?

Jawab:
Tidaklah jauh berbeda dengan tahlil, yasinan, Maulidan, dll, yang di isi dengan: sodaqoh karena di dasari dari anjuran bershodaqoh dari Qur’an & hadist-hadits Nabi saw tentang shodaqoh, Dzikir yang di dasari dari anjuran berdzikir dari Qur’an & Hadits Nabi saw, Ta’ziyah, Silaturahmi, membaca Qur’an Tausiah agama, dll. Bahkan acara Tahlil tidak hanya di dasari dari hadits umum, tentang Berdzikir, Baca Qur’an, Shodaqoh, silaturahmi, mengibur ahli mayyit, dll. Akan tetapi di dasari dari atsar sahabat Nabi, sbb :

Sesungguhnya orang mati difitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam quburnya selama 7 hari, dan “mereka” menganjurkan (mensunnahkan) agar memberikan makan (pahalanya) untuk yang meninggal selama 7 hari tersebut”.

“Sesungguhnya sunnah memberikan makan selama 7 hari, telah sampai kepadaku (al-Hafidz) bahwa sesungguhnya amalan ini berkelanjutan dilakukan sampai sekarang (masa al-Hafidz) di Makkah dan Madinah. Maka secara dhahir, amalan ini tidak pernah di tinggalkan sejak masa para shahabat Nabi hingga masa kini (masa al-Hafidz as-Suyuthi), dan sesungguhnya generasi yang datang kemudian telah mengambil amalan ini dari pada salafush shaleh hingga generasai awal Islam. Dan didalam kitab-kitab tarikh ketika menuturkan tentang para Imam, mereka mengatakan “manusia (umat Islam) menegakkan amalan diatas kuburnya selama 7 hari dengan membaca al-Qur’an’. [6]

Riwayat ini sebutkan oleh Imam Ahmad Ahmad bin Hanbal didalam az-Zuhd [1]. Imam Abu Nu’aim al-Ashbahani (w. 430 H) juga menyebutkannya didalam Hilyatul Auliya’ wa Thabaqatul Ashfiyah.[2] Sedangkan Thawus bin Kaisan al-Haulani al-Yamani adalah seorang tabi’in (w. 106 H) ahli zuhud, salah satu Imam yang paling luas keilmuannya. Ibnu Hajar al-Haitami (w. 974) dalam al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubraa dan Imam al-Hafidz as-Suyuthi (w. 911 H) dalam al-Hawil lil-Fatawi mengatakan bahwa dalam riwayat diatas mengandung pengertian bahwa kaum Muslimin telah melakukannya pada masa Rasulullah, sedangkan Rasulullah mengetahui dan taqrir terhadap perkara tersebut. Dikatakan (qil) juga bahwa para sahabat melakukannya namun tidak sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Atas hal ini kemudian dikatakan bahwa khabar ini berasal dari seluruh sahabat maka jadilah itu sebagai Ijma’, dikatakan (qil) hanya sebagian shahabat saja, dan masyhur dimasa mereka tanpa ada yang mengingkarinya.

ungkapan-terbalik

Bahaya pemahaman zina lebih baik dari tahlil. dll

Akankah anda berfikir lebih baik anda melihat manusia larut kedalam zina, daripada mereka hadir dalam acara yang baik yang di isi dengan zikir, tausiah agama, baca Qur’an, mendoakan sesama muslim, silaturahmi, dll yang biasa di Indonesia sebut dengan acara Tahlilan, masyarakat Asia tenggara sebut dengan kenduri kematian, masyarakat Maroko sebut dengan zardah, belum lagi negara seperti Pakistan, Yaman, Cina dll itu sebagai ahli bid’ah yang sesat???

Lalu bagaimana dengan ta’lim atau dauroh yang setiap hari Ahad/ Minggu Salafy adakan?? bid’ahkah??, sunnah kah?? atau apa?? atau tidak ada nilai sama sekali alias percuma dan buang-buang waktu saja??

Komentar
  1. Ijal mengatakan:

    Lebaaaaaarrrrrrrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s