CAHAYA KEBAIKAN DARI RAUT MUKA ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

Posted: Maret 10, 2016 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT

habib-ali-bin-abdurrahman-aljufry

Rasulullah saw di utus Allah kepada ummatnya dalam rangka memperbaiki ahlaq manusia. Sungguh kita telah jumpai banyak dari ummat manusia saat ini terjadi iri dengki, hasad bahkan caci maki hingga tak sedikit yang saling membunuh. (na’udzubillah)

Buruknya perangai mereka terkadang Allah telah perlihatkan dari raut muka seseorang, meskipun orang itu berkulit hitam akan tetapi jika tertanam dalam hatinya Islam dengan ahlak yang baik. muka orang tsb memancarkan cahaya kedamaian, terasa teduh dan menentramkan jika dipandang. Sebaliknya banyak pula yang berkulit putih bersih bahkan sebenarnya zohirnya tampan, akan tetapi Allah buat mukanya seperti muka yang penuh dengan ambisi, dendam bahkan tak bercahaya sama sekali. akibat dari buruknya ahlaq dan perbuatan (na’udzubillah).

Dahulu banyak para sahabat Nabi memandang Nabi saw dengan tak jemu. bahkan di antaranya ada yang tak sanggup melihatnya karena penuh dengan wibawa dan nur dari wajahnya.

Ulama Ahlus Sunnah Waljama'ah

Simaklah hadits Nabi saw berikut ini :

Aisyah Radhiallâhu ‘anha berkata:

“Beliau (Rasulullah) adalah orang yang paling mulia akhlaknya, tidak pernah berlaku keji, tidak pula mengucapkan kata-kata kotor, tidak berbuat gaduh di pasar, dan tidak pernah membalas dengan kejelekan serupa, akan tetapi beliau pemaaf dan pengampun.” (HR Ahmad)

“Belum pernah aku menyaksikan orang yang lebih baik dari Rasulullah;  seakan-akan mentari berjalan  di wajah beliau. Dan belum pernah aku melihat orang yang jalannya lebih cepat dari Rasulullah; seakan-akan bumi dilipat untuk beliau.” (HR Tirmidzi)

Abu Bakar Radhiallâhu ‘anhu berkata: “Orang yang terpercaya dan pilihan, mengajakan kebaikan, dan seperti cahaya bulan purnama yang mengusir kegelapan.”

Ka’b bin Malik Radhiallâhu anhu berkata:

“Apabila bergembira, wajahnya bercahaya, seakan-akan wajah beliau itu sepotong rembulan.”(HR Bukhari)

Abdullah bin Salam Radhiallâhu ‘anhu berkata:

“Ketika Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, orang-orang bergegas menyambut beliau sambil mengucapkan, ‘Rasulullah telah datang…. Rasulullah telah datang…. Rasulullah telah datang…’  aku berusaha menembus kerumunan orang untuk menyaksikan wajah beliau secara langsung. Setelah kuperhatikan wajahnya, aku langsung menyimpulkan  bahwa wajah beliau bukanlah tampang seorang  pendusta. Dan yang pertama kali beliau ucapkan adalah, “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan dan laksanakan shalat ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

2 Keturunan Sayyidina Abu Bakar Siddiq Ra

Keturunan Sayyidna Abu Bakar Siddiq Ra

Carilah kebaikan kepada ulama yang menyejukkan pandangan

Dari sahabat Aisyah, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abu Hurairah, dan Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhum; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اطْلُبوا الخيرَ عِنْدَ حِسَانِ الوُجُوه

Carilah kebaikan di sisi orang-orang yang tampan wajahnya.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Tarikh, Abu Ya’la, al-Thabarani, al-Baihaqi dan lain-lain dengan sanad yang hasan lighairihi.

Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra berkata, bahwa “kebaikan itu akan memberikan cahaya pada wajah”.

Ali bin Abi Tholib pernah berkata: “Lintasan fikiran/­perasaan seseorang akan Allah tampakkan pada dzohir mereka”, Habib Munzir berkata “Jiwa yang banyak mengingat Allah, maka wajahnya akan memancarkan cahaya”.

Dalam “Turjumanul Qur-an (juru bicara al-Qur-an)” yaitu ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a. dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala, “Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula maka yang hitam muram“. (Ali Imran: 106).

Beliau berkata, “Muka yang putih berseri adalah muka Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan muka yang hitam muram adalah muka ahlil bid’ah dan furqah (perselisihan).” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Juz I hal. 390 (QS. Ali Imran: 106).

 

***

Lihatlah ulama manakah yang saat ini teduh wajahnya?, dan dapat di ambil darinya banyak kebaikan?, lihatlah siapa yang saat ini menginginkan perdamaian, persatuan bukan perselisihan?

Ref: KH. Idrus Ramli & hidayatullah.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s