HIKMAH SEDEKAH UNTUK MAYYIT DI DALAM TAHLILAN

Posted: April 5, 2016 in STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:,

TAHLILAN UJE

Sesungguhnya banyak hikmah yang dapat di ambil dari acara tahlilan, atau masyarakat Asia Tenggara (Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand) biasa sebut dengan Kenduri kematian, atau Masyarakat Maroko sebut dengan Zardah, dan ada bebebarapa sebutan/ nama yang berbeda di negara-nergara seperti Yaman, Pakistan, Bangladesh, India, Jeddah – Saudi, dll.

Selain daripada sunnah Nabi dalam upaya menghibur keluarga ahli mayyit agar tidak larut dalam kesedihan (karena menurut ilmu psiklogi bahwa keluarga yang di tinggalkan butuh waktu yang tidak sedikit [bahkan bisa berbulan-bulan] untuk bisa menenangkan diri dari kesedihan akibat kematian anggota keluarganya), juga di dalamnya di isi dengan sunnah Nabi untuk bermajelis dzikir, pembacaan sholawat, pembacaan Qur’an, juga di isi dengan tausiah agama, juga di isi dengan sunnah dan anjuran Nabi yaitu adab sebagai tuan rumah menjamu tamu yang di undang dengan suguhan yang baik. Ada kalanya, bahkan sering saya jumpai para tetangga, saudara dan sahabat membantu keluarga dalam bentuk materi, support dan doa yang mana hal ini di perintahkan oleh Allah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan.

Sungguh besar manfaat yang di adakan dalam acara Tahlilan ini, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Lalu ada pula pahala pembacaan Zikir, Qur’an & doa yang di niatkan shohibul mayyit pahalanya diberikan pula kepada mayyit. Seperti halnya sedekah, Syeikh Maher al-Mueaqly hafidzahullah (Imam Masjidil Haram, Mekah-Arab Saudi) berkata seorang mayit akan memilih “bersedekah” jika bisa hidup kembali ke dunia, mengapa begitu?, coba perhatikan Firman Allah, berikut ini:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tidak mengatakan: “Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa” dll?

Berkata para ulama, Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan keutamaannya setelah dia meninggal.

Maka, …[al-hadits]

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka.

Perkataan Syeikh Maher al-Mueaqly di atas tidaklah berlebihan, bahkan hal itu memanglah anjuran Rasulullah saw, seperti berikut :

عَنِ اْبنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمِى تُوَفِيَتْ أَفَيَنْفَعُهَا أَنْ اَتَصَدَّقَ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنَّ لِى مِحْزفًا اُشْهِدُكَ إَِنِى تَصَدَّقْتُ بِهِاعَنْهَا (رواه البخارى والترمذي وأبو داود والنسائى)

Sahabat Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa seseorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad SAW. Dia berkata; “Ibu saya meninggal, Apakah ada manfa’atnya apabila saya bersedekah untuk ibu saya?” Rasulullah menjawab, “Ya berguna bagi ibumu.” Orang itu berkata lagi, “Saya mempunyai sebuah kebun dan engkau Rasulullah aku jadikan saksi, bahwa aku telah menyedekahkan kebun itu untuk ibu saya.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i)

Sedekah untuk keluarga yang meninggal itu juga dikuatkan dengan Hadits Rasulullah SAW dari Siti ‘Aisyah ra.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِ صلى الله عليه وسلم اِنَّ اُمِّى اُفْتُلِيَتْ (مَاتَتْ فُجْأَةً) وَأَرَا هَالَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا ؟ قَالَ : نَعَمْ. متفق عليه

“Dari Siti ‘Aisyah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW: “Ibu saya mati mendadak, dan saya yakin seandainya dia bisa bicara, dia bersedekah, apakah ibu saya mendapat pahala, seandainya saya bersedekah untuk ibu saya? Rasulullah menjawab, “ya ada pahala bagi ibumu.”(HR Bukhari dan Muslim).

Alhamdulillah masyarakat Indonesia khususnya tak membutuhkan waktu berlama-lama untuk mengikuti anjuran Nabi ini, mereka mengamalkan hal tsb melalui acara tahlilan.

Din Syamsuddin - dalam acara tahlilan

Pic by elhooda.net

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s