MEMBACA BISMILLAH SEBELUM MAKAN & TAMBAHAN “ARRAHMAANIRRAHIIM”

Posted: April 13, 2016 in MADZHAB & KHILAFIYAH, STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:,

Makan

Pendapat tidak bolehnya menambahkan arrahmaanirrahiim setelah membaca bismillah ketika akan makan memang ada, akan tetapi tak sedikit  pendapat yang mengatakan bolehnya meneyempurnakan basmalah.

Ini adalah perkara khilafiyah, yang sebenarnya tak usah di ungkit-ungkit siapa yang paling benar, siapa yang paling shohih, saya paling benar dan dia salah.

Pendapat yang tidak membolehkan

# Ulama Salafy Albani dalam kitab Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah (1/152) :

“Membaca tasmiyah di permulaan makan adalah ‘Bismillah’ dan tidak ada tambahan padanya. Dan semua hadits-hadits yang shahih dalam masalah ini tidak ada tambahannya sedikitpun. Dan saya tidak mengetahui satu haditspun yang di dalamnya ada tambahan (bismillahirrahmanirrahim, pent). Hal ini termasuk bid’ah di sisi ulama fuqaha.”

# Ulama Salafy Murid Albani Syekh Salim Al-Hilaly dalam kitabnya Bahjatun Nazhirin, 2/50) :

“Tidak disunnahkan membaca bismillah setiap kali menyuap makanan. Sesuai dengan teks hadits, disunnahkan untuk membaca “bismillah” saja tidak “bismillahirrahmanirrahim” karena tidak ada dalil yang menjelaskannya. (Bahjatun Nazhirin, 2/50)”

Pendapat yang membolehkan

Imam Nawawi dalam Al Adzkar, hal. 219, mengatakan

Bahwa yang utama adalah berdoa “Bismillahir Rokhmaanir Rokhiim”, jika berdoa “Bismillah” saja telah cukup dan mendapatkan sunnah’. Hal ini berdasarkan riwayat ‘Amr ibnu Abi Salamah ia berkata : ‘aku adalah anak kecil dibawah pengasuhan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, pada waktu itu kedua tanganku mau mencomot apa saja yang ada di piring, sehingga Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam berkata kepadaku : “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah dari yang terdekat” (Muttafaqun ‘Alaih). Wallahu A’lam.

Selain Imam Nawawi yang berpendapat diperbolehkannya membaca Basmalah secara lengkap, ada juga Imam Al Ghozali yang pendapatnya dinukil oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam “Fathul Bari” (15/246)

ِSyaikh Abun Najaa Musa bin Ahmad Al Hajjaawiy (Ulama madzhab Hambali)  dalam “Al Iqnaa’ berkata:

“Seandainya ditambahkan Ar-Rokhmaanir Rokhiim, maka itu lebih baik’”.

Wallahu a’lam

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s