SEJARAH KUBAH MASJID YANG DI ADOPSI DARI NON ISLAM (ISLAM TIDAK ANTI TRADISI & BUDAYA)

Posted: April 19, 2016 in KHAZANAH ISLAM, SEJARAH, STOP MENUDUH BID'AH !!
Tag:
Masjid untuk sholat Id di Saudi

Masjid yang khusus di buka untuk sholat Id saja di Arab Saudi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan, untuk menekuni agama Islam bukan dengan mengedepankan perbedaan, terus memusuhi umat lain dan meninggalkan akar budaya. Tetapi dengan menghormati perbedaan beragama sekaligus melestarikan budaya. Karena kebudayaan Islam juga didopsi dari berbagai kebudayaan kepercayaan lain.

Kang Said, demikian ia biasa disapa, memberikan contoh tentang kubah masjid dan menara yang kental dengan budaya Islam Timur Tengah. Menurutnya, bentuk kubah tersebut diadopsi dari gereja, sedangkan menara adalah tempat menyembah api bagi kaum Majusi.

“Apa kata sahabat ketika itu? Syirik? Bid’ah? Tidak begitu. Apinya dibuang, menaranya diabadikan bahkan untuk monumen tempat ibadah Islam, masjid.  Jadi menara itu bukan dari Mekah, bukan dari Madinah, tapi dari Majusi,” paparnya menyampaikan materi tentang Islam Nusantara pada kuliah umum yang digelar di auditorium Universitas Negeri Semarang, Sabtu (16/4)

Begitu juga dengan kubah. Doktor jebolan Universitas Ummul Qura ini menerangkan bahwa kubah meniru bangunan gereja karena dianggap dapat meluruskan shaf yang terputus oleh tiang. Sebab dengan bentuk seperti itu maka bangunan tidak memerlukan tiang. “Jadi kubah itu, Adik-adik, dari gereja. Menara dari Majusi. Paham mboten?” tegasnya di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum itu.

Mengenal Sejarah Kubah

Seperti halnya menara dan mihrab, secara historis kubah belum dikenal pada masa Rasulullah SAW. Arsitektur terkemuka, Prof K Cresswell dalam Early Muslim Architecture menyatakan bahwa pada desain awal masjid Madinah sama sekali belum mengenal kubah. Dalam rekonstruksi arsitekturnya, Cresswell menunjukkan betapa sederhananya masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW.

Arsitektur awal masjid Rasul berbentuk segi empat dengan dinding sebagai pembatas sekelilingnya. Di sepanjang bagian dalam dinding tersebut dibuat semacam serambi yang langsung berhubungan dengan lapangan terbuka yang berada di tengahnya. Seiring berkembangnya teknologi arsitektur, maka kubah pun muncul sebagai penutup bangunan masjid.

Kubah secara etimologi ditemukan dari kata cupola (yunani) yg artinya rumah tuhan/dewa. Bangunan kubah sudah ada sejak bangsa yunani berjaya sebelum ditaklukan bangsa romawi. bangsa romawi mengadopsi kubah pada bangunan kuil2nya. yang akhirnya digunakan juga pada istana kaisar. ketika bangsa romawi menguasai dunia, banyak membangun istana atau kuil dengan kubah ditanah jajahan, hingga ke palestina. kubah diadopsi oleh penganut yahudi dan kristen dalam membangun tempat ibadah. ketika khalifah umar menguasai pelestina, beliau membangun al aqsa dengan kubah dan al sakhra dengan kubah emas agar umat islam tidak terpesona oleh bangunan non islam (kuil, sinagog, gereja) yang megah dengan kubah. sejak itu kubah diadopsi dalam bagunan masjid.

Kubah memang bukan berasal dan berakar dari arsitektur Islam. Itu karena memang ajaran Islam tidak membawa secara langsung tradisi budaya fisik atau Islam tidak mengajarkan secara konkrit tata bentuk arsitektur. Islam memberi kesempatan kepada umatnya untuk menentukan pilihan-pilihan fisiknya pada akal-budi.
Hampir semua kebudayaan mengenal dan memiliki kubah. Dari masa ke masa bentuk kubah selalu berubah-ubah. Konon, peradaban pertama yang mengenal dan menggunakan kubah adalah bangsa Mesopotamia sejak 6000 tahun yang lalu. Pada abad ke-14 SM, di Mycenaean Greeks sudah ditemukan bangunan makam berbentuk kubah (tholos tombs).

Mesopotamia dalam kilas sejarah

Mesopotamia dalam kilas sejarah

Namun, ada pula yang menyatakan bahwa kubah mulai muncul pada masa Imperium Romawi, sekitar tahun 100 M. Salah satu buktinya adalah bangunan pantheon (kuil) di kota Roma yang dibangun Raja Hadria pada 118 M – 128 M. Penggunaan kubah tercatat mulai berkembang pesat di periode awal masa Kristen.

Kuil Pantheon Katolik Roma

Kuil Pantheon Katolik Roma – Italy

Gedung Santa Costanza di Roma Italia

Gedung Santa Constanza di Roma – Italy

 

Struktur dan bentang kubah pada waktu itu tak terlalu besar, seperti terdapat pada bangunan Santa Costanza di Roma. Pada era kekuasaan Bizantium, Kaisar Justinian juga telah membangun kubah kuno yang megah. Pada tahun 500 M, dia menggunakan kubah pada bangunan Hagia Spohia di Konstantinopel.

Interior Kubah Masjid Hagia Sophia yang sebelumnya adalah gereja

Interior Masjid Hagia Sophia di Turki yang sebelumnya adalah Gereja

Lalu sejak kapan Islam mulai menggunakan kubah pada arsitektur masjid? Secara historis dan arkeologis, kubah pertama dalam arsitektur Islam ditemukan di Kubah Batu (Dome of Rock) atau yang biasa dikenal sebagai Masjid Umar di Yerusalem. Kubah Batu dibangun sekitar tahun 685 M sampai 691 M.

Dome of The Rock (kubah batu)

Dome of the Rock (kubah Batu)

Interior Kubah Batu dihiasi dengan arabesk – hiasan berbentuk geometris, tanaman rambatan dan ornamen kaligrafi. Unsur hiasan sempat menjadi ciri khas arsitektur Islam sejak abad ke-7 M. Hingga kini, kaligrafi masih menjadi ornamen yang menghiasi interior bangunan sebuah masjid.

Sejak saat itulah, para arsitek Islam terus mengembangkan beragam gaya kubah pada masjid yang dibangunnya. Pada abad ke-12 M, di Kairo kubah menjadi semacam lambang arsitektur nasional Mesir dalam struktur masyarakat Islam. Dari masa ke masa bentuk kubah pada masjid juga terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Ketika Islam menyebar dan berinteraksi dengan budaya dan peradaban lain, para arsitek Islam tampaknya tidak segan-segan untuk mengambil pilihan-pilihan bentuk yang sudah ada, termasuk teknik dan cara membangun yang memang sudah dimiliki oleh masyarakat setempat tersebut.

Tak heran, jika bentuk kubah masjid pun terbilang beragam, sesuai dengan budaya dan tempat masyarakat Muslim tinggal. Hampir di setiap negara berpenduduk Muslim memiliki masjid berkubah. Di antara masjid berkubah yang terkenal antara lain; Masjid Biru di Istanbul Turki, Taj Mahal di Agra India, Kubah Batu di Yerusalem, dan lainnya.

Masjid Berkubah di Indonesia

Dari sebuah sumber disebutkan, kehadiran kubahpada bangunan masjid di Indonesia terbilang baru, sekitar abad ke-19 M. Bahkan di Jawa, atap masjid berkubah baru muncul pada pertengahan abad ke-20 M.

Di indonesia masjid berkubah pertama adalah masjid baiturakhman di banda aceh, karya arsitek belanda de bruijn sebagai pengganti masjid raya banda aceh yang berarsitektur vernakular yang dibakar belanda sebelumnya.

Masjid Baiturrahman di Aceh Besar yang menggunakan kubah

Masjid Baiturrahman Aceh Besar dengan kubah

Tapi jauh sebelumnya, masjid-masjid di Indonesia tidak mengunakan desain kubah pada bagian atas masjidnya, melainkan bentuk-bentuk minimalis dan berundak. Misalnya masjid Agung Demak atau Masjid Agung Banten.

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak tidak berkubah

Ini membuktikan bahwa kubah sebenarnya bukan asli warisan budaya Islam, melainkan adopsi budaya dari luar Islam yang kini justru menjadi identik sebagai bangunan tempat ibadah umat Islam dan seringkali bentuk kubah menjadi logo atau simbolisasi Islam.

M3361S-3034

Masjid Agung Banten tak berkubah

Wallahu a’lam

Source: Nu.or.id, divanikaligrafi & Ratualit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s