KH. GHOZI NURHASAN, PECINTA ANAK YATIM 5 TAHUN JASADNYA TETAP UTUH

Posted: Mei 4, 2016 in NEWS & INFO, TRUE STORY
Tag:,

KH Ghozi Noerhasan

BERKAH PEDULI ANAK YATIM, 5 TAHUN SETELAH WAFAT JENAZAHNYA MASIH UTUH

Sabtu 18 Rabiul Awal 1417 H/03 Agustus 1996 M, masyarakat Sidogiri dan sekitarnya berduka dengan wafatnnya tokoh pemerhati dan penyayang mereka. Sosok bersahaja dan dermawan yang dikenal sangat dekat dengan mayarakatnya. Lebih-lebih para fakir miskin dan anak yatim. Gema tahlil yang diiringi doa dari para santri dan pelayat terus berdatangan memecah keheningan malam itu, hingga esok harinya rombongan demi rombongan bergantian mengikuti salat jenazah hingga pukul 11 siang. Jenazah lalu dikebumikan di pemakaman keluarga masayikh Sidogiri.

Beliau adalah KH Ghozi Noerhasan, putra KH Noerhasan bin Nawawie bin Noerhasan bin Noerkhotim bin Asror bin Abdullah bin Sayid Sulaiman. Di antara sifat beliau yang paling menonjol adalah kedermawanannya. Hampir semua warga Sidogiri pernah merasakan kedermawanan beliau. Bukan hanya membantu orang-orang yang dalam kesulitan, tapi juga memberdayakan mereka hingga bisa memiliki penghasilan. Khususnya terhadap anak-anak yatim, perhatian beliau sangat besar.

Beliau mendirikan madarasah khusus untuk anak yatim yang
diberi nama Tarbiyatul Aytam atau Pendidikan Anak Yatim (PAY) . Puluhan anak yatim dari desa sekitar dijemputnya pulang-pergi untuk disekolahkan di madrasah yatim tersebut. Segala kebutuhannya beliau penuhi. Sampai mobil anggkutan milik beliau yang bertuliskan PPAY juga dialokasikan untuk anak yatim. Ketika kekurangan dana, beliau juga rela terjun langsung ke rumah-rumah untuk mencari dana. Saking besarnya perhatian beliau terhadap anak yatim, masyarakat menyebut beliau abul-yatama (ayah bagi anak-anak yatim).

Lima tahun setelah wafat Ketua Umum PPS ini, Pada tahun 2001 paman beliau, KH Hasani Nawawie wafat dan hendak dikebumikan berdekatan dengan beliau. Peristiwa menakjubkan terlihat saat penggalian makam. Tanpa sengaja para penggali makam mengenai jasad KH Ghozi yang sudah wafat lima tahun yang lalu. Subhanallah, jasad KH Ghozi terlihat masih utuh dengan kain kain kafan yang masih putih bersih seperti baru saja dimakamkan. Ada ulama yang mengatakan, keistimewaan ini karena kepedulian beliau terhadap anak yatim. Semoga kita bisa meneladaninya.

Disarikan dari buku Jejah Langkah 9 Masyayikh Sidogiri 2, hal: 300.

Source: LAZ Sidogiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s