NU AFGHANISTAN KINI MILIKI KEPENGURUSAN DI 22 PROVINSI

Posted: Mei 9, 2016 in NEWS & INFO, SILATURAHMI & PERSAUDARAAN ASWAJA, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:,

NU_Afghanistan

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) pertama yang merupakan warga non-Indonesia berasal dari Afghanistan yakni Dr Fazal Ghani Kakar, seorang ulama dari negeri tersebut, diundang Pengurus Cabang NU Kota Bogor dalam sebuah diskusi.

“Kami mengundang salah satu ulama terkemuka Afghanistan yang juga sekaligus Ketua Nahdlatul Ulama Afghanistan Dr Fazal Ghani Kakar dalam diskusi bertajuk `Dinamika Islam Global dan Peran NU di fghanistan,” kata Ketua Pengurus Cabang NU Kota Bogor Dr Ifan Haryanto kepada Antara di Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Ia menjelaskan dalam diskusi yang dilangsungkan pada Rabu (4/5) di Bogor itu juga dihadiri para ulama jajaran Pengurus Tanfidziyah yang dipimpin Ifan Haryanto, rois syuriah, musytasyar serta para sesepuh PCNU Kota Bogor.

Pada diskusi tersebut Fazal Ghani Kakar menyampaikan NU Afghanistan telah berdiri sejak 2011 di mana pengurus dan anggotanya merupakan ulama Afghanistan asli.

Nahdlatul Ulama Afganistan (NUA) yang lahirnya terinspirasi dari NU di Indonesia terus mengalami kemajuan. Saat ini NU Afganistan sudah mempunyai kepengurusan di 22 provinsi yang melibatkan lebih dari 6000 ulama berkebangsaan asli Afganistan.

NU Afganistan terpisah sama sekali secara struktural dari PBNU, tak seperti Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) yang tersebar di mancanegara. Para ulama moderat Afganistan “mencangkok” NU dari Indonesia untuk mempercepat proses perdamaian di sana.

Kabar perkembangan NU Afganistan tersebut disampaikan Ketua NUA Dr Fazal Ghani Kakar, saat memenuhi undangan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5). Pertemuan dikemas dalam diskusi bertajuk “Dinamika Islam Global dan Peran NU di Afganistan”. Turut hadir ketua PCNU Bogor Ifan Haryanto beserta segenap pengurus tanfidziyah, syuriyah, dan mustasyar PCNU setempat.

Kakar berharap ke depan NU Afganistan akan berkembang sebagai organisasi yang membumikan ajaran Ahlussunah wal Jama’ah di Afganistan. Perkembangan NU di Afganistan, katanya, bisa dikatakan sangat pesat.

Ketua NUA pertama ini juga menjelaskan, sebelum perang di Afganistan berlangsung, masyarakat Afganistan pada umumnya merupakan masyarakat Islam yang moderat. Ketika perang meletus dan melibatkan mujahidin dari berbagai negara, mulailah masuk paham garis keras (takfiri) dan memperparah ketidakstabilan politik di berbagai belahan bumi Afganistan. Keterlibatan berbagai kelompok kepentingan membuat perang di Afganistan semakin menjadi.

Kehadiran NU di Afganistan diharapkan menjadi oase di tengah kerinduan masyarakat Afganistan yang cinta damai, yang pada umumnya menganut ajaran Ahlussunah wal Jama’ah.

Dr Kakar berpendapat, NU Afganistan bisa mencontoh NU di Indonesia, yang menurutnya telah menjadi soul of nation (jiwa dari bangsa Indonesia). Ia menginginkan NU di Afganistan menjadi organisasi besar yg dihormati perannya karena semangatnya untuk menyampaikan pesan kedamaian, solidaritas dan kemanusiaan.

Ia menjelaskan saat ini telah terbentuk kepengurusan NU Afghanistan pada 22 provinsi, dan telah melibatkan lebih dari 6.000 ulama se-Afghanistan.

Pihaknya berharap ke depan NU Afghanistan akan berkembang sebagai organisasi yang membumikan ajaran “Ahlussunah Waljamaah” di Afghanistan.

Ia mengemukakan perkembangan NU di Afghanistan bisa dikatakan sangat pesat, terbukti dengan lahirnya kepengurusan di puluhan provinsi di negara itu.

Dirinya menginginkan NU di Afghanistan menjadi organisasi besar yang dihormati perannya karena semangatnya untuk menyampaikan pesan kedamaian, solidaritas dan kemanusiaan.

Usai diskusi Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto bertukar cendera mata dengan Ketua NU Afganistan Dr Fazal Ghani kakar.

Ifan Haryanto memberikan kopiah hitam dan sarung yang merupakan ciri khas busana muslim Indonesia. Sedangkan Dr Kakar memberikan “pakol”, kopiah khas Afghanistan.

NU Afganistan dan NU Indonesia

Source: antaranews & NU.or.id

Komentar
  1. saif mengatakan:

    Semoga tetap lestari dan tambah maju ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah di dunia

  2. Mael mengatakan:

    Semoga Sukses …. NU bukan milik Indonesia, melainkan milik ummat islam dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s