PEMBUKUAN USHUL FIQIH OLEH ULAMA NUSANTARA

Posted: Juni 14, 2016 in KHAZANAH ISLAM, KITAB KARYA ULAMA NUSANTARA, KONTRIBUSI ULAMA ASWAJA, TOKOH
Tag:, ,

nafahat

Perhatian menulis penduduk Indonesia umumnya lebih banyak dicurahkan pada permasalahan tasawwuf.  Sejak berdirinya Kerajaan Islam di Aceh, buku-buku yang bertemakan tasawwuf pesat ditulis dan dipelajari. Anda bisa melihat, misalnya, karya-karya Hamzah Fanshuri -bapak sastra Melayu klasik- dan muridnya, Syamsuddin Sumathrani, yang dikemudian hari difatwakan kafir oleh Nuruddin Ar-Raniri dan dibakar di depan Masjid Baeturrahman. Sulthan pun mendukung langkahnya, di samping pengikut-pengikutnya diburu untuk dibunuh jika enggan bertaubat dari itiqad kafirnya itu. Pasalnya mereka berkeyakinan wihdatul wujud alias manunggaling kawulo gusti.

Di masa berikutnya muncullah kitab Daqaiqul Huruf karya Abdurrauf bin Ali Al-Fanshuri -penulis tafsir lengkap pertama di bumi Nusantara, Turjumanul Mustafid I/2-, yang bertariqat Syathariyyah.

Selanjutnya datanglah Abdush Shamad bin Abdurrahman Al-Falimbani yang cukup berpengaruh di dunia tasawwuf hingga detik ini. Dua bukunya yang hingga saat ini terus dicetak dan dipelajari ialah: Hidayatus Salikin fi Maslak Sulukil Muttaqin (syarah Bidayatul Hidayah-nya Al-Ghazali). Buku ini ditashhih dan ditaqrizh Ahmad Al-Fathani. Sair As-Salikin ila ‘Ibadah Rabbil Alamin I-2. Buku ini merupakan syarah ikhtishar Ihya -nya Al-Ghazali. Buku ini dicet. Mushthafa Al-Babi Al-Halabi Mesir, Darul Fikr Beirut, dan lainnya.

Selanjutnya datang pula ulama-ulama Minang yang banyak menulis tasawwuf ala Naqsyabandiyyah dan di Jawa muncul, misalnya, Muhammad Shalih bin Umar As-Samarani alias KH.Shaleh Darat, Ahmad Ripangi, Khalil bin Abdul Lathif Al-Bankalani, dan lainnya.

Adapun selain tema tasawwuf, yang cukup banyak ditulis ialah fiqih, yang sebagiannya merupakan karya yang mendunia. Lihat saja misalnya: Nihayatuz Zain syarah Qurratul Ain, Kasyifatus Saja syarh Safinatun Naja, Fathul Mujib syarah Manasik Al-Khtahib, Ats-Tsimar Al-Yani’ah fi Ar-Reyadh Al-Bade’ah yang kesuluruhannya ditulis Muhammad Nawawi bin Umar Al-Bantani. Mauhibah Dzil Fadhl 1-8 oleh Muhammad Mahfuzh bin Abdullah At-Tarmisi.

Sedangkan tema ushul fiqih dan qawa’idnya, maka terbilang minim. Dan berikut contoh usaha sejumlah ulama dalam hal ini:

  • Ahmad bin Abdul Lathif Al-Khtathib Al-Minangkabawi, imam & khathib Masjidil Haram di masa Dinasti Otonom, menulis Hasyiyah An-Nafahat ‘ala Syarhil Waraqat yang sampai saat ini masih bertebaran di pasaran.
  • Muhammad Mahfuzh bin Abdullah At-Tarmisi menulis dua buku yang cukup spektakuler, yaitu:
    Is’aful Muthali’ syarah Nazham-nya Al-Asymuni untuk Jam’ul Jawami’. Buku ini pernah dijadikan sebagai penulisan disertasi di Ummul Qura University.
    Nailul Ma’mul ‘ala Lubbi Al-Ushul fi ‘Ilm Al-Ushul setebal 3 jilid. Kitab ini sebenarnya bukan hanya catatan kaki ringan, namun lebih tepat dikatakan sebagai penjelasan lebih lanjut terhadap kitab yang pernah ditulis Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshari –rahimahullah-.
  • ‘Abdul Haq bin ‘Abdul Hannan Al-Jawi Asy-Syafi’i, cucu daripada Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Jawi. Beliau menulis penjelasan untuk Mukhtashar Al-Waraqat karya Abul Hasan Al-Bakri dalam kitabnya, Al-Aqwal Al-Mulhaqat syarah Mukhtashar Al-Waraqat.
  • ‘Abdul Hamid bin Muhammad ‘Ali Kudus Al-Makki. Beliau menulis penjelasan untuk nazham Al-Waraqat karya Al-‘Amrithi dalam kitabnya, Latha-if Al-Isyarat ‘ala Nazhm Al-Waraqat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyat.
  • Abdul Karim Amrullah, santrinya Ahmad Khathib di atas, menulis dalam bahasa Melayu tulisan Arab. Buku tersebut bertajuk Sullam Al-Wushul ila Sama’ ‘Ilm Al-Ushul. Buku ini terbit dalam dua edisi. Edisi pertama terbit dalam aksara Arab meski bahasanya Melayu. Sedangkan edisi kedua terbit berulang kala dengan aksara latin.

Orang yang bertindak mengalih aksarakan kitab ini tak lain ialah putera penulis, yaitu Buya Hamka. Dalam pengantarnya, beliau menjelaskan latar belakang pengalihaksaraan kitab ushul sang pembaharu di Minangkabau itu. Ringkasnya, ketika Buya Hamka menerbitkan bukunya, Ayahku, datanglah sejumlah kawan mempertanyakan kitab Syaikh ‘Abdul Karim Amrullah apa saja yang masih dapat dijumpai. Salah satu dari sekian banyak kitab peninggalan Inyiak Rasul, demikian sapaan akrab Dr. Abdul Karim Amrullah, ialah Sullam Al-Wushul. Oleh karena di zaman belakangan ini banyak orang yang tidak pandai membaca Arab-Melayu, orang-orang pun meminta pada Buya Hamka kiranya bersedia mengalihaksarakan kitab ushul bapaknya itu supaya manfaatnya dapat dirasa bersama. Permintaan itu pun disambut positif oleh Buya Hamka dan akhirnya muncullah edisi latinnya yang di kemudian hari dicetak berulang kali.

  • Muhsin bin Ali Al-Falimbani menulis Madkhalul Wushul ila ‘Ilmil Ushul. Beliau mengumpulkan berbagai syarah Al-Waraqat dan disusun dalam bentuk soal-jawab.

Kitab yang satu ini boleh dikata merupakan kitab monumental dan banyak digandrungi oleh pelajar-pelajar Makkah di masa penulisnya. Bahkan sebagian ulama menjadikannya sebagai kitab bahasan dalam majelis-majelis mereka. Tentu saja ini merupakan prestasi tersendiri mengingat banyaknya kitab ushul fiqih, namun Madkhal Al-Wushul tetap mendapat tempat tersendiri di tengah mereka. Maka tak heran jika dalam waktu singkat sudah dicetak berulang kali.

Mengingat ramainya penuntut ilmu yang mempelajarinya, sedangkan sebagian mereka ketika membaca kitab tersebut merasa perlu ada tambahan penjelas, datanglah sosok ulama besar Makkah asal Padang, Syaikh Muhammad Yasin bin Muhammad ‘Isa Al-Fadani Al-Makki –rahimahullah-, memberi penjelasan lebih lanjut. Dari situlah muncul kitabnya, Tatmim Ad-Dukhul Ta’liqat ‘ala Madkhal Al-Wushul ila ‘Ilm Al-Ushul.

Kemasyhuran kitab ini ternyata tidak hanya berhenti di masa penulisnya masih hidup, bahkan hingga wafatnya. Hal ini terbukti dengan masih adanya sejumlah ulama yang mengajarkan kitab Madkhal Al-Wushul pada murid-muridnya, yang paling menonjol ialah Syaikh Shalih bin ‘Abdullah Al-‘Ushaimi.

  • Zakariya bin Abdullah Bela Al-Makki. Ulama asal Tambusai ini memang terkenal dengan kepakarannya di banyak bidang disiplin ilmu. Sehingga banyak orang menggelarinya “mutafannin”. Dari banyak bidang yang digelutinya itu ialah ushul fiqih. Sejarah mencatat, beliau telah berhasil meninggalkan warisan intelektual dalam bidang ini, yaitu:
  • Ad-Durr Al-Maqbul nazhm Lubb Al-Ushul, yakni nazham untuk kitab Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshari yang bertajuk Lubb Al-Ushul fi ‘Ilm Al-Ushul.
  • Asna At-Taqrirat syarh Nazhm Al-Waraqat.
  • Syarh Manzhumah Al-Waraqat Yahya Al-‘Amrithi.
  • Muhammad As’ad bin ‘Abdur Rasyid Al-Bugisi. Beliau menulis:
  • Nazham Sullam Al-Wushul
  • Nail Al-Ma’mul syarh Nazham Sullam Al-Wushul
  • Abul Faidh Muh. Yasin bin Muh. Isa Al-Fadani menulis Bughyatul Musytaq syarah Luma’ Abi Ishaq. Ada pula syarah yang lebih ringkas yang pernah beliau tulis. Inilah yang banyak tersebar saat ini. Sebab syarah sebelumnya belum diterbitkan dan masih dalam bentuk manuskrib. Bahkan konon hilang tak dijumpai lagi. Penulis kita yang satu ini termasuk penulis yang produktif. Tidak ada satu disiplin ilmu, kecuali beliau menulis dalam bidang itu, sebagaimana cerita Dr. Mahmud Sa’id Mamduh, salah satu muridnya. Tulisannya yang terbesar ialah syarah Sunan Abu Dawud yang berjudul Ad-Durr Al-Mandhud dalam 20 jilid. Buku syarh mukhtashar di atas telah ditahqiq dan diterbitkan Dar Ibn Katsir Damaskus.
  • Syaikh Manshur gelar Datuk Nagari Basa, perintis Yayasan Tarbiyah Islamiyah (YATI). Beliau menulis Bidayah Al-Ushul fi Ma’arij Al-Ushul.
  • Abdul Hamid Hakim yang biasa disapa Tuanku Mudo menulis 3 buah buku: Al-Mabadi’ Al-Awwaliyyah, As-Sulam, dan Al-Bayan.

Wallahua’lam.

Bogor, Sabtu 19 Muharram 1435 H.

Reff: Mauhub

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s