SAYYIDAH NAFISAH GURU IMAM SYAFI’I YANG MENGGALI KUBURNYA SENDIRI

Posted: Juni 23, 2016 in AMAL GENERASI SALAF, TOKOH, TRUE STORY
Tag:,
Kuburan Baqi

Kuburan baqi, ilustration pic by dreamlife

Beliau adalah putri Hasan al-Anwar bin Zaid bin Hasan bin Ali dan Sayyidah Fathimah az-Zahra’, putri Rasululullah Saw. Wanita yang lahir pada tahun 145 H sejak kecil ini sudah hafal al-Qur’an. Beliau merupakan wanita ahli ibadah dari kalangan ahlul bait sekaligus guru dari Imam As Syafi’i.

Guru para Fuqoha, Muhadditsin & Ahli Tasawwuf

Sayyidah Nafisah diakui menguasai tafsir dan Hadits-hadits Rasulullah. Banyak ulama yang belajar kepadanya, Sayyidah Nafisah dikunjungi oleh banyak fuqaha, tokoh-tokoh tasawuf, dan orang-orang saleh. Di antara mereka adalah Imam Syafi’i, Imam ‘Utsman bin Sa’id al-Mishri, Dzun Nun al-Mishri, Al Mishri as-Samarqandi, Imam Abubakar al-Adfawi dan banyak ulama lain. Wanita ini pindah dari Madinah menuju Mesir pada usia 48 tahun. dan menetap di negeri itu selama 7 tahun hingga akhir hayatnya.

Mengetahui kedatangannya, penduduk Mesir dari berbagai pelosok negeri berdatangan ke tempatnya untuk belajar Islam. Bahkan banyak ulama yang mengambil manfaat ilmunya, diantara Imam Syafi’i yang datang lima tahun berikutnya.

Imam Syafi’i banyak mendapat Hadits darinya. Bahkan jika sakit, Imam Syafi’i mengutus muridnya sebagai penggantinya.

Ketika Imam Syafi’i hendak wafat, berwasiat agar Sayyidah Nafisah mau menshalatkan jenazahnya. Ketika Imam Syafi’i wafat, jenazahnya dibawa dari rumahnya di kota Fusthath ke rumah Sayyidah Nafisah. Di situ ia menyalatkannya. Yang menjadi Imam adalah Abu Ya’qub al Buwaithi, salah seorang sahabat Imam Syafi’i.

Karomah

Beliau adalah Wali Allah dari Kalangan Wanita, diantara karomahnya adalah :

# Keranjang makanan

Al Qona’I berkata : aku bertanya kepada zainab keponakan beliau: “Apakah makanan bibimu sehari-hari? “Ia menjawab: “beliau hanya makan sekali selama tiga hari, keranjang makanan beliau tergantung di depan tempat sholat. Dan setiap kali beliau mengiginkan makanan , aku selalu mendapatkannya di dalam keranjang tersebut. Maka Alhamdulillah kami bisa menyaksikan (karomah) yang telah diberikan Allah kepada Sayyidah Maryam”.

# Mengalirnya kembali sungai Nil

Sa’ad ibn hasan berkata: pada zaman beliau sungai Nil pernah kering, kemudian orang-orang mendatangi beliau dan meminta doa darinya. Beliau memberikan cadarnya kepada mereka, kemudian mereka membawanya dan melemparkannya ke dalam sungai. Setelah itu mengalirlah air sungai tersebut sebelum orang-orang meninggalkannya.

# Seekor ular besar

Al Imam Auza’i – imam dan pakar fiqih daratan Syam- (wft. 159H) berkata: Aku bertanya kepada Jauharah – salah satu budak Hasan al Anwar- :Apakah engkau melihat sebuah karomah pada saat sayyidah Nafisah masih kecil? Ia menjawab : “Ya, ketika itu udara sangat panas sekali dan di sampingku ada secawan air untuk beliau. Tiba-tiba aku dikagetkan dengan seekor ular besar yang mendekat kepadaku, kemudian ular tersebut menempelkan pipinya ke dalam cawat tersebut layaknya ia sedang mengambil berkah dari air tesebut. Setelah itu ular tersebut pergi.

# Doa untuk Imam Syafi’i

Setiap kali Imam Syafi’I sakit , ia selalu mengutus seseorang –seperti Rabi’ al Jizi atau Rabi’ al Muradi- kepada beliau untuk menyampaikan salam dan mengatakan bahwa imam Syafi’i sedang sakit, kemudian beliau mendoakannya dan Imam Syafi’i pun sembuh sebelum utusannya tsb tadi datang. Ketika Imam Syafi’i sakit (akan wafat), ia juga mengutus seorang seperti biasanya kepada beliau radhiyallahu ‘anha, kemudian beliau berdoa: Semoga Allah menyengangkan beliau dengan melihat DzatNya( di akherat).

# Mimpi Rasulullah

Suatu hari suami beliau Sayyid Ishaq berkata: “Ikutlah bersama kami ke Hijaz!” beliau menjawab: “Aku tidak bisa melakukan itu karena tadi aku mimpi \Rasulullah bersabda kepadaku: “Jangan tinggalkan Mesir karena Allah akan mewafatkanmu di Mesir!”

Menggali kubur sendiri & mengkhatamkan Qur’an 1000 kali di dalamnya

Di Mesir, Sayidah Nafisah tinggal di rumah Abu Ja’far Khalid dan menggali makamnya sendiri di dalam rumah. Tiap hari di siang dan malamnya Sayidah Hafisah turun ke dalam liang itu untuk melaksanan shalat dan membaca Al Qur’an. Al Qadha’i menyebutkan bahwa Sayidah Nafisah menghatamkan Al Qur`an di kubur itu sebanyak 1000 kali khatam.

# Wafat

Sayyidah Nafisah terserang penyakit pada bulan Rajab 208 H dan penyakit tersebut tambah parah hingga bulan Ramadhan. Karena sangat parahnya penyakit sehingga beliau tidak kuat bergerak, kemudian didatangkan dokter kepada beliau dan ia menganjurkan beliau untuk tidak berpuasa. Tetapi beliau berkata: “ Sungguh mengherankan (saranmu), padahal selama 30 tahun aku selalu meminta kepada Allah agar aku meninggal dalam keadaan berpuasa. Terus apakah aku akan berbuka? Padahal aku sudah menggali kuburan dibalik serambi – sambil menunjukkan letak kuburan tersebut -. Disanalah insya Allah aku di akan dimakamkan. Jika aku meninggal kuburkanlah aku di sana! ”.

Setelah wafat, jenazah Sayidah Nafisah pun dimakamkan di dalam rumahnya itu, yakni di liang lahat yang telah ia persiapkan sebelumnya.

Ref: Mursyid Az Zuwar ila Qubur Al Abrar, hal. 173,178

Source: hidayatullah.com, republika.co.id, Nurulmusthofa.org, Ust. Abou Fateh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s