MIMPI SUFYAN ATS-TSAURI SAAT TIDUR DI SEBELAH KUBURAN

Posted: Juni 29, 2016 in AMAL GENERASI SALAF, SUNNAH - ADAB & NASIHAT, TOKOH, TRUE STORY
Tag:

Ilustrasi Pic-tahajud

Sufyan ats-Tsuri yang bermukim di Makkah selama tiga tahun suatu hari menyaksikan seorang pria penduduk setempat mengunjungi Masjidil Haram. Pria ini melaksanakan thawaf, sembahyang dua rakaat, lantas mengucapkan salam kepada ulama kelahiran Kufah itu, sebelum akhirnya pulang ke rumahnya.

Pristiwa ini yang ternyata rutin terjadi saban siang membuat Sufyan menaruh rasa kagum dan simpati kepadanya. Sufyan pun berulang kali mendatanginya hingga suatu saat pria ahli ibadah tersebut jatuh sakit dan seperti hendak menemui ajal.

Ia pun memanggil Sufyan ats-Tsauri dan berwasiat, “Apabila aku mati, mandikanlah aku dengan tanganmu sendiri, shalatkan, lalu kuburkan. Dan jangan kau tinggalkan aku sendirian di kuburan malam itu. Bacakan talqîn (tuntunlah) aku tentang tauhid dalam menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.”

Sufyan yang bernama lengkap Sufyan bin Sa’id bin Masruq bin Habib bin Rafi’ bin Abdillah dikenal tak hanya sebagai ulama yang berpengetahuan sangat luas, tapi juga pribadi yang wara’, zuhud, dan teguh dalam memegang janji. Dan Sufyan mengiyakan semua pesan yang disampaikan sahabat karibnya tersebut.

Ketika pria ahli ibadah itu wafat, Sufyan mulai melaksanakan wasiat satu per satu, termasuk rela bermalam di sebelah kuburan sang sahabat. Dalam kesunyian itulah, ia memperoleh pengalaman spiritual yang tak disangka-sangka.

Menurut penuturan Sufyan ats-Tsauri sendiri sebagaimana direkam kitab an-Nawâdir karya Ahmad Syihabuddin al-Qalyubi, kala itu antara tidur dan terjaga, Sufyan tiba-tiba mendengar suara asing dari atas, “Wahai Sufyan, pria ini tak membutuhkan penjagaanmu, talqînmu, juga hiburanmu. Kamilah yang akan menghibur dan menuntunnya.”

“Dengan apa?”

“Dengan puasa Ramadhan yang disambung puasa enam hari pada bulan Syawal,” jelas suara itu.

Sufyan bangun, membuka mata dan tak ia dapati siapa pun di sekelilingnya. Ia berwudhu lalu menunaikan shalat. Saat tidur kembali, suara itu hadir lagi. Begitu seterusnya sampai berulang tiga kali. Sufyan pun mantap bahwa apa yang ia alami berasal dari Allah, bukan dari setan.

Ia lantas meninggalkan kuburan pria ahli ibadah tersebut dengan tenang dan berdoa, “Allâhumma waffiqnî li shiyâmi dzâlik bi mannika wa karamika, âmîn (Ya Allah, berikanlah aku taufiq untuk menjalankan puasa itu atas anugerah dan kemuliaan-Mu. Amin).”

Sekilas Biografi

Beliau seorang Ulama besar, Sufi yang masyhur, seorang Mujtahid, faqih, Hafidz, yang warak dan zahid. Beliau lahir di Kuffah, Iraq pada tahun 97 H / 715 M dan wafat di Basrah, Iraq pada tahun 161 H / 778 M. Beliau juga dikenal dengan nama Abu Abdillah Ats-Tsauri. Ayahnya, Said bin Maruq, adalah Guru Imam Abu Hanifah, pendiri Mazhab Hanafi.

Sofyan Ats-Tsauri juga dikenal sebagai salah seorang perawi hadits yang dipercaya ( tsiqah ) oleh beberapa ulama hadits pada abad ke 2 dan ke 3 Hijriah, seperti Yahya bin Ma’in, Abu Hatim, Imam An-Nasai, Ali bin Abdullah bin Ja’far Al-Madini.

Keahlian Sofyan Ats-Tsauri dalam bidang ilmu hadits dan fiqih membuatnya termasyhur, sehingga para sejarawan menyejajarkan kedudukannya dengan Ibnu Abbas ( tokoh di masa sahabat nabi ) dan Amir bin Syarahil Asy-Sya’bi ( tokoh di masa ulama tabi’in ). Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal menyebutnya sebagai Faqih ( pakar ilmu fiqih ) dan Muhaddits ( ahli hadits ).

Berkat kepakarannya itulah, beliau mendapat gelar Amirul Mukminin fil Hadits ( pemimpin Kaum Mukminin di bidang Hadits ) dari para ulama hadits pada abad ke 2 H, seperti Syu’bah, Sofyan bin Uyainah, Abu Asim, Yahya bin Ma’in. hadits yang diriwayatkan olen Sofyan Ats-Tsauri ada 30.000, sementara Yahya bin Ma’in menukil 20.000 hadits dari beliau.

Ada 29 murid yang mempunyai catatan hadits dari Sofyan Ats-Tsauri. Sebagian diantara mereka usianya lebih tua ketimbang beliau, seprti Ja’far bin Bargan, Khusaif bin Abdurrahman dan Ibnu Ishaq. Sebagian lagi sebaya dengan beliau, seperti Syu’bah, Abdurrahman Al-Auza’I, Imam Malik dan Zuhair.

Source: Nu.or.id & gusdayat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s