TERUNGKAP; HARTA KARUN NUSANTARA DITEMUKAN DI MESIR & RUSIA

Posted: Juni 30, 2016 in KITAB KARYA ULAMA NUSANTARA, KONTRIBUSI ULAMA ASWAJA
Tag:,

Manuskirp Kitab Nusantara

Akhirnya salah satu harta karun yang sejak lama dicari-cari itu dapat ditemukan jua. Katalog kitab-kitab Persi dan Jawi, koleksi Kutubhane Khediviye Misriye, tahun 1886 M disusun oleh Ali Effendi Hilmi Dagestani.

Kutubhane (كتبخانة) adalah Rumah Kitab (Perpustakaan; bahasa Turki/Persi). Ini katalog penting. Di tahun 1886 M kitab-kitab ulama kita sudah memenuhi rak-rak perpustakaan besar Mesir, yang saat itu sebagai salah satu perpustakaan terbesar di dunia Arab. Bahasa “Jawi” menjadi bahasa kedua dunia Islam dalam ilmu pengetahuan, sejajar dengan bahasa Turki dan Persi, setelah bahasa Arab sebagai bahasa utama.

Tinggal koleksi kitab-kitab Nusantara yang tersimpan di Museum Manuskrip (Mathaf al-Makhtuthath) dan Biblioteka Alexandria (Maktabah al-Iskandariyyah) yang harus jua ditemukan. Diantara koleksi Biblioteka Alexandria adalah novel “Awah Hadzihi al-Ma’murah” yang merupakan terjemah dari “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer, juga diwan puisi Mama Ajengan Abdullah bin Nuh yang berjudul ‘Asyiq al-Muhith wa al-Jibal.

Yang menarik juga di sini adalah hubungan-sanad intelektual antara Dagestan di Kaukasus, Russia, dengan Nusantara pada masa itu. Ada kitab yang menghimpun Tarajim Ulama Daghastan. Yang menarik lagi ada beberapa ulama Dagestan yang menjadi guru dan murid dari ulama-ulama Nusantara di Haramain. Salah satunya adalah Syaikh Abdul Hamid asy-Syirwani (asal Sirvan) ad-Daghastani tsumma al-Makki, pengarang Hasyiyah asy-Syirwani ‘ala at-Tuhfah (Tuhfah-nya Ibn Hajar al-Haitami al-Makki). Beliau sejawat Syaikh Nawawi Banten.

Nah, putra beliau, yaitu Mahmud bin Abdul Hamid asy-Syirwani, bermigrasi ke Kesultanan Pontianak Dar al-Qadriyah. Di sana ia mengajar di madrasah kesultanan Pontianak dan Sambas, hingga wafat dan dikebumikan di area pemakaman kesultanan. Jaringan intelektual ulama Dagestan-Nusantara pun kini terkubur bersama waktu. Maka janga heran kalau di Chechnya dan Dagestan madzhab Islam yang berkembang adalah madzhab Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah). (Oleh: A. Ginanjar Sya’ban/Ibj).

Source: muslimedianews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s