BERAHLAK QUR’ANLAH !, BUKAN SEKEDAR PENGHAPAL QUR’AN

Posted: Juli 12, 2016 in AMAL GENERASI SALAF, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:, , ,

Jika Anak bertanya tentang Allah

Aisyah radhiallahu ‘anha pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun menjawab, “Akhlak beliau adalah (melaksanakan seluruh yang ada dalam) Al-Qur`an”

Alhamdulillah saat ini makin banyak orang yang sadar betapa pentingnya banyak berinteraksi dengan al Qur’an, sehingga komunitas orang-orang yang mencintai qur’an makin merebak, dari yang mulai baca satu halaman qur’an sehari, satu juz sehari, sampai dengan komunitas penghafal qur’an. Sungguh membuat hati bahagia.

Akan tetapi di balik kebahagiaan tersebut, terselip juga satu kekhawatiran, yakni jika ayat yang dihafal hanya sekadar hafalan belaka, cuma untuk memenangkan perlombaan dunia, serta berbangga diri, tak lebih. Bahkan yang lebih mengerikan, jika ayat yang kita hafalkan tak membekas pada perilaku akhlak sehari-hari, namun kita merasa layak atas surga dan ridho Allah. Astaghfirullahal’adzim.

Oleh sebab itu, kiranya amat penting bagi kita untuk terus mengevaluasi diri, sudahkah ayat qur’an yang kita hafalkan masuk meresap ke dalam hati dan mewujud ke dalam tingkah laku sehari-hari?

Bukankah amat banyak ayat Qur’an yang bicara mengenai menahan amarah, memaafkan, mempermudah urusan orang lain, tidak menyombongkan diri, pertanyaannya… apakah kita telah belajar mempraktikkan akhlak mulia tersebut? Atau justru kita sangat sulit menghilangkan rasa marah, sangat berat memaafkan kesalahan orang lain, sangat gemar membuat orang lain merasa susah dan berkeluh kesah, dan amat suka membanggakan diri sendiri? Jika demikian, apa bedanya orang yang menghafalkan qur’an dengan yang tidak?

“Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya.” (Silsilah Shahihah, no. 1802)

Maka, anggaplah tulisan yang sedikit ini sebagai pengingat. Jangan lagi sekadar mengagumi hafalan qur’an 30 juz namun nihil praktik! Justru mengamalkan 1 ayat qur’an melalui tingkah keseharian adalah target utama yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kemudian, sudahkah kita ikhlas dalam menghafal Qur’an? Ataukah kita sering berharap orang-orang mengetahui bahwa kita adalah seorang penghafal qur’an yang hebat dan berprestasi?

Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgor adalah) riya’. Allah Ta’ala berkata pada mereka yang berbuat riya’ pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka: ‘Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya’ di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?’ (HR. Ahmad 5: 429. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Maka, marilah kita berinteraksi dengan qur’an tidak sebatas di bibir dan tercekat di tenggorokan saja, tapi biarkanlah ayat-ayat qur’an tampak dari cara kita bersikap dan memperlakukan orang lain, sebagaimana akhlak Rasulullah yang amat dahsyat, yakni akhlak al Quran.

“Akan muncul suatu sekte/firqoh/kaum dari umatku yang pandai membaca Al Qur`an. Dimana, bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian daripada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Al Qur`an dan mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka. Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya”. (HR Muslim 1773)

Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang berakhlak al Qur’an, jauh dari sifat sombong, ujub, riya’ yang disebabkan ketidakpahaman bahwa lebih penting mengamalkan daripada sekadar menghafalkan.

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash/28: 83).

ETIKA ORANG YANG MENGHAFAL QUR’AN

sebagaimana yang kita ketahui, seorang penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah oleh karena itu para hafidz Qur’an juga dituntut memiliki konsekuensi terhadap kedudukan dan predikatnya yang tinggi itu. Menurut Drs. Ahsin Wijaya Al-Hafidz dalam bukunya, Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an, Inilah Etika Orang yang Hafal Quran :

1. Harus Bertingkah laku terpuji dan mulia, yakni berakhlak Al-Qur’an

Aisyah r.a pernah ditanya tentang ahlak Rasulullah saw. Maka iapun menjawab:

“Akhlak Rasulullah saw adalah Al-Qur’an” (HR. Muslim)

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

(QS. Al-Ahzab:21)

2. Melepaskan jiwanya dari segala yang merendahkan dirinya terhadap orang-orang ahli keduniaan.

Dari Umar bin Khattab r.a ia berkata:

“Wahai golongan orang-orang yang ahli membaca Al-Qur’an, angkatlah kepadamu, karena telah jelas olehmu jalan yang benar. Berlombalah kamu dalam soal-soal kebajikan dan janganlah kamu menjadi orang yang suka meminta-minta kepada orang lain.”

Dari Abdurrahman bin Syibl r.a Rasulullah saw telah bersabda:

“Bacalah Al Qur’an dan amalkanlah isinya, janganlah membiarkan Al Quran tidak dibaca tetapi jangan pula berlebih-lebihan membacanya. Jangan mencari makan dengan Al Qur’an dan jangan menjadikan Al Qur’an untuk memperbanyak harta dunia.” (HR. Ahmad, Thabrani, Abu Ya’la dan Al Baihaqi)

Dari Buraidah r.a ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:

“ Barangsiapa membaca Al-Qur’an untuk mencari makan dari orang-orang, maka pada hari kiamat nanti ia akan datang sedangkan wajahnya akan berupa tulang, tidak ada daginynya.” (HR. Baihaqi)

3. Khusyu, sakinah dan waqar

Dari Fudlail bin ‘Iyadl, ia berkata:

“Orang yang hafal Al-Qur’an, adalah pembaca panji-panji islam. Tidak selayaknya ia bermain bersama orang-orang yang suka bermain, tidak mudah lengah bersama orang-orang yang lengah dan tidak suka berbuat yang sia-sia bersama orang-orang yang suka berbuat sia-sia. Yang demikian adalah demi mengagungkan Al-Qur’an.”

4. Memperbanyak shalat malam

Allah berfirman:

“Mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang Berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). “(QS. Ali Imran: 113)

Dari Sahl bin Sa’ad ra dari Rasulullah SAW beliau bersabda:

“Nilai kemuliaan seorang mukmin adalah pada menjalankan shalat malam.” (HR. Tabrani)

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda:

“Tuhanmu setiap malam turun ke langit dunia ketika melewati tengah malam, lalu berfirman: Adakah orang yang berdoa, maka Aku akan memperkenankan baginya.”

Rasulullah bersabda:

“Pada waktu malam ada satu saat di mana Allah mengabulkan doa di dalamnya pada setiap malam.”

5. Memperbanyak membaca Al-Qur’an pada malam hari sebagaimana banyak dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ia berkata; bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Tidakkah engkau melihat aku tadi malam, pada waktu aku mendengarkan engkau tadi malam? Sungguh engkau telah diberi seruling dari serulin Nabi Daud.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya kau mengenal kelembutan suara keturunan Asy’ari pada waktu malam ketika mereka berada dalam rumah. Aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara bacaan Al Qur’an mereka di waktu malam, sekalipun aku belum pernah melihat rumah merea pada waktu siang.” (HR. Bukhari-Muslim)

Sumber: ummi-online.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s