MENIMBANG DUA FATWA SALAFI-WAHABI TENTANG KEDUA ORANG TUA RASULULLAH

Posted: Juli 13, 2016 in STOP MENUDUH BID'AH !!, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:, ,

Ilustrasi Pic-tahajud

Salafi Indonesia langsung memvonis kedua orang tua Rasulullah masuk neraka (والعياذ بالله). Ini hanya bentuk taklid kepada salah satu pendapat ulama Salafi-Wahabi. Sebab masih ada 2 pendapat ulama Saudi lagi yang menyatakan kedua orang tua Nabi adalah ahli Fatrah, masa tidak ada utusan Allah. Dan ahli Fatrah ada peluang masuk surga dan selamat dari neraka.

Berikut fatwa Syaikh Bin Baz:

ﻭﻫﻜﺬا ﺃﺑﻮﻩ ﻗﺎﻝ ﻋﻨﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻤﺎ ﺳﺄﻟﻪ ﺳﺎﺋﻞ ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻪ: «ﺇﻥ ﺃﺑﻲ ﻭﺃﺑﺎﻙ ﻓﻲ اﻟﻨﺎﺭ (رواه مسلم) » ﻭﺃﺑﻮﻩ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺎﺕ ﻓﻲ اﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻦ ﻗﻮﻣﻪ ﻓﺼﺎﺭ ﺣﻜﻤﻪ ﺣﻜﻢ اﻟﻜﻔﺎﺭ، ﻟﻜﻦ ﻣﻦ ﻟﻢ ﺗﺒﻠﻐﻪ اﻟﺪﻋﻮﺓ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭﻣﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﺟﻬﻞ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻳﻤﺘﺤﻦ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻓﻲ ﺃﺻﺢ ﺃﻗﻮاﻝ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ ﻓﺈﻥ ﻧﺠﺢ ﺩﺧﻞ اﻟﺠﻨﺔ، ﻭﺇﻥ ﻋﺼﻰ ﺩﺧﻞ اﻟﻨﺎﺭ.

Demikian halnya ibu dan ayah Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama, ketika seorang bertanya tentang bapaknya, Nabi menjawab: “Sesungguhnya ayahku dan bapakmu di dalam neraka” (HR Muslim). Ayah Nabi meninggal di masa Jahiliyah di atas agama kaumnya. Maka dihukumi seperti orang kafir. Namun orang yang tidak sampai kepadanya dakwah Islam di dunia dan mati dalam keadaan tidak tahu tentang kebenaran, maka menurut pendapat yang paling sahih dari para ulama, ia akan diuji di hari kiamat. Jika sukses maka masuk surga dan jika durhaka maka masuk neraka (Fatawa Bin Baz 1 / 50)

Maksud “diuji” dijelaskan di halaman yang lain:

أﻫﻞ اﻟﻔﺘﺮﺓ، ﻓﺈﻥ ﺃﺟﺎﺑﻮا ﺟﻮاﺑﺎ ﺻﺤﻴﺤﺎ ﻧﺠﻮا ﻭﺇﻻ ﺻﺎﺭﻭا ﻣﻊ اﻟﻬﺎﻟﻜﻴﻦ

Jika Ahli Fatrah dapat menjawab dengan jawaban yang benar maka mereka selamat. Jika tidak dapat menjawab maka mereka bersama orang-orang yang binasa (Fatawa Bin Baz 5/ 182)

Fatwa Syaikh Bin Baz ini diperkuat oleh sesama Salafi, yaitu Syaikh Utsaimin:

ﻭﻫﻜﺬا ﻧﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺃﻫﻞ اﻟﻔﺘﺮﺓ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﺗﺒﻠﻐﻬﻢ اﻟﺮﺳﺎﻻﺕ: ﺇﻧﻬﻢ ﺇﺫا ﻛﺎﻧﻮا ﻻ ﻳﺪﻳﻨﻮﻥ ﺑﺎﻹﺳﻼﻡ ﺣﻜﻤﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﺣﻜﻢ اﻟﻜﻔﺎﺭ، ﻭﺃﻣﺎ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﻓﺎﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻧﻮا ﻋﺎﻣﻠﻴﻦ، ﻳﺨﺘﺒﺮﻭﻥ ﻭﻳﻜﻠﻔﻮﻥ ﺑﻤﺎ ﻳﺸﺎء اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﻣﺎ ﺗﻘﺘﻀﻴﻪ ﺣﻜﻤﺘﻪ، ﻓﺈﻥ ﺃﻃﺎﻋﻮا ﺩﺧﻠﻮا اﻟﺠﻨﺔ، ﻭﺇﻥ ﻋﺼﻮا ﺩﺧﻠﻮا اﻟﻨﺎﺭ.

Demikian halnya kami katakan tentang ahli Fatrah dan orang yang tidal sampai kepadanya dalwah Islam bahwa “Jika mereka tidak beragama Islam maka di dunia dihukumi kafir. Sedangkan di akhirat hanya Allah yang tahu terhadap apa yang mereka lakukan. Mereka ditanya dan ditaklif dengan sesuatu yang Allah kehendaki dan yang sesuai hikmah dari Allah. Jika mereka taat maka akan masuk surga. Jika mereka durhaka maka masuk neraka” (Fatawa Nur ala ad-Darb 4 – 2)

Sementara Syaikh Albani berbeda dengan ulama Saudi diatas:

ﺃﻥ ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻓﻲ اﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﻣﺸﺮﻛﺎ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ اﻟﻨﺎﺭ، ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻔﺘﺮﺓ ﻛﻤﺎ ﻳﻈﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺱ

Sungguh orang yang mati di masa Jahiliyah dalam keadaan musyrik adalah di neraka dan bukan termasuk ahli Fatrah seperti yang disangkakan oleh banyak manusia (Silsilah Ahadis ash-Shahihah 6 / 178)

Dalam bahasa yang lebih tegas Syaikh Albani telah menuduh kedua kawannya diatas hanya melakukan “Dzan” atau prasangka ketika menilai kedua orang tua Nabi sebagai ahli Fatrah.

Padahal menurut Syaikh Bin Baz pendapat yang lebih kuat adalah ahli Fatrah bisa selamat di akhirat. Ini artinya beliau telah menilai lemah pendapat Syaikh Albani.

Salafi Indonesia kok taklid pendapat yang lemah?

Ma’ruf Khozin, anggota Aswaja NU Center Jatim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s