PAMERAN 200 KITAB KARYA ULAMA NUSANTARA

Posted: Agustus 4, 2016 in KHAZANAH ISLAM, KITAB KARYA ULAMA NUSANTARA
Tag:,

Pameran Kitab Nusantara

Sekitar 200 kitab karangan ulama dari berbagai daerah di nusantara dipamerkan di MA Qudsiyyah kemarin. Dari ratusan kitab tersebut, belasan di antaranya berupa manuskrip alias kitab yang belum dicetak.

Koordinator pameran kitab ulama Nusantara Nanal Ainal Fauz menerangkan, di antara yang dipamerkan dalam ekspo puncak peringatan satu abad Qudsiyyah ini, manuskrip berusia sekitar 100 tahun. Kitab itu ditulis oleh pengaarangnya sendiri, KH Dahlan bin Abdullah.

Ia memberinya judul Natijatul Miqat fi Mawaqi’l Aqrabais Sa’at yang ditulis sekitar 1317 H atau bersamaan 1900 M. Adapun Kiai Dahlan sendiri merupakan murid sekaligus menantu ulama kesohor KH Saleh Darat, Semarang. Kiai Dahlan ini, merupakan adik dari KH Mahfud Tremas. Kondisi manuskrip masih dapat terbaca dengan baik. Hanya, kertas yang sudah menua itu memang rawan rusak.

”Jarang yang tahu keberadaan manuskrip kitab karangan KH Dahlan ini. Ini juga cukup langka,” ujar Nanal kepada Jawa Pos Radar Kudus saat ditemui di tengah acara.

Dalam kitab tesebut, juga dipamerkan manuskrip berisi silsilah keilmuan Islam berjudul Kifayatul Mustafid karangan Syeh Mahfud Tremas. Kitab ini menulis garis keilmuan dari ulama-ulama Indonesia yang menyambung hingga Rasulullah. Kitab tersebut, katanya, penting agar silsilah keilmuan itu jelas sumbernya.

Pameran ini lebih banyak menulis kitab yang telah dicetak. Seperti Sirajud Talibin yang berisi tentang ajaran tasawufoleh Syeh Ihsan Jamkes Kediri. Kitab itu sudah berusia sekitar 100 tahun. ”Kitab ini terbilang sering menjadi kajian santri mempelajari ilmu tasawuf,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Satu Abad Qudsiyyah H Ihsan mengatakan, pameran kitab ini tak lain penerapan dari kaidah mempertahankan hal lama yang baik dan menambah hal baru yang lebih baik.

Pihaknya berharap, dengan pameran ini kitab yang telah berusia ratusan tahun dari ulama asli Indonesia terus terjaga. Terlebih, nilai-nilai dalam kitab tersebut dapat dipelajari dan diamalkan generasi sekarang.

”Menjaga agar kitab klasik yang diakui metodologinya itu lestari, Insya Allah dapat keberkahan ilmu. Sebab, para pengarangnya ikhlas menulis kitab tersbut untuk menjadi pedoman bagi generasi setelahnya,” imbuhnya.

Selain menjalankan kegiatan itu, pihaknya juga menyelengarakan konser santri budaya, serta halaqoh santri mandiri. Tadi malam juga diselenggarakan teater Qudsiyyah mengenai Babad Kudus dan musik tradisional.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyiapkan digitalisasi manuskrip dan kitab-kitab karya para ulama NU yang telah dikumpulkan dari Aceh hingga Papua. Tujuannya, agar karya ulama terdahulu itu tak hilang ditelan zaman.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, gagasan dirinya yang kemudian dipimpin Imam Pituduh dalam ekspedisi nusantara telah berhasil mengumpulkan karya-karya para ulama sepuh dari berbagai penjuru Tanah Air.

“Lebih dari 2.000 manuskrip kitab-kitab ulama yang masih tulisan tangan,” kata Said Aqil Siradj saat menjadi penceramah dalam Haul ke 46 KH Moch Yahya di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gadingkasri, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 31 Juli 2016.

Sejauh ini, kata Said, PBNU telah melakukan kesepakatan bersama (MoU) dengan perusahaan untuk digitalisasi manuskrib tersebut. “Nanti bisa dibaca oleh masyarakat via handphone,” kata dia.

Sementara itu ditempat terpisah dalam rangka meramaikan pagelaran 1 abad berdirinya Madrasah Qudsiyyah Kudus, pihak panitia pagelaran bekerja sama dengan Yayasan Turats Nusantara membuka Pameran Kitab Ulama Nusantara pada 1-3 Agustus 2016, di kompleks Madrasah Aliyyah setempat, kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dari 200 kitab yang dipamerkan oleh pihak penyelenggara,ada beberapa kitab legendaris dari berbagai generasi ulama Nusantara. Seperti karya Syaikh Yasin al-Fadani,Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Mahfudh at-Tarmasi, KH Soleh Darat, KH Sahal Mahfudh, KH Maimoen Zubair dankarya-karya lain.

Melansir dari NU Online, menurut ketua penyelenggara Nanal Ainal Fauz, pihak dari Yayasan Turats Ulama Nusantara sebenarnya sudah mengumpulkan kurang lebih 400 kitab yang ditulis oleh ulama dari berbagai generasi dan daerah di kepulauan Nusantara.

“Melihat situasi dan kondisi kita hanya memamerkan 200an kitab saja,” kata Nanal

Kitab legendaris ulama Nusantara yang diakan dipamerkan di antaranyamanuskrip kitab Kifayatul Mustafid li Maa ‘Alaa min al-Asanid karya Syaikh Mahfudh at-Tarmasi Pacitan. Meskipun penyalinnya bukan Syaikh Mahfuzh Sendiri, namun manuskrip ini disalin sebelum tahun 1332 H, yang berarti berusia sekitar 95 tahun.

Kitab Sabilul Muhtadin karya Syaikh Arsyad al-Banjari yang merupakan kitab berbahasa melayu yang sangat populer di kalangan santri, khususnya di Kalimantan. Ada pula Sirojuth Tholibin karya Syaikh Ihsan Jampes, yakni kitab syarah Minhajul Abidin milik Imam Ghazali.

Lalu kitab yaitu al-Hasyiyah al-Martiyyah ‘Ala al-Badri ath-Thali’ syarh Jam’il Jawami’. Kitab ushul fiqh monumental yang disusun oleh KH Miftah bin Ma’mun Marti Cianjur ini merupakan komentar panjang atas kitab Jam’il Jawami’ karya Imam As-Subki.

Ada juga kitab Mandhumat Mu’jam Nahwi, nadhamat (syair) bidang ilmu Nahwu yang tersusun dari 8465 bait ber-baharRajaz. Ini adalah karya Syaikh KH Muhammad Muhibbi bin al-Hamzawi, Kajen, Pati.

Menariknya ada manuskrip risalah atau catatantentang diskusi terkait hasil keputusan Muktamar NU di Menes Banten yang disusun KH Raden Asnawi yang dipersembahkan kepada KH Hasyim Asy’ari yang ditemukan menyelip kitabSyarah Tajul Arusy di perpustakaan pribadi milik KH Hasyim Asya’ari sendiri.

Lain lagi manuskrip kitab al-Manhajul Qawim yang sudah berusia 200 tahun, disalin oleh salah satu ulama Nusantara. Uniknya, dalam manuskrip ini sudah dibubuhi makna pegon ala pesantren.

Nanal berharap dari pameran kitab ulama Nusantara ini bisa membaca keadaan zaman ini dengan kacamata ulama Nusantara tempo dulu. “Kita juga bisa membandingkan era kita dengan era ulama terdahulu dari kitab-kitab mereka,” pungkas santri asal Demak itu

Source: radarkudus.jawapos.com & ust. Moch Zain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s