UTAMAKAN ETIKA & AHLAK DARIPADA SEKEDAR MENGEJAR FADHILAH

Posted: Oktober 15, 2016 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:, ,

sholat-jumat

Sering kita temui ada saja orang yang ingin mengejar fadhilah sunnah, ingin berada dishaf terdepan ketika akan sholat berjamaah, akan tetapi melupakan etika terhadap jamaah yang lain, seperti halnya datang belakangan lalu merangsek kedepan dan melewati/ melangkahi bahu-bahu jamaah yang sedang duduk, atau pula ketika selesai jamaah mereka tidak menginginkan dzikir/ doa bersama, langsung balik melewati bahu-bahu mereka, bukankah hal ini mengganggu jamaah yang lain?

Sepatutnya kita mencontoh betapa tawadhunya presiden Chechnya, Jika shalat Jum’at tiba, beliau akan shalat di shaf ketiga, tidak mau maju ke depan karena hormat kepada para Habib dan Ulama yang mengisi shaf pertama dan kedua.

Mencari keutamaan shaf awal adalah sunnah. Namun tidak menyakiti orang-orang yang dilangkahi (atas, atau sisi kanan dan kiri mereka) jauh lebih sunnah lagi.

Abdullah bin Busr ra meriwayatkan: “Ada seseorang yang melangkahi pundak-pundak jamaah saat jum’atan. Sementara Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam tengah berkutbah. Lalu Rasulullah memerintahkan jamaah tersebut: “Duduk! Kamu mengganggu!” (HR. Abu Daud 1118, Ibn Majah 1115).

Beragam hukum pun muncul oleh para ulama : Ada yang mengharamkan, dan ada yang makruh tanzih.

Pendapat lain dari Madzhab Hambali mengatakan hukumnya makruh. Makruh disini berlaku ketika khatib telah naik mimbar dan kutbah tengah berlangsung. Sedangkan sebelum itu, hal ini diperbolehkan.

Berbeda dengan pendapat tersebut, Abdullah bin Busr tetap berpendirian bahwa perbuatan ini hukumnya haram mutlak karena Rasulullah sendiri telah melarangnya.

المختار أن تخطي الرقاب حرام

“Pendapat yang dipilih adalah haram MELANGKAHI sisi kanan dan kiri orang lain” (Imam Nawawi dalam Raudhah)

تخطي الرقاب حرام حال الخطبة وغيرها

“Haram hukumnya melangkahi ketika khatib berkhutbah dan di luar itu” (Syaikh al-Utsaimin dalam Fatawa wa Rasail)

Baik haram, maupun makruh, hukum ini tidak sedang berhadapan dengan sesuatu yang tidak ada fadhilahnya, akan tetapi berhadapan dengan sesuatu yang memang ada fadhilahnya, yaitu mendapatkan shaf awal. Lalu bagaimana dengan halnya melangkahi ketika hendak keluar masjid?

Terlihat jelas bahwa Nabi bukan hanya Nabi dalam berfiqih, akan tetapi beliau juga Nabi dalam beretika.

الجمعة المباركة…اللهم صل وسلم على سيدنا محمد…

Ref: Ust. Ashfi Zul Raihan. MA & cercahceria.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s