AHLUL HADIST = AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH?

Posted: Oktober 20, 2016 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

kitab-kitab

Dengan hanya julukan sebagai ahli hadis, mereka belum cukup untuk digolongkan ke barisan Ahlussunnah wal Jama’ah.

المحدثون من حيث أولئك أهل الحديث لا يكفي بهذا اللقب أن نجمعهم في صفوف أهل السنة والجماعة.

Karena istilah muhaddits atau ahli hadis sejatinya bukan klasifikasi dalam aliran teologi, atau aliran politik yang menjadi aliran teologi. Dan ternyata memang di dalam ragam aliran itu terdapat ahli hadisnya, bahkan ahli tafsirnya, ahli fiqihnya, dll. Dengan demikian, diperlukan klasifikasi tersendiri dari para ahli tersebut, baik ahli tafsir, ahli hadis, dsb agar dapat teridentifikasi bahwa mereka termasuk Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan konsep awal, jika tidak ada statement apapun yang cenderung membuat mereka tergolong kepada kelompok-kelompok seperti di bawah ini, maka mereka dianggap sebagai Ahlussunnah wal Jamaah. Namun begitu, ini hanyalah kesimpulan awal sementara.

Beberapa ahli hadis ataupun periwayat dalam shahih Imam al-Bukhari dan shahih Imam Muslim :

A.Tergolong Murji’ah, (Minimal) Rumiya Bil Irjaa’ :

●Ibrahim bin Thahman al-Khurasani
●Ayyub bin ‘Ā’idz al-Buhtari
●Dzar bin Abdillah al-Murhibi
●Umar bin Dzar al-Murhibi
●Salim bin ‘Ajlan al-Qurasyi
●Syabābah bin Sawwār al-Madā’ini
●Abdul Hamid bin Abdirrahman al-Himmāni
●Abdul Majid bin Abdul Aziz
●Usman bin Ghiyats al-Bashri
●Amr bin Murrah al-Kufi
●Abu Muawiyah al-Dharir
●Warqa’ bin Umar al-Kufi
●Yahya bin Shalih al-Wuhazhi
●Yunus bin Bukair al-Kufi

B.Tergolong Nashibi / rumiya bi nashb (cenderung anti ahlul bait) :

●Ishaq bin Suwaid al-Bashri
●Bahz bin Asad al-Bashri
●Hariz bin Usman al-Rahabi
●Hushain bin Numair al-Wasithi
●Khalid bin Salamah al-Kufi / al-Fa’faa’
●Abdullah bin Salim al-Hamshi (Homs)
●Ahmad bin Abdah al-Bashri
●Qais bin Abi Hazim al-Kufi

C.Tergolong Syi’ah, Rafidhah, (minimal) rumiya bi tasyayyu’ atau rafdh :

Namun sebelumnya, term tasyayyu’ di masa-masa awal sebagaiman disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani adalah keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib lebih berhak dahulu daripada Usman bin Affan dalam memimpin negara. Atau keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah manusia paling mulia setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Tahdzib al-Tahdzib, Vol.1, hal.82)

●Aban bin Taghlib al-Bashri
●Ismail bin Aban al-Azdi
●Ismail bin Zakariya al-Khulqani
●Jarir bin Abdil Hameed al-Kufi
●Khalid bin Makhlad al-Kufi
●Said bin Fairuz al-Kufi
●Said bin ‘Amr al-Kufi
●Said bin Katsir al-Anshari
●’Abbad bin Awwam al-Wasithi
●’Abbad bin Ya’qub al-Kufi
●Abdullah bin Isa al-Anshari
●Abdurrazzaq bin Hammam al-Shan’ani
●Abdul Malik bin A’yan al-Kufi
●Ubaidillah bin Musa al-Kufi
●’Adiy bin Tsabit al-Anshari
●Ali bin al-Ja’d al-Baghdadi
●Ali bin Hasyim al-Kufi
●Fudhail bin Marzuq al-Agharr al-Kufi
●Fithr bin Khalifah al-Makhzumi
●Muhammad bin Juhadah al-Kufi
●Muhammad bin Fudhail al-Kufi
●Malik bin Ismail al-Kufi
●Yahya bin al-Jazzar al-Kufi

D.Tergolong Qadariyyah / rumiya bil qadar

●Tsaur bin Zaid al-Madani
●Tsaur bin Yazid al-Hamshi
●Hisan bin Athiyyah al-Muharibi
●Al-Hasan bin Dzakwan al-Bashri
●Zakariya bin Ishaq al-Makki
●Sallam bin Miskin al-Bashri
●Saif bin Sulaiman Al-Makkiy
●Syibl bin ‘Abbad al-Makki
●Syarik bin Abdillah al-Madani
●Abdullah bin ‘Amr al-Tamimi
●Abdullah bin Abi Labid al-Madani
●Abdullah bin Abi Najih al-Makki
●Abdul A’la bin Abdul A’la al-Bashri
●Abdurrahman bin Ishaq al-Madani
●Abdul Warits bin Said al-Tamimi
●Atha’ bin Abi Maimunah al-Bashri
●Al-‘Alā’ bin al-Harits al-Dimasyqi
●Imran bin Muslim al-Qashir
●Umair bin Hani’ al-‘Ansi
●Auf bin Abi Jamilah al-Bashri
●Kahmas bin al-Minhal al-Bashri
●Muhammad bin Zaidah al-Kufi
●Muhammad bin Sawā’ al-Bashri
●Harun bin Musa al-Bashri
●Hisyam bin Hamdi Abdillah al-Bashri
●Yahya bin Hamzah al-Qadhi

E.Tergolong Jahmiyyah / rumiya bi tajahhum

●Bisyr bin al-Sariyy al-Bashri

F.Tergolong Khawarij / rumiya bi haruriyyah

●Dawud bin al-Hushain al-Madani
●Ikrimah Mawla Ibni Abbas
●Al-Walid bin Katsir al-Madani

G.Tergolong Waqifiyyah / rumiya bi waqf

●Ali bin Abi Hasyim bin Thibrakh

H.Tergolong Qa’diyyah

●Imran bin Hitthan al-Saddusi

Suatu hal yang dapat dipetik dari keberadaan mereka dalam shahih Imam Bukhari dan shahih Imam Muslim adalah sikap objektif yang dimiliki oleh beliau berdua meski hadis yang diriwayatkan tak jarang melalui jalur periwayat yang tergolong ke dalam kelompok yang berbeda secara ideologis dengan beliau berdua, meskipun tidak jarang juga jalur periwayatan yang melalui kelompok mereka itu bukan satu-satunya yang digunakan oleh beliau berdua.
___________

Sumber : Tahdzib al-Kamal, al-Kasyif, Tahdzib al-Tahdzib, Taqrib al-Tahdzib
Cover : Buku karya Muhammad Said Muhammad al-Baghdadi

Source: Ust. Zul ‘Ashfi war Raihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s