ADAB JAMAAH SETELAH SHOLAT, JANGAN BUBAR DULU SETELAH SHALAT JAMAAH

Posted: Desember 5, 2016 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:,

adab-jamaah-setelah-sholat-berjamaah

Artikel berjudul : Kehebatan Berdoa Bersama

Oleh DR Ahmad Hairuddin Murtani
Bismillahirrahmaanirrahiim.
بسم اهمي الرحمن الرحيم. الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد
Berdoa’ bersama dengan mengangkat tangan adalah sunnah Rasulullah SAW.
Siapa bilang berdoa’ bersama haram atau bid’ah? Untuk yang gagal paham memang selalu membid’ahkan amalan ini. Kenapa? karena keras kepala tidak mau tunduk dengan hadits Baginda Rasul SAW.

Penulis sering mengulas masalah ini dalam bebrapa artikel, tujuannya hanya ingin kita membuka mata bersama, bahwa amalan ini adalah amalan yang baik, amalan ini adalah amalan Rasulullah SAW. Pintu langit akan lebih terbuka jika kita berdoa’ bersama, apalagi jika dalam skala super besar jamaahnya.

Ini terbukti di saat KH Ust Arifin Ilham ketika beliau memimpin doa’ dalam Aksi Damai Bela Islam III di MONAS dan sekitarnya.

Terbukti penghambaan kita di hadapan Allah SWT, terbukti kekhusyuan berdoa bersama, terbukti lokasi tersebut dibasahi dengan airmata, keringat dan hujan. Berbagai komentar positif di internet, ada yang bilang Dahsyatnya do’a, ada yang bilang mengharukan, menyentuh hati perasaan, mustajab, hati bergetar, dan menundukkan jiwa di hadapan Sang Khaliq.

Berikut hadits-haditsnya yang shohih:

Sudah menjadi tradisi Islam, Rasulullah SAW mengajak para sahabatnya berdo’a bersama setelah mengaji dan setelah shalat. Hadits berikut akan memberi pencerahan kepada para pembaca:

“قَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُومُ مِنْ مَجْلِسٍ حَتَّى يَدْعُوَ بِهَؤلاَءِ الْكَلِمَاتِ لِأَصْحَابِهِ : اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَاتُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيْبَاتِ الدُّنيا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِيْ دِيْنِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنيا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا”
الراوي : عبدالله بن عمر | المحدث :الألباني | المصدر : صحيح الترمذي. الصفحة أو الرقم: 3502 | خلاصة حكم المحدث : حسن

Artinya : “Dari Abdullah bin Umar ra, berkata : “ Rasulullah SAW sering membaca do’a bersama para sahabatnya setelah selesai dari sebuah majlis : “‘Ya Allah, berikanlah kami rasa takut kepadaMu yang boleh menjadi penghalang di antara kami dan maksiat kepadaMu, dan (berikanlah kami) ketaatan kepadaMu yang boleh menyampaikan kami kepada surgaMu, dan (berikanlah kami) keyakinan yang memudahkan kami untuk menghadapi musibah dunia, Ya Allah, berilah kami manfaat pada pendengaran kami, penglihatan kami dan kekuatan kami selagi kami hidup, dan jadikanlah ia kekal dengan kami dan terpelihara sehingga kami mati, dan Kau berikanlah balasan ke atas orang yang menzalimi kami, dan tolonglha kami ke atas orang yang memusuhi kami, dan janganlah Kau timpakan musibah pada agama kami, dan janganlah juga Kau jadikan dunia ini sebagai sebesar-besar tujuan kami, serta (janganlah Kau jadikan) pengetahuan kami mengenai dunia semata, dan janganlah Kau biarkan orang yang tidak mengasihani kami menguasai kami’. (HR : Imam Tirmizi.)

Doa bersama setelah shalat, ini yang sangat dianjurkan oleh Baginda Rasul SAW:

“دَخَلَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا . وَمَا هُوَ إِلَّا أَنَا وَأُمِّيْ وَأُمُّ حَرَامٍ خَال َتِيْ . فَقَالَ قُوْمُوا فَلِأُصَلِّي بِكُمْ ) فِيْ غَيْرِ وَقْتِ صَلاَةٍ ) فَصَلَّى بِنَا . فَقَالَ رَجُلٌ لِثَابِتٍ : أَيْنَ جَعَلَ أَنَسًا مِنْهُ ؟ قَالَ : جَعَلَهُ عَلَى يَمِيْنِهِ . ثُمَّ دَعَا لَنَا ، أَهْلَ الْبَيْتِ ، بِكُلِّ خَيْرٍ مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ . فَقَالَتْ أُمِّي : يَا رَسُولَ اللهِ ! خُوَيْدِمَك . ادْعُ اللهَ لَهُ. قَالَ فَدَعَا لِي بِكُلِّ خَيْرٍ . وَكَانَ فِيْ آخِرِ مَا دَعَا لِيْ بِهِ أَنْ قَالَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيْهِ”
الراوي : أنس بن مالك | المحدث :مسلم | المصدر : صحيح مسلم. الصفحة أو الرقم: 660 | خلاصة حكم المحدث : صحيح

Artinya : “Dari Anas bin Malik ra, berkata: Rasulullah SAW datang ke rumah kami dan yang ada di rumah hanyalah aku, ibuku dan Ummu Haram Ibu saudaraku (bibi) lalu Baginda bersabda: “Bangunlah aku akan mengimami shalat bersama kalian (dalam waktu bukan waktu solat fardhu)”lalu Baginda mengimami kami. Ada seorang lelaki berkata kepada Tsabit: Di mana Rasulullah meletakkan Anas? Jawab Tsabit: Di sebelah kanan Baginda. Anas berkata : Kemudian Baginda mendoakan kebaikan bagi kami sekeluarga di dunia dan akhirat. Lalu ibuku berkata: Wahai Rasulullah, doakanlah khadam kecilmu ini (Anas). Lalu Baginda mendoakan dengan semua kebaikan dan di akhir do’anya baginda mendoakan Anas dengan do’a : “Ya Allah, banyakkan hartanya dan anaknya dan berkati dia padanya “ (HR : Imam Muslim)

Dalam hadits lain yang dinilai oleh Imam Am-Munziri (lahir th 581H) hadits shohih, dan dinilai oleh Imam Al-Albani (lahir th 1333H/1914M) hadits dhoif, Rasulullah SAW bersabda:

“لَا يَجْتَمِعُ مَلَأٌ فَيَدْعُو بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ بَعْضُهُمْ إِلَّا أَجَابَهُمُ اللَّهُ”
الراوي : حبيب بن مسلمة الفهري | المحدث : المنذري | المصدر : الترغيب والترهيب. الصفحة أو الرقم: 1/240 | خلاصة حكم المحدث : [إسناده صحيح أو حسن أو ما قاربهما]

Artinya : “Tidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengucapkan Aamiin(mengamini), kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka.” (HR : Imam Al-Munziri, Al-Hakim.)

Tradisi atau kebiasaan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, jika selesai dari shalat lima waktu, para jamaah wanita langsung pulang, namun para kaum pria duduk menetap bersama Baginda Rasul SAW, lalu jika Baginda sudah selesai berzikir atau berdo’a bersama, atau menyampaikan ilmu, para sahabat akan bubar setelah Rasulullah SAW bangun dari tempat duduknya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW:

“أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم أَخْبَرَتْها : أَنَّ النِّسَاءَ فِيْ عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ إِذَا سَلَّمْنَ مِنَ الْمَكْتُوْبَةِ قُمْنَ، وَثَبَتَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ صَلَّى مِنَ الرِّجَالِ مَا شَاءَ اللهُ، فَإِذَا قَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَامَ الرِّجَالُ “.
الراوي : أم سلمة هند بنت أبي أمية | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري. الصفحة أو الرقم: 866 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح] | شرح الحديث

Artinya : Dari Ummu Salamah ra(Isteri baginda Rasul SAW), berkata:Sesungguhnya kaum wanita di zaman Rasulullah SAW, setelah selesai shalat bersama Rasulullah SAW, mereka langsung bubar. Namun Baginda Rasul SAW akan menetap di tempatnya, Manakala kaum pria yang sekian banyaknya, yang shalat bersama Rasulullah SAW, mereka tidak akan bubar kecuali Rasulullah SAW bangun dari tempatnya” (HR : Imam Bukhari)

Inilah akhlak Islam yang patut kita contohi, bagi jamaah yang punya waktu lapang, jangan bubar dulu setelah shalat berjamaah, lebih baik menunggu imam selesai dari zikirnya atau ceramahnya atau do’anya, barulah bisa bubar.

Dalam shalat Idul Fitri dan Idul Adha Baginda Rasul SAW juga terbukti membaca do’a beramai-ramai bersama para jamaah. Dalam sabdanya pada khutbah Idul Fitri dan Idul Adha, Baginda menganjurkan para gadis dan wanita yang haid keluar menyaksikan kebaikan ini dan menyaksikan do’a bersama yang dilakukan oleh baginda Rasul dan para sahabatnya :

“يَقُولُ : يَخرُجُ الْعَوَاتِقُ ، وَذَوَاتُ الخُدُوْرِ ، أَوِ الْعَوَاتِقُ ذَوَاتُ الخُدُورِ ، وَالحُيَّضُ ، وَلْيَشهَدْنَ الْخَيْرَ ، وَدَعْوَةَ اْلمُؤْمِنِينَ ،”
الراوي : أم عطية نسيبة الأنصارية | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري. الصفحة أو الرقم: 324 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح]

Artinya : “ Agar keluar para gadis, perawan dan wanita haid- yakni ke shalat Idhul Fitri dan Adha- serta supaya mereka ikut menyaksikan kebaikan dan do’a orang-orang yang beriman. Tetapi wanita haid menjauhi tempat shalat” (HR : Imam Bukhari)

Dalam hadits lain, para sahabat Rasulullah membuktikan apa yang mereka lakukan bersama Baginda Rasul SAW dalam shalat Idul Fitri dan Idul Adha, di mana mereka bertakbir bersama-sama, dan berdo’a bersama-sama memohon keberkahan pada hari raya itu dan memohon agar mereka kembali kepada fitrahnya:

“كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ الْعِيْدِ، حَتَّى نُخْرِجَ الْبِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا، حَتَّى تَخْرُجَ الحُيَّضُ، فَيَكُنَّ خَلْفَ النَّاسِ، فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيْرِهِمْ، وَيَدْعُوْنَ بِدُعَائِهِمْ، يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَطُهْرَتَه .”
الراوي : أم عطية نسيبة الأنصارية | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري. الصفحة أو الرقم: 971 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح]

Artinya : Dari Ummu ‘Athiyyah ra, berkata : “Kami diperintahkan untuk keluar pada hari raya sehingga para wanita yang perawanpun diperintah keluar dari rumahnya, begitu juga wanita-wanita yang sedang haid dan mereka berjalan dibelakang para jamaah, kemudian para wanita tersebut mengumandangkan takbir bersama takbirnya jamaah dan berdoa dengan doanya para jamaah serta mereka semua mengharapkan keberkahan dan kesucian hari raya tersebut” (HR : Imam Bukhari.)

Itulah kajian tentang tradisi atau kebiasaan berdo’a bersama-sama dalam Islam semenjak Baginda Rasulullah SAW diutus menjadi Rasul yang agung untuk sekalian umat manusia. Semoga bermanfaat. Amin.

Bandung, Masjid Al-Irsyad Satya, Kota Baru Parahyangan.
4 Rabiu’lawal 1438 H- 3 Desember 2016 Mh

Source

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s