MAKSUD HADITS NABI TENTANG SHAF JAMAAH LAKI-LAKI & PEREMPUAN

Posted: Desember 22, 2016 in NGAJI ONLINE, SUNNAH - ADAB & NASIHAT

Bid'ah doa Khatam Qur'an dlm sholat tarawih di Masjidil Haram

]Nabi s.a.w. oernah bersabda, dan ini masyhur sekali, bahwa sebaik-baik shaff laki-laki adalah yang paling depan dan yang paling buruk adalah yang belakang. Sedangkan shaff wanita, yang paling baik adalah yang paling belakang, dan yang paling buruk adalah yang paling depan.

Awal kali mendengar hadits ini serasa kurang ‘sreg’, bagaimana bisa dikatakan buruk? Datangnya ia ke masjid untuk shalat berjamaah itu sebuah kebaikan yang luhur, bagaimana bisa dikatakan buruk hanya karena ia mendapati shaff terakhir?

Begitu juga shaff wanita, bagaimana bisa wanita yang dengan semangat mengejar pahala, datang di awal waktu lalu shalat mendapat shaff terdepan, dan itu adalah kebaikan yang tinggi, akan tetapi mendapat keburukan? (Walaupun kita memang sepakat sebaiknya shalat wanita adalah di rumah.)

Ternyata memang tidak bisa memahami hadits hanya terjemah saja. Kalau begitu akhirnya menjadi salah menghukumi dan bisa saja keliru menghakimi.

Dalam kitabnya “Ibanah al-Ahkam”, Sayyid ‘Alawi bin ‘Abbas al-Maliki menjelaskan bahwa maksud “buruk” yang disematkan kepada laki-laki di shaff terakhir bukan semata-mata karena ia mendapati shaff terakhir.

Maksudnya adalah jika dibandingkan dengan shaff terdepan tentu shaff belakang itu tidak lebih baik; karena dalam banyak riwayat disebutkan bahwa malaikat bershalawat kepada Shaff pertama lebih banyak dibanding shaff-shaff setelahnya. Artinya keburukannya bukan buruk dalam arti sebenarnya, tapi keunggulan yang tidak diperoleh bagi penghuni shaff belakang dibanding dengan penghuni shaff depan.

Atau bisa jadi, buruk juga bagi mereka yang datang awal waktu akan tetapi menolak menempati shaff terdepan; akhirnya membuat dia tidak mendapati keunggulan shaff depan. Di sini berarti ada keburukan; yakni tidak mengejar keafdhalan dan keunggulan.

Dan juga keburukan itu ada di shaff belakang karena posisinya dekat dengan shaff wanita yang mana bisa menimbulkan fitnah. Ini lebih jelas dalam penjelasan shaff wanita selanjutnya.

Itu yang disebut buruk bagi laki-laki. Bukan semata-mata karena menempati shaff belakang.

Nah, shaff wanita ini yang harus dicermati baik-baik dalam memahami hadits. Dikatakan shaff wanita yang buruk itu adalah shaff depan, itu disebabkan karena dalam shalat berjamaah, posisi wanita adalah di belakang shaff laki. Otomatis shaff terdepan wanita itu lebih dekat dengan laki-laki yang ada di shaff belakang, akses terhadap lawan jenis terbuka, sehingga kemungkinan terjadinya fitnah menjadi ada. Di situ keburukannya.

Fitrahnya, wanita itu tertutup, dan terjaga dari fitnah. Ketika posisinya justru menempatkannya dalam ‘ancaman’ fitnah, itu keburukan. Karenanya Nabi s.a.w. bilang itu buruk, bukan karena posisi, tapi karena ada fitnah yang mungkin muncul karena kedekatannya dengan shaff lelaki. Sebaliknya, yang berposisi paling jauh dari fitnah mendapat keunggulan dan kebaikan.

Berangkat dari sinilah kemudian beberapa masjid membuat hijab atau satir atau penghalang sebagai pembatas shaff laki-laki dan wanita. Salah satu fungsinya adalah terjaganya wanita dari fitnah sehingga ‘keburukan’ yang disabdakan Nabi s.a.w. tidak berlaku bagi mereka.

Begitu juga, selama fitnah itu bisa terjaga walaupun tanpa hijab dan penghalang, keburukan itu pun hilang. Sebagaimana yang biasa kita lihat pada shalat Ied misalnya. Walau tanpa penghalang, tapi fitnah itu tertutup karena kedewasaan jemaah serta banyaknya mata yang mengawasi.

Jadi bukan semata-mata karena posisinya, akan tetapi akses terhadap fitnah itu yang menjadi ukuran. Malah bisa saja keburukan itu berada pada shaff belakang wanita, kalau akses terhadap fitnah itu terbuka di situ; karena lebih dekat dengan pintu (misalnya) di mana orang lalu lalang dan ruangan wanita itu bisa terakses secara bebas.

-wallahu a’lam-

Source: KH. Ahmad Zarkasi. Lc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s