MBAH SENEN DONO MEDJO WAFAT SAAT TAHIYAT AKHIR DI MASJID NABAWI

Posted: Januari 5, 2017 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

wafat-di-tahiyat-akhir-husnul-khatimah

Kabar duka meninggalnya jamaah haji asal Ponorogo, Senen Dono Mejdo rupanya sudah diterima oleh pihak keluarga. Rumahnya pun sudah terpasang terop bahkan keluarga Mbah Senen sudah mengadakan tahlilan, Sabtu (13/8/2016).

Suasana duka begitu terasa ketika memasuki rumah duka Mbah Senen yang berada di Dusun Pitu, Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Pun suara isak tangis juga terdengar, tanda kehilangan keluarga. Walaupun keluarga yang ditinggalkan juga berusaha tegar.

Lantunan ayat suci juga terdengar sayup-sayup. Karena memang keluarga langsung menggelar yasinan ketika mendapat kabar, Kakek, ayah sekaligus saudara mereka meninggal.

“Ketika mendapat kabar, kami sekeluarga sepakat langsung menggelar yasinan. Agar Mbah Senen tenang di sana,” kata salah satu keluarga Mbah Senen, Ika Lutfiana.

Ika mengatakan, Mbah Senen berangkat bersama istrinya, Mbah Giyem dan anaknya, Suyanto. Saat berangkat, Mbah Senen masih terlihat sehat bugar.

Bahkan anaknya, Suyanto lah yang mengidap penyakit stroke. “Namun takdir berkata lain, Mbah Senen malah yang dipanggil dulu,” katanya.

Ika juga menerangkan kakak iparnya, Suyanto memberi kabar bahwa sampai di Arab Saudi, Jumat (12/8/2016) pukul 10.00 waktu setempat. Dia juga sempat berkirim kabar dan mendapat foto Mbah Senen yang masih sehat.

“Sudah sempat Salat Dhuhur, Ashar di Masjid Nabawi juga. Tapi saat Salat Magrib, tepatnya saat takihyat akhir Mbah Senen menghembuskan nafas terakhirnya,” katanya lagi.

Dari keterangan dokter yang mengabarkan Mbah Senen terkena tekanan darah tinggi dan AMI (acute miocard infark). Selain itu ada serangan jantung mendadak.

Sementara keponakan Mbah Senen, Sri Narwini, mengatakan, tidak ada firasat apapun sebelum meninggal. Hanya saja, Mbah Senen sebelum berangkat seperti orang bingung.

Dia menjelaskan sebelum berangkat Mbah Senen memakai baju haji dan berjalan keluar. Kemudian masuk lagi melepas baju, mandi. “Baru dipakai kembali, setelah itu berangkat lagi,” katanya.

Sri juga mengatakan untuk riwayat sakit memang Mbah Senen dalam setahun terakhir sering keluar masuk rumah sakit. Karena memang sebenarnya Mbah Senen ada riwayat penyakit jantung.

“Kami ikhlas, bahkan Mbah Senen harus dimakamkan di Arab, insyaallah kami semua sudah melepaskannya,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, satu jamaah haji asal Ponorogo, Senen Dono Medjo, meninggal dunia saat melakukan salat di Masjid Nabawi, pukul 19.00 waktu setempat, Jumat (12/8/2016). Senen adalah jamaah pertama asal Indonesia yang meninggal ditengah melaksanakan serangkaian ibadah haji.

Source: beritajatim.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s