AKHIR PERDEBATAN MAULID

Posted: Januari 12, 2017 in STOP MENUDUH BID'AH !!
Tag:

maulid-nabi-muhammad-saw

Dari dahulu sejak Ibnu Al-Haj dan ulama lainnya yang tidak setuju dengan Maulid Nabi yang telah dilakukan oleh banyak umat Islam Sunni, berargumen karena Maulid Nabi tidak dilakukan oleh Nabi, para Sahabat maupun Tabiin. Para ulama ahli hadis telah beristinbath dengan hadis bahwa Nabi berpuasa di hari Senin karena di hari itu beliau dilahirkan [HR Muslim], masih juga belum diterima.

Al-Hafidz Ibnu Hajar dan ahli hadis lainnya pun juga beristinbath dengan berbagai hadis, namum masih belum memuaskan diri mereka yang memang tidak mau dengan Maulid.

Masa Pelaksanaan Umrah Yang Tidak Dilakukan Nabi

Jalan fikiran Anti Maulid adalah karena tidak ada contoh dari Nabi. Kalau memang demikian semestinya umat Islam meniru Nabi melakukan Umrah di bulan Dzulqa’dah saja, sebab Nabi melaksanakan Umrah di bulan tersebut:

ﻋﻦ ﻗﺘﺎﺩﺓ، ﺃﻥ ﺃﻧﺴﺎ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﺃﺧﺒﺮﻩ ﻗﺎﻝ: ” اﻋﺘﻤﺮ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺭﺑﻊ ﻋﻤﺮ، ﻛﻠﻬﻦ ﻓﻲ ﺫﻱ اﻟﻘﻌﺪﺓ، ﺇﻻ اﻟﺘﻲ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻊ ﺣﺠﺘﻪ . رواه البخاري

Dari Anas bahwa Nabi melakukan Umrah 4 kali, semuanya di bulan Dzulqa’dah, kecuali Umrah yang bersamaan dengan Haji Nabi [haji wada’]” (HR al-Bukhari)

Mestinya menurut mereka Umrah di bulan Muharram, Shafar dll adalah bidah karena Nabi tidak pernah melakukan. Nyatanya hingga saat ini umat Islam sepakat membolehkan Umrah sepanjang tahun.

Mengumpulkan Al-Quran

“Itu, Demi Allah, adalah baik” sebuah penggalan kalimat dari Sayidina Umar untuk meyakinkan Sayidina Abu Bakar agar mau melakukan pembukuan Al-Quran yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi (HR Al-Bukhari)

Sayidina Abu Bakar lalu menunjuk Zaid bin Tsabit untuk membukukan Al-Quran;

ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ: ﺇﻧﻚ ﺭﺟﻞ ﺷﺎﺏ ﻋﺎﻗﻞ ﻻ ﻧﺘﻬﻤﻚ، ﻭﻗﺪ ﻛﻨﺖ ﺗﻜﺘﺐ اﻟﻮﺣﻲ ﻟﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻓﺘﺘﺒﻊ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺎﺟﻤﻌﻪ

Abu Bakar berkata: “Engkau (Zaid) adalah pemuda cerdas, kami tidak menaruh prasangka buruk padamu. Engkau juga mencatat wahyu bagi Nabi. Maka telitilah Al-Quran lalu kumpulkan”

Zaid berkata:

«ﻓﻮاﻟﻠﻪ ﻟﻮ ﻛﻠﻔﻮﻧﻲ ﻧﻘﻞ ﺟﺒﻞ ﻣﻦ اﻟﺠﺒﺎﻝ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﺛﻘﻞ ﻋﻠﻲ ﻣﻤﺎ ﺃﻣﺮﻧﻲ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺟﻤﻊ اﻟﻘﺮﺁﻥ»،

“Demi Allah, andai mereka memaksaku memindah gunung tidaklah lebih berat bagiku dari pada perintah Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Quran”

Zaid kemudian menjawab:

ﻗﻠﺖ: «ﻛﻴﻒ ﺗﻔﻌﻠﻮﻥ ﺷﻴﺌﺎ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻠﻪ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ؟»، ﻗﺎﻝ: ﻫﻮ ﻭاﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮ، ”

“Bagaimana kalian melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama? Abu Bakar menjawab: “Itu, demi Allah, adalah baik” (HR Al-Bukhari)

Rangkaian Dalam Maulid

Amaliah dalam Maulid adalah membaca shalawat, menyampaikan sejarah keteladanan Nabi dan sedekah. Hanya ini saja dan tidak ada kemungkaran. Rangkaian yang ada dalam Maulid ini baik semua, seperti halnya kalimat ‘Baik’ menjadi dalil bagi para Sahabat untuk melakukan sesuatu yang tidak ada di masa Nabi. Dan Allah berfirman:

وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“… dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Haj: 77)

Ma’ruf Khozin, @Batuampar Kalbar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s