IMAM ASY-SYAFI’I MENGUASAI SELURUH HADITS SHAHIH

Posted: Juli 10, 2017 in MADZHAB & KHILAFIYAH, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

Imam Syafi'i

Barusan liat status fb orang yang merendahkan banget hasil ijtihad fiqih & kemampuan hadits Imam Asy-Syafi’i, alasannya karena Imam Asy-Syafi’i hanya meriwayatkan 1675 hadits saja, jauh berbeda dg Imam al-Bukhari.

 

Pendaku Salafy

Pendapat salah satu Ust. Salafy tentang Imam Syafi’i

 

Penulis TS gk tau atau pura-pura gak tau bahwa sejarah mencatat Imam Asy-Syafi’i itu memiliki gelar Nashir As-Sunnah (Pembela Sunnah / Hadits Rasulullah) yang diakui oleh seluruh ulama, oleh karena itu beliau mendapatkan gelar Mujaddid (sang pembaharu), beliau pula orang yang menulis Ulumul Hadits pertama kali.

Bahkan, penguasaan Imam Asy-Syafi’i terhadap hadits telah diakui oleh pakar Ahli hadits dari masa ke masa, Imam an-Nawawi mengatakan :

“Dan kami telah meriwayatkan dari Imam Abu Bakr Muhammad bin Ishaaq bin Khuzaimah yang dikenal sebagai imamnya para imam. Dan karena tingkat beliau yang tinggi dalam hafalan haditsnya dan pengetahuan tentang sunnah-sunnah Nabi maka beliau ditanya : “Apakah engkau tahu ada sunnah yang shahih yang tidak dicantumkan oleh Imam As-Syafii dalam kitab-kitab beliau?”, maka beliau (*Ibnu Khuzaimah) menjawab :
Tidak ada”.

IMAM ASY-SYAFI'I MENGUASAI SELURUH HADITS SHAHIH

(Al-Majmuu’ syarh Al-Muhadzdzab, Juz. 1, hal. 106, cet. Al-Irsyad, Jeddah)

Perlu dicatat, penguasaan hadits seorang Imam termasuk Imam Asy-Syafi’i itu tidak bisa diukur hanya dari hadits-hadits yang dituliskannya dalam kitab-kitab beliau, karena banyak sekali para ulama yang tidak sempat menuliskan semua hafalan haditsnya ke dalam sebuah karya ilmiahnya, sehingga itu masih tersimpan di kepalanya.

Terjemah bebas

Source: Hidayatullah Asy-Syirbuniy

***

Kautsar Amru tentang Imam Syafi'i

Kritik utk Kautsar Amru

By: Ustadz Dony Arif Wibowo :

Sekilas info, ….. Musnad Al-Imaam Asy-Syaafi’iy adalah kumpulan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imaam Asy-Syaafi’iy. Musnad ini disusun oleh Abu Bakr Muhammad bin Ya’quub Al-Asham (ia sebenarnya tidak suka dengan laqab ini, tapi sudah terlanjur masyhur sebutan itu untuknya) melalui perantaraan riwayat Ar-Rabii’ bin Sulaimaan. Ibnu Hajar Al-‘Asqalaaniy mengatakan bahwa Abu Bakr Al-Asham mengumpulkan hadits-hadits Asy-Syaafi’iy dalam kitab Al-Umm dan Al-Mabsuuth melalui perantaraan Ar-Rabii’ bin Sulaimaan.

Adapun Ibnu Shalah mengatakan, Al-Asham mengumpulkan hadits-hadits tersebut dari sebagian murid Asy-Syaafi’iy (bukan hanya Ar-Rabii’ saja). Tentu, hadits Asy-Syaafi’iy bukan hanya ada dalam Musnad Asy-Syaafi’iy saja sebagaimana prasangka sebagian orang. Dr. Maahir Al-Fahl meneliti ada sebanyak 2425 hadits yang ada dalam kutub riwayat. Dan tentu kita tidak mengatakan hadits Asy-Syaafi’iy hanya itu saja. Apalagi yang ia hapal dan ketahui. Asy-Syaafi’iy adalah salah seorang periwayat kitab Al-Muwaththa’. Artinya, ia juga memiliki hadits Maalik bin Anas dalam kitab Al-Muwaththa’. Ia pernah meninggalkan hadits-hadits yang ia terima yang tidak diriwayatkan penduduk Hijaz. Dan masih banyak lagi.

Mengatakan inferioritas dalam hadits dan referensi terhadap Al-Imaam Asy-Syaafi’iy adalah bentuk kekurangadaban tersendiri selain minim referensi. Seperti misal mengatakan : “Al-Bukhaariy dan dan para imam Ahlul Hadits lainnya terus terang jauh lebih kaya referensi dan jumlah hadits nya dibandingkan imam syafi’i”. Seandainya dikatakan hadits Asy-Syaafi’iy dalam kitab-kitab riwayat (yang sampai kepada kita) lebih sedikit dari Al-Bukhaariy, iya itu benar, karena fakta. Tapi kalau dikatakan ulama lain JAUH LEBIH KAYA REFERENSI dan HADITS, ini ngawur. Bahkan ngawur berat. Apa maksud referensi ? Ilmu ?. Referensi didapatkan dari rihlah menuntut ilmu dan penelaahan. Seandainya orang sedikit saja membaca kitab biografi ulama yang menyebutkan tentang diri Asy-Syaafi’iy (seperti : Aadaabusy-Syaafi’iy, As-Siyar, Tahdziibu-Kamaal, Tawaliyut-Ta’siis, dan yang lainnya), niscaya tidak akan mengatakan lancang seperti itu. Asy-Syaafi’iy melakukan rihlal ke berbagai negeri dan berguru ke banyak orang. Siapa ahlul-hadits yang lain sehingga Asy-Syaafi’iy terlihat kecil dibandingkan mereka ?. Maalik bin Anas ? Ibnul-Qaththaan ? Yahyaa bin Ma’iin ? Ibnul-Mubaarak ?. Abu Haatim Ar-Raaziy ? Abu Zur’ah ? Berapakah hadits-hadits mereka ? Jangan-jangan kita hanya tahu yang namanya ahli hadits itu penulis kitab yang 9.

Ahli hadits banyak, dan Asy-Syaafi’iy salah satu pendekar utamanya. Ibnu Khuzaimah bahkan pernah bilang bahwa tidak ada satupun sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang ditinggalkan Asy-Syaafi’iy dalam kitabnya. Tentu perkataan ini adalah satu bentuk mubalaghah ungkapan dari Ibnu Khuzaimah terhadap Asy-Syaafi’iy. Namun ungkapan Ibnu Khuzaimah – yang ia bermadzhab Syaafi’iyyah dalam fiqh – menggambarkan keluasan ilmu (baca : referensi dan riwayat) Asy-Syaafi’iy. Sementara diketahui, jumlah riwayat Ibnu Khuzaimah dalam kitab-kitab riwayat lebih banyak daripada Asy-Syaafi’iy. Ma’ruf di kalangan ulama terdahulu bahwa perbendaharaan hadits yang mereka miliki jauh lebih banyak dibandingkan yang mereka riwayatkan dan kemudian sampai kepada kita. Banyak kitab-kitab ulama yang tersebut dalam kitab-kitab turjumah dan semisalnya tidak sampai kepada kita. Termasuk juga Asy-Syaafi’iy. Tidak semua kitab Asy-Syaafi’iy sampai di tangan kita sekarang. Lebih dari 100 kitab yang telah ditulis Asy-Syaafi’iy.

Asy-Syaafi’iy adalah gunung. Menyebutnya – begitu juga ulama yang lain yang semisal dirinya – mesti menggunakan adab dan pilihan kata yang baik. Jangan sampai terkesan ada perendahan dan takabur. Kalau pun harus menyebutkan, sebutkanlah perkataan ulama. Apa komentar mereka terhadap Asy-Syaafi’iy. Jangan jadikan diri kita – yang mesti diakui, minim telahaan dan referensi – sebagai mizan penilai.

SIAPA IMAM SYAFI’I??

Imam Syafi’i tidak pernah keliru dalam menyebutkan hadits. (Abu Zur’ah Ar Rozi)

Saya tidak pernah mendapati dari Imam Syafi’i sebuah hadis pun yang salah baca. (Abu Bakr bin Abu Daud)

Imam Ahmad pernah ditanya, “Apakah Syafi’i termasuk ahli hadis?” Beliau menjawab, “Ya, demi Allah dia adalah adalah ahli hadis.”

Imam Ahmad juga pernah mendengar Imam Syafi’i membacakan hadis-hadis kitab Al Muwatho lalu beliau berkomentar, “Sungguh saya melihat Syafi’i ini sangat hebat hafalannya.”

Komentar saya:

Kalau yang bilang begitu adalah orang awam, mungkin kita biasa saja dan tidak terlalu heran. Tapi kalau yang bilang begitu adalah seorang ahli hadis besar dan hebat, ini adalah suatu yang besar. Allahu akbar.

Imam Ahmad pernah memegang tangan Ishaq bin Rahawaih sambil mengatakan, “Kemari, aku akan membawamu kepada orang yang belum pernah matamu melihat orang seperti dia.” Ternyata dibawa ke Imam Syafi’i.

Az Za’farani mengatakan, “Belum pernah saya mendatangi Syafi’i kecuali pasti Ahmad bin Hambal sudah ada bersamanya mendahului saya.”

Imam Ahmad mengatakan, “Kalau tidak ada hadis sahih, saya akan menggunakan perkataan Syafi’i sebagai dalil.”

Ibrahim Al Harbi bertanya kepada Imam Ahmad, “Bagaimana pendapat anda tentang Malik?”

Beliau menjawab, “Hadisnya sahih tapi pendapatnya dhaif.”

“Kalau Al Auza’i?” Tanya Ibrahim.

“Hadisnya dhaif dan pendapatnya juga dhaif.” Jawab Imam Ahmad.

“Kalau Syafi’i?”

“Hadisnya sahih dan pendapatnya juga sahih.”

“Kalau Fulan?”

“Hadis tidak punya dan pendapat juga tidak punya.”

Ini hanyalah sekelumit informasi tentang siapa Imam Syafi’i. Saya tidak bermaksud memaksumkan beliau tapi begitulah pengakuan para pakar yang paham betul urusan seperti ini. Jadi ambillah segala sesuatu dari pakarnya.

Masih banyak lagi informasi tentang beliau. Kalau Imam Baihaqi menulis biografi beliau sampai jadi kitab tebal, maka saya cuma mengutip secuil saja untuk menjadi sebuah status Facebook.

Semoga bermanfaat.

(Danang Kuncoro Wicaksono)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s