PERKATAAN ULAMA ADALAH DALIL BAGI ORANG AWAM YANG TIDAK BISA BERDALIL

Posted: Juli 10, 2017 in MADZHAB & KHILAFIYAH, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

sy pengikut Qur'an Hadits bukan pengikut Madzhab

” Imam Asy Syathibi al Maliki (beliau adalah ulama besar pengarang kitab Al I’tishom yang membahas tentang seluk beluk Bid’ah yang dipakai oleh kalangan Salafiyun) berkata dalam kitab al Muwafaqot :

ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﻤﺠﺘﻬﺪﻳﻦ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻮﺍﻡ ﻛﺎﻷﺩﻟﺔ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺠﺘﻬﺪﻳﻦ . ﻭ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥّ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻷﺩﻟﺔ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻘﻠﺪﻳﻦ ﻭﻋﺪﻣﻬﺎ ﺳﻮﺍﺀ . ﺇﺫ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻻ ﻳﺴﺘﻔﻴﺪﻭﻥ ﻣﻨﻬﺎ ﺷﻴﺌﺎ ﻓﻠﻴﺲ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﻓﻲ ﺍﻷﺩﻟﺔ ﻭ ﺍﻻﺳﺘﻨﺒﺎﻁ ﻣﻦ ﺷﺄﻧﻬﻢ ﻭ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺫﻟﻚ ﻟﻬﻢ ﺃﻟﺒﺘﺔ. ﻭ ﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻓﺎﺳﺌﻠﻮﺍ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺇﻥ ﻛﻨﺘﻢ ﻻ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ . ﻭ ﺍﻟﻤﻘﻠﺪ ﻏﻴﺮ ﻋﺎﻟﻢ ﻓﻼ ﻳﺼﺢ ﻟﻪ ﺇﻻ ﺳﺆﺍﻝ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ

“Fatwa-fatwa seorang ulama/ mujtahid itu bagi orang awam seperti dalil-dalil syar’i bagi mujtahid. Dalilnya adalah ada dan tidak adanya dalil itu sama bagi seorang muqollid yang awam. Karena mereka tidak dapat mengambil faedah dari dalil-dalil syar’i sama sekali, maka meneliti dalil dan mengambil hukum darinya bukan tugas mereka. Bahkan mereka tidak boleh melakukan hal itu sama sekali. Dan Allah telah berfirman :

ﻓﺎﺳﺌﻠﻮﺍ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺇﻥ ﻛﻨﺘﻢ ﻻ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ

” Bertanyalah kepada Para Ahlu Dzikri (ulama) jika kalian tidak mengetahui.”

Dan seorang Muqollid itu bukanlah seorang yang ‘alim. Oleh karena itu tidak sah dan tidak boleh baginya kecuali bertanya kepada Ahlu Dzikri. ”

Harus kita fahami bahwa ulama, ketika mengeluarkan pendapat itu tidak semau dia atau tidak Asal – asalan yang dalam bahasa jawa dikatakan sak penak wudele dewe…

Mereka, ketika berpendapat itu berusaha mengikuti dalil Al Qur’an dan Sunnah.. Maka salah, orang yang mau membenturkan perkataan ulama dengan Dalil. Karena perkataan ulama itu adalah penjelasan atau Syarh dalam memahami dalil.

Kalau orang awam tidak mau menerima Qoul ulama dan ngotot maunya langsung berdalil dari Al Qur’an dan Sunnah…Maka ditanyakan kepadanya Apakah kamu tau tata cara berdalil? Apakah kamu menguasai ilmu ushul Fiqh? Tau Wajhul Istidlal? Bisa baca Al Qur’an dengan benar? hafal berapa hadits? paham ilmu nahwu dan shorof tidak? ”

MEMBELA KEHORMATAN IMAM SYAFI’I

” Akhir – akhir ini ada Ahli Hadits dadakan yang bermodal aplikasi جامع الكتب التسعة yang lancang menjatuhkan kehormatan Imam Asy-Syafi’i. Ibarat kambing tak bertanduk mau nyundang gunung yang besar.

Ah… tak usah tengok tulisannya. Mari kita simak saja perkataan ulama besar Ahli Hadits ternama yang bermadzhab Syafi’i, beliau adalah Al Imam Jalaludin As Suyuthi Asy Syafi’i. Dalam kitabnya yang berjudul Tadribur Rowy syarh Taqribun Nawawi, ketika beliau membahas silsilatudz dzahab (rangkaian sanad yang paling shohih dan paling agung) beliau mengatakan :

ﻭﺑﻨﻰ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻘﺎﻫﺮ ﺑﻦ ﻃﺎﻫﺮ ﺍﻟﺘﻤﻴﻤﻲ ﺃﻥ ﺃﺟﻞ ﺍﻷﺳﺎﻧﻴﺪ ‏( ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻋﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻋﻦ ﻧﺎﻓﻊ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ‏) . ﻭﺍﺣﺘﺞ ﺑﺈﺟﻤﺎﻉ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻭﺍﺓ ﻋﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺃﺟﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ، ﻭﺑﻨﻰ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻳﻦ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﺃﺟﻠﻬﺎ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻋﻦ ﻣﺎﻟﻚ ؛ ﻻﺗﻔﺎﻕ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺃﺟﻞ ﻣﻦ ﺃﺧﺬ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ

” Al Imam Abu Manshur ‘Abdul Qoohir bin Thohir At Tamimi berkesimpulan bahwa Silsilah Sanad yang paling agung dan mulia adalah riwayat Syafi’i dari Malik dari Naafi’ dari Ibnu Umar. Beliau berhujjah (beralasan) dengan Ijma’ para ulama Ahli Hadits, yang mereka telah sepakat bahwa tidak ada perawi Malik yang lebih agung dan mulia dari Asy Syafi’i.
Begitu juga sebagian ulama muta’akhirin berkesimpulan bahwa Silsilah Sanad yang paling agung dan mulia adalah riwayat Ahmad bin Hanbal dari Asy-Syafi’i dari Malik, hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama Ahli Hadits bahwa ahli hadits yang paling agung dan mulia yang pernah mengambil riwayat dari Imam Asy-Syafi’i adalah Imam Ahmad. ”

Begitu juga ulama besar Ahli Hadits yang bergelar al Hafidz, yakni al Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani Asy-Syafi’i yang pernah menjadi grand syaikh di Darul Hadits al Asyrofiyah (sekolah hadits ternama yang pernah dipimpin oleh para ulama besar Ahli Hadits, di antaranya adalah Imam Ibnu Sholah, Al Hafidz al Mizzi dan Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani). Kitabnya Fathul Bari Syarh Shohih Bukhori adalah kitab Syarh Hadits yang terbaik secara mutlak. Sehingga ketika Imam As Syaukani diminta oleh muridnya untuk mensyarah Shohih Bukhori beliau berkata :

لا هجرة بعد الفتح.

Beliau, yakni Imam Ibnu Hajar menulis kitab yang sangat baik berjudul :

ﺳﻠﺴﻠﺔ ﺍﻟﺬﻫﺐ ﻓﻴﻤﺎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻋﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻋﻦ ﻧﺎﻓﻊ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ

Dan inilah Imam Ahmad bin Hanbal yang merupakan murid Imam Asy-Syafi’i, salah satu perawi Qoul Qodim imam Asy-Syafi’i, Ahli Hadits besar yang tidak samar lagi, pernah berujar :

ﻣﺎ ﻋﺮﻓﻨﺎ ﺍﻟﻤﺠﻤﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻔﺴﺮ ، ﻭﻻ ﻧﺎﺳﺦ ﺣﺪﻳﺚ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻣﻦ ﻣﻨﺴﻮﺧﻪ ﺣﺘﻰ ﺟﺎﻟﺴﻨﺎ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ

” Kami tidak tau ilmu berkaitan Mujmal dan Mufassar, Nasikh hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari mansukhnya sehingga kami duduk bermajlis kepada Imam Asy-Syafi’i. ”

Nasehat : Kalau kita yang masih di level awam ya, jangan coba-coba mau nyundang Imam Asy-Syafi’i yang sudah di level Mujtahid Muthlaq. Imam Al Baihaqi, Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Ash Shobuni, Imam An-Nawawi, Imam Ibnu Hajar, Imam Ibnu Allan, Imam Ibnu Katsir, Imam Adz Dzahabi, Imam al Mizzi dan lainnya yang merupakan ulama besar Ahli Hadits saja menghormati Imam Asy-Syafi’i dan mengikuti madzhab Syafi’i. Kamu yang baru modal aplikasi sudah berani lancang terhadap Imam Asy-Syafi’i.

Source: Ust. Emir El Syafi’i

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s