DI KUBU SALAFY MANAKAH ANDA??

Posted: Juli 26, 2017 in SESAMA SALAFY SALING MENCACI & MEMUSUHI, SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

Konflik Salafy vs Salafy

MAU IKUT KELOMPOK “SALAFI” ? KELOMPOK “SALAFI” YANG MANA DULU…??

Karena faktanya:

=> Kelompok yang mengaku “Salafi” berpecah-belah sesama mereka. Ini fakta. sebagian “salafi” mentahdzir (memboikot) kelompok “salafi” yang lain. anda mau marah ? Silahkan. Wong ini fakta..

=> Logikanya, jika sesama mereka saja saling tahdzir dan saling membid’ahkan, apalagi kita-kita yang di luar kelompok mereka. Ustad-ustad diluar kelompok mereka semisal Ustad Oemar Mita, Ustad Adi Hidayat, Ustad Ahmad Rafi’i, Ustad Dr. Anung Al-Hammat, Ustad Yusron Anshor, Ustad Anshari Taslim, Ustadz Abu Abdurrahman At-Thalibi, Ustad Hafidin Achmad Luthfi, Ustad Oemar Khaz, Lc., Ustad Farid Okbah, Ustad Harman Tajang, Ustad Farid Nukman Hasan, Ustad Zaitun Rasmin, dll.. wajar mereka hina dan mereka jelek-jelekkan sejadi-jadinya. Wong sesama mereka saja cakar-cakaran. saling memperebutkan klaim “paling salafi” di jagad raya.

MAU BUKTI ?

=> Syaikh Yahya Al-Hajuri (murid senior Syaikh Muqbil, tokoh Salafi yaman) mentahdzir Ustadz Luqman Ba’abduh CS (tokoh salafi jember).

=> Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sanusi Al-Makassari dan Ustadz Afifuddin Gresik mentahdzir Ustadz Firanda Andirja dan semua da’i-da’i yang berkumpul di Rodja.

=> Ustadz Luqman Ba’abduh mentahdzir Ustadz Dzulkarnain CS dan memfatwakan bahwa Dzulkarnain CS adalah MLM (Mutalawwin La’ib Makir).

=> Ulama muda Salafi dari madinah, Syaikh DR. Abdullah Al-Bukhari meyebut Ustad Firanda sebagai ‘khabits’, dan menyebut Ustad DR.Ali Musri (mantan ketua STDI Imam Syafi’i Jember) sebagai pendusta dan ‘khabits’ (buruk). Bayangkan, Ulama salafi madinah ‘mencakar-cakar’ da’i Salafi indonesia (Ali Musri & Firanda). Nah, sekarang kita tanya, siapa yang ‘cakar-cakaran’ ? 😊

=> Ustadz DR. Ali Musri di tahdzir oleh Ustadz Luqman Ba’abduh, sedangkan Ustad Luqman Ba’abduh di katakan “MALING” oleh Ustadz Ali Musri karena -kata dia- pernah mencuri kitab seharga kurang lebih 200 juta.

=> Ustadz Agus Hasan Bashori (da’i Salafi malang) dan Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi da’i saudi yang pernah jadi pemred majalah Qiblati di tahdzir oleh Ustadz Abdurrahman At-Tamimi surabaya dan di vonis sebagai Sururi dalam salah satu artikelnya. Semua ini sudah saya telan mentah-mentah. sudah kenyang saya dengan yang beginian.😊

=> Sedangkan Ustadz Abdurrahman At-Tamimi CS di tahdzir sebagai Hizbi oleh para pengikut Ustadz Faisal Usamah Mahri dan Ustad Ahmad Khadim malang.

=> Ustadz Indra Al-Medani, Syaikh Utsman Shalih, dan para da’i Salafi yang tergabung dalam mu’assasah Aly As-Sunnah medan di tahdzir (setidaknya dianggap bukan Salafi sejati) oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Medani CS dan dianggap sebagai Hizbiyyun, manhajnya tidak jelas, dst. bukan beda pendapat, tapi beda pendapatan. 😊

=> Kata “Grand Syaikh” Ali Nur Al-Medani (Syaikh Kibar Salafi paling suci di medan), “Da’i-da’i Aly As-Sunnah medan itu manhaj nya tidak jelas. Alasannya karena mereka mengundang syaikh-syaikh dari saudi yang tidak jelas. Lalu mengundang da’i-dai dari luar medan yang tidak jelas manhajnya seperti Farid Okbah, Zaitun Rasmin, dll.”

=> Syaikh Salim Bin ‘Ied Al-Hilali dituduh pencuri oleh mereka yang kontra Syaikh Yahya Al-Hajuri.

=> Syaikhain Ibnai Bazmul (dua bersaudara) mentahdzir Syaikh Ali Hasan Al-Halabi dan memvonisnya mubtadi’ (ahli bid’ah). Jadi, ulama-ulama salafi di saudi “mencakar-cakar” Ali Hasan Al-Halabi (ulama rujukannya Rodjaliyyun). Orang awam ngga bakal tau fakta ini, wong mereka pada ngga bisa baca kitab dan ga bisa bahasa arab. taunya hanya TV Rodja dan Radio Rodja alias modal taqlid. Mau marah? Wong ini fakta 😊

=> Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali menyebut Syaikh Ali Hasan Al-Halabi sebagai ahli bid’ah dan mentahdzirnya. Khalas, sudah cakar-cakaran lagi. Sebaliknya, Syaikh Falih bin Naafi’ Al Harbi mentahdzir Syaikh Rabi’.

=> Di Mesir juga demikian, dua murid Syaikh Al-Albani yakni Syaikh Muhammad Hasan dan Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini disebut mubtadi’ (ahli bid’ah) oleh murid-muridnya Syaikh Muqbil. Lalu, Ulama besar Salafi sekaliber Syaikh Ibnu Jibrin ditahdzir oleh Syaikh Yahya An-Najmi dan disebut ikhwani (ikhwanul muslimin).

=> Ulama Salafi Syaikh Hasan bin Abdullah Qu’ud menyindir Syaikh Rabi’ bahwa bahasa Arab Sayyid Quthub sekelas mahasiswa sedangkan bahasa Arab Syaikh Robi’ masih sekelas anak-anak i’dadi (pemula). Intinya, saling cakar. Yang satu bela Sayyid Quthub dan yang satu benci Sayyid Quthub, walhasil: “cakar-cakaran”. 😊

=> Syaikh Abdul Aziz bin Manshur Al-Kinani mentahdzir Syaikh Robi’ dan membuat kitab khusus membantah “kesesatan” Syaikh Robi’ berjudul Ar-Raddu ‘Alal-Ad’iyatis-Salafiyah setebal 239 hal.

=> Syaikh Abu Utsman As-Salafi mentahdzir Syaikh Robi’ dengan menulis kitab khusus berjudul “61 Ashlan Faasidan lifirqati murji’ah al khuluf: Ra-Rabi’iyun”.

Demikianlah faktanya. Lantas, ke “Salafi” mana anda harus masuk ?

Semuanya mengaku paling SALAFI dan selainnya adalah Ahli Bid’ah, Hizbiyyah, dholaalah, dll. !!??

– Kalau anda masuk Salafi Rodja, anda di tahdzir oleh Salafi Dzulkarnain. Padahal Ustad Dzulkarnain adalah murid yang diakui oleh Syaikh Shalih Fauzan.

– Kalau anda masuk Salafi Ustadz Dzulkarnain, anda di tahdzir oleh Salafi grup ustad Luqman Ba’abduh. Padahal Ustad Luqman Ba’abduh adalah salah seorang murid Syaikh Muqbil dan diakui oleh Syaikh Robi’.

– Kalau anda masuk kelompok Salafi Ustadz Luqman Ba’abduh, anda di tahdzir oleh Salafi Syaikh Yahya Al-Hajuri. Padahal Syaikh Yahya Al-Hajuri adalah pewaris (yang di akui) dakwah Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i di markaz darul hadits, dammaj, yaman.

– Kalau anda masuk Salafi Ustad Abdullah Hadrami, Ustad Agus Hasan Bashori, Ustad Khalid Basalamah, dan Ust.Ahmad Rofi’i, anda di tahdzir oleh Salafi STAI Ali Bin Abi Thalib surabaya.

– Kalau anda bergabung bersama Salafi grup mu’assasah Aly As-Sunnah medan, maka anda di tahdzir oleh para pengikut Abu Ihsan Al-Medani dan Ali Nur CS.

– Kalau anda ikut Salafi kelompok Ali Hasan Al-Halabi (Rodjaliyyun), maka anda di cekal oleh seluruh kolompok islam di dunia. Karena Ali Hasan Al-Halabi,

1. CACAT AQIDAH:

– Berpemahaman murji’ah dalam masalah iman.
– Cacat wala dan bara’ nya. Kerjasama dengan kuffar dalam memerangi kaum muslimin atas nama “memerangi teroris”.

2. CACAT AKHLAQ:
– Melakukan pemalsuan dan tahrif perkataan para ulama.
– Plagiat dalam karya tulisnya.

karena itu, ia di cekal oleh Dewan Ulama Fatwa Resmi Arab Saudi (Lajnah Da’imah Lil Buhuts Ilmiyyah Wal Ifta’) dan di vonis membawa fahmul irja’ (pemikiran murji’ah yang berbahaya). dan fatwa itu belum di cabut sampai detik ini.

Lantas, manakah Salafi paling murni ??
Manakah Salafi sejati yang murni 24 karat ?

Kalau anda tanya saya dari mana fakta ini semua, saya anda anggap memfitnah, dsb. Maka, saya jawab: bukan saya yang fitnah. Tapi anda yang terlambat lahir. 😃

Kenapa saya ungkap fakta ini? Supaya mereka tuh punya mulut di jaga. ngga usah sok suci. Ngga usah merasa paling benar. obral caci maki, ghibah, dan seenaknya merusak kehormatan orang. Ngga usah sok mentahdzir orang kalau sesama mereka aja saling tahdzir alias “cakar-cakaran” layaknya “penghuni kebun binatang”. Faham ngga maksudnya?

Kalau ngga faham, ya sudah tidur sana.😊

yang benar hanya Salafy

Merasa paling benar/ dakwah cari musuh

Salafy merasa paling benar

 

#hamba Allah yang faqir#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s