MAWLID AL-NABI DI EROPA

Posted: Oktober 30, 2019 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

Maulid-Nabi-di-Eropa

Setiap tahun, hari kelahiran baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam dirayakan dengan berbagai macam aktivitas di berbagai wilayah benua Eropa. Hampir disetiap negeri di Eropa, masyarakat Muslim datang bersama untuk berkumpul pada malam yang mulia tersebut untuk berdoa dan merayakannya bersama.

Sebagai contoh, beberapa tahun belakangan ini, organisasi wanita di Inggris telah memperingati momentum Mawlid al-Nabi. Biasanya diselenggarakan di pusat-pusat komunitas (community center), program ini dimulai dengan pembacaan al-Qur’an, dan dilanjutkan dengan pembicaraan atas pentingnya peran organisasi ini dalam menguatkan ikatan antar sesama Muslim, terdapat pembacaan nasyid dalam berbagai bahasa oleh wanita Muslim dari berbagai latar belakang etis yang berbeda-beda. Setelah selesai kegiatan, hidangan makanan dipersiapkan untuk para tamu.

Selanjutnya, diluar wilayah London, lebih banyak lagi perkumpulan yang menarik ribuan partisipan (lelaki dan wanita) dalam merayakan perayaan diseluruh negeri. Berbagai macam aktivitas diselenggarakan, seperti konferensi, serial kajian, seminar, kompetisi, kuis, parade Mawlid, pembacaan ayat al-Qur’an, dan pujian serta salam kepada baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam.

Di Spanyol, negara di Eropa yang memiliki jumlah populasi Muslim terbanyak, perayaan Mawlid al-Nabi ditarik kembali pada sejarah Andalusia. Perayaan Mawlid al-Nabi telah menjadi hari libur secara resmi di Mesir dan Afrika Utara sejak abad ke 10-11 Masehi dan setelah liburan tersebut menjadi populer di Afrika Utara pada akhir abad ke 13 Masehi (sampai hari ini). Tradisi tersebut dengan cepat tersebar hingga ke Nasrid Granada. Merupakan tradisi, bahwa Mawlid al-Nabi diselenggarakan dengan bentuk festival, perayaan seperti ini juga telah muncul di seluruh dunia Islam di negeri Barat pada akhir abad pertengahan (Middle Age).

Jerman dan Perancis, negeri dimana sejumlah besar populasi Muslim merupakan immigran pada masa lampau, merupakan dua negara dimana perayaan Mawlid al-Nabi diselenggarakan. Program Mawlid al-Nabi dipersiapkan dan orang-orang Muslim berkumpul di masjid-masjid, gedung-gedung pertemuan untuk merayakan hari kelahiran baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam. Di Perancis, perayaan Mawlid al-Nabi menjadi tradisi pada beberapa dekade terakhir ini, dan festival Mawlid telah diselenggarakan selama lebih dari sepuluh tahun di berbagai kota di negara tersebut.

Di negara lainnya seperti Belgia, perayaan hari kelahiran Nabi diselenggarakan dengan berbagai macam aktivitas. sebagaimana pada negara-negara lainnya di Eropa, namun perayaan Mawlid al-Nabi diselenggarakan di gereja bersejarah Belford pada tahun 2004 yang menjadi perayaan Mawlid al-Nabi yang paling diingat di Belgia. Di Polandia, perayaan Mawlid al-Nabi secara tradisional dirayakan dengan bentuk doa di masjid-masjid dan silaturahmi kerabat dan sahabat pada hari penuh berkah tersebut, sedangkan di Rusia, kegiatan dilaksanakan di ruang konser dengan partisipasi dari berbagai pemuka-pemuka agama, anggota parlemen Rusia, sejumlah akademisi, penulis, dan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis. Lomba puisi diselenggarakan untuk memilih puisi terbaik dalam mengekspresikan cinta kepada baginda Nabi shalallahu alayhiw a sallam. Musik Islami dinyanyikan oleh grup musik dan anak-anak.

Salah satu negara yang merayakannya dengan penuh antusiasme yang besar adalah Ukraina. Kantor Mufti di Ukraina menyelenggarakan kegiatan untuk Mawlid al-Nabi dan hari tersebut dirayakan di ruang yang besar dengan ribuan orang datang untuk berpartisipasi. Kegiatan tersebut dimulai dengan pembacaan ayat al-Qur’an. Grup nasyid mensenandungkan syair Islami dalam bahasa Arab, Rusia, Turki, dan Tatar. Kehidupan baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam diceritakan dengan menampilkan visual yang indah. Setelah kegiatan tersebut, permen Mawlid dibagikan oleh anak-anak kepada para hadirin.

Di Denmark, terdapat perkumpulan wanita yang mengorganisir perayaan untuk Mawlid al-Nabi. Dalam kegiatan tersebut, kompetisi na’at/nasyid diselenggarakan dalam kategori usia yang berbeda-beda. Kegiatan dimulai dengan pembacaan al-Qur’an setelah shalat Zhuhur. Kemudian nasyid dilantunkan yang berisi pujian kepada baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam dan terdapat ceramah atas pentingnya perayaan Mawlid al-Nabi. Setelah hadiah dibagikan kepada para wanita dan anak-anak, kegiatan tersebut diakhiri dengan shalawat dan salam kepada baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam.

Kelahiran baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam di Austria diselenggarakan dengan cara yang berbeda, tergantung jenis perayaannya. Meskipun beberapa perkumpulan tidak merayakan Mawlid al-Nabi, namun mereka yang merayakannya menyelenggarakan pembacaan al-Qur’an, dan menampilkan grup musik Islami di gedung-gedung pertemuan, dan masjid-masjid, yang dihadiri oleh ribuan penduduk Muslim Austria.

Di Belanda, Mawlid al-Nabi dirayakan dengan berbagai macam kegiatan. Acara yang besar yang berjalan selama beberapa hari diselenggarakan di gedung-gedung pertemuan, dan masyarakat berbagai latar belakang etnis (Maroko, Arab, Turki, Belanda, dll) diundang. Sirah Nabi shalallahu alayhi wa sallam dibacakan untuk para hadirin. Di jalanan, bunga-bunga mawar yang berisi sepotong kertas bertuliskan hadits-hadits di dalamnya dibagi-bagikan kepada para pejalan kaki. Bantuan serta makanan juga dibagikan.

Para wanita muda dan remaja wanita, dimana orangtuanya pada umumnya merayakan Mawlid al-Nabi di masjid-masjid, mereka berkumpul bersama di rumah masing-masing untuk merayakan hari kelahiran baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam. Kegiatan tersebut dimulai dengan mengirimkan salam kepada baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam, kemudian pentingnya perkumpulan ini dijelaskan. Doa dilakukan bersama, dan terdapat pembacaan al-Qur’an. Para tamu diberikan hidangan berupa susu dan kurma yang berisi kacang walnut. Kehidupan Nabi diceritakan dengan tampilan visual. Puisi dibacakan dan nasyid Islami dilantunkan. Kegiatan tersebut diakhiri dengan doa bersama.

Di Yunani, ribuan masyarakat Muslim berkumpul bersama dan berjalan menuju alun-alun Syntagma di ibukota Athena sambil mensenandungkan lagu Islami dalam merayakan Mawlid al-Nabi. Al-Qur’an dibacakan, dan kegiatan diakhiri dengan doa bersama.

Wallahu a’lam.

Source: Ust. Shadiq Sandimula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s