MAWLID AL-NABI DI TIMUR TENGAH

Posted: Oktober 30, 2019 in SUNNAH - ADAB & NASIHAT
Tag:

Maulid-Nabi-di-Timteng

Perayaan Mawlid al-Nabi di Timur Tengah memiliki banyak kesamaan (dengan di Eropa). Kebanyakkan populasi kaum Muslimin di Eropa terdiri dari para imigran Timur Tengah, dan asal muasal perayaan Mawlid al-Nabi di Eropa berasal dari Timur Tengah, dimana Mawlid al-Nabi dirayakan dengan antusiasme yang besar.

Seperti di Mesir, perayaan Mawlid al-Nabi bagaikan festival dan upacara yang digabungkan, dan menjadi pusat perhatian di Mesir setiap tahun. Tanta, di delta sungai Nil, merupakan tempat yang terbesar dan yang paling penting dalam merayakan suatu perayaan, masyarakat dari negara-negara tetangga menghadiri peringatan tersebut. Perayaan Mawlid al-Nabi di Mesir memiliki sejarah yang panjang, kembali ke zaman kekuasaan dinasti Mamluk, pemimpin Mamluk akan menyelenggarakan perayaan Mawlid al-Nabi yang megah di halaman istana di Kairo.

Perayaan Mawlid al-Nabi di Lebanon memiliki kesamaan dengan negara-negara di Timur Tengah. Di Lebanon, orang-orang melantunkan syair tentang kehidupan baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam. Mereka membagi-bagikan manisan kacang almond di jalanan. Di Lebanon perayaan dipersiapkan, dipublikasi dengan menggunakan poster. Lomba akan diadakan untuk para pelajar, dan hadiah akan diberikan kepada yang menjadi juara.
Di Tunisia, banyak warga Tunisia yang merayakan perayaan Mawlid al-Nabi, meskipun terdapat kontroversi atas keabsahan perayaan tersebut di kalangan mereka.

Professor Iqbal Gharbi dari Fakultas Syariah di Tunisia dengan keras mengkritisi mereka yang menyebut bahwa haram untuk merayakan Mawlid al-Nabi. Prof. Gharbi menyatakan bahwa pendekatan tersebut sebagai “menimbulkan kematian budaya dan tradisi yang menafikan kegembiraan dan kebahagiaan serta membunuh insting kehidupan”, dan ia lanjut mengatakan “mencoba untuk menyebabkan kehancuran intelektual dan doktrin di kalangan masyarakat, juga warisan psikologis dan budaya, serta perilaku dan adat istiadat mereka.” Menurut Gharbi bahwa Mawlid al-Nabi adalah “kesempatan yang penting bagi masyarakat untuk berkumpul mendengarkan tentang kehidupan baginda Nabi Muhammad shalallahu alayhi wa sallam, mendengar pujian kepadanya, menyedekahkan makanan, meningkatkan solidaritas dan jalinan sosial, serta memberikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi setiap hati masyarakat bangsa.”

Di Maroko, perayaan Mawlid al-Nabi diramaikan dengan semarak pawai dan arak-arakkan hiasan yang bertuliskan seruan, pujian, dan sanjungan kepada baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam. Tradisi ini merupakan pemandangan yang umum terlihat di Maroko pada hari perayaan Mawlid al-Nabi.

Seperti negara-negara di Timur Tengah lainnya, Mawlid al-Nabi dirayakan secara luas di Suriah. Masyarakat berlomba-lomba dalam menghias rumah-rumah mereka untuk perayaan dan masjid-masjid pula dihiasi dengan berbagai macam warna-warni lampu dan dekorasi lainnya. Masyarakat berkumpul di masjid untuk mendengarkan sirah baginda Nabi shalallahu alayhi wa sallam dan melantunkan syair pujian, mereka kembali ke rumah masing-masing dengan membawa sekotak Mulabbas putih (manisan kacang almond) yang dibuat khusus untuk kegiatan tersebut.

Wallahu a’lam.

NSS.

Source: Ust. Shadiq Sandimula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s