Archive for the ‘SUNNAH – ADAB & NASIHAT’ Category

Dialog Batal

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefisinikan debat sebagai “Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.” Debat semacam ini positif selama kedua belah pihak masih bisa beragumentasi dengan baik. Akan tetapi ketika keduanya sudah dikuasai emosi dan bahkan saling serang pribadi masing-masing, maka perdebatan seamcam ini bisa berkepanjangan dan berpotensi menimbulkan madharat.

(lebih…)

Baca Qur'an

Dalam kitab Tadzkirah al-Auliya, Fariruddin Attar mencatat sebuah kisah menarik tentang kemuliaan hati Imam al-A’dham, Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit (699-767 M) rahimahu Allah. Diceritakan:

(lebih…)

Imam Syafi'i
Ketika masih berada di Baghdad, suatu ketika Imam Syafi’i berziarah ke maqbarah Abu Hanifah Ra di daerah Khaizaran. Di dekat maqbarah Abu Hanifah, Imam Syafi’i sempat melakukan shalat dua rakaat dan tidak mengangkat kedua tangannya.

(lebih…)

fatwa

Wasiat Imam Malik kepada para pendakwah, pengajar & pendidik, agar tidak sembarang dan mudahnya menjawab pertanyaan & berfatwa, Butuh persetujuan dari guru-guru, ulama-ulama lain yang lebih alim darinya, Beliau berkata yang di abadikan dalam kitab Hilyatul Awlia:

(lebih…)

Fatwa

Dalam kitab Shifat al-Shafwah, Imam Abu al-Farj Ibnu Jauzi (510-597 H) mengisahkan penolakan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahu Allah untuk menjawab pertanyaan seputar wara’. Diceritakan:

(lebih…)

Bid'ah doa Khatam Qur'an dlm sholat tarawih di Masjidil Haram

Di antara perkara yang TIDAK PERNAH DILAKUKAN Rosululloh SAW adalah : ACARA BERDOA DALAM RANGKA KHATAMAN ALQUR’AN.

(lebih…)

Habib Umar bin Hafiz

Sekalipun kebenaran ada pada pihaknya, -tidak ada yang meragukan itu- Rasul s.a.w. tidak pernah menyampaikan kebenaran itu dengan menyakiti perasaan orang yang diajaknya atau diajarnya. Ini yang mestinya diteladani bagi para pendakwah atau setidaknya penyampai “kebenaran”. Benar sudah pasti, tapi tak ada kata-kata kotor menyertai, tak juga ada kemarahan yang mengikuti, ” ngotot” bukan gaya Nabi, menyindir pun selalu Nabi s.a.w. jauhi, tak satupun tersakiti dari makhluk mulia ini. Buktinya;

(lebih…)