Archive for the ‘ULAMA ASWAJA PEJUANG NKRI’ Category

KH Ma_ruf Mangunwiyoto Pejuang NKRI

Pada zaman perang kemerdekaan, peran mereka begitu besar. Selain diharapkan nasihat-nasihatnya dalam peperangan untuk membakar semangat para pejuang, sebagian dari mereka juga ada yang memanggul senjata, ikut berperang di front terdepan.

(lebih…)

pejuang-kemerdekaan-01

Sejarawan Nahdlatul Ulama KH Ng Agus Sunyoto mengatakan bahwa pada masa penjajahan, perlawanan pesantren terhadap Belanda tidak pernah menyerah, sekalipun selalu kalah. Menurutnya, karena pesantren didukung orang desa dan petani yang tidak terlatih militer.

(lebih…)

Hadratussyekh Hassyim asy'ari

Sakit dan pedihnya para pejuang Indonesia dalam menjaga martabat bangsa dari kungkungan penjajah dapat dirasakan nikmatnya oleh generasi saat ini. Bahkan kegigihan dalam mempertaruhkan jiwa dan raga patut menjadi kesadaran kolektif bahwa bangsa ini merdeka karena perjuangan keras di atas cucuran darah para pejuang sehingga rakyat Indonesia sekarang wajib menjaga hasil perjuangan para pahlawan tersebut.

(lebih…)

pejuang-kemerdekaan-01

Para kiai dan santri terlibat di lapangan dalam membela tanah air yang akan diserang kembali oleh Belanda para perang kemerdekaan. Setelah perang usai, sebagian besar kelompok santri kembali ke pesantren untuk mengajar agama, tetapi ada beberapa yang akhirnya tetap aktif dalam dunia militer.

(lebih…)

Bung karno

Oleh Ren Muhammad

Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi bin KH Abdul Mu’thi, dari Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa kurang lebih lima bulan jelang kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan oleh Dwi Tunggal: Sukarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, keduanya telah menemui empat orang ulama tasawuf yang mukasyafah (terbuka mata batinnya). Empat ulama tasawuf itu adalah Syeikh Musa dari Sukanegara, Cianjur; KH Abdul Mu’thi dariPloso (ayahanda Kiai Muchtar); Sang Alif atau Raden Mas Panji Sosrokartono yang sudah mukim di Bandung; dan Hadratusysyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Jombang (pendiri Nahdlatul Ulama).

(lebih…)

Sang Kiai

Ketika penulis diberi kesempatan wawancara dengan salah satu cucu Kiai Mas Mansyur Ndresmo, yakni Ibu nyai Fatimah Zahra binti Kiai Mas Muhajir ibn Kiai Mas Mansur, terdapat cerita yang cukup menarik kaitannya dengan rasa kebangsaan (baca; nasionalisme) kiai-kiai pesantren, khususnya kiai-kiai Ndresmo Surabaya. Bagaimanapun, kiai dan santri-santri Ndresmo dikenal dalam beberapa cerita rakyat kaitan keterlibatan mereka dalam mengusir penjajah di kota Surabaya, khususnya dalam merebut kemerdekaan, meskipun sedikit sekali coretan sejarah yang menulisnya.

(lebih…)

Pahlawan Kemerdekaan - Cinta Tanah Air

Ulama Indonesia, jauh sebelum 17 Agustus 1945 sudah memprediksikan negeri ini akan mengalami gangguan dan akhirnya mampu meraih kemerdekaan. Gangguan terhadap harkat dan martabat bangsa ini, tak lain untuk menguji semangat persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya lawan yang merampas marwah bangsa Indonesia, maka persatuan sangat sulit diciptakan.

(lebih…)