Posts Tagged ‘Adab’

Gus Dur & Pendeta

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

UMAR bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah di antara sekian banyak contoh pemimpin muslim agung yang memiliki akhlak luhur dalam toleransi beragama. Berikut ini, akan disajikan tiga contoh riil bagaimana sahabat yang dijuluki Al-Faruq ini mampu menunjukkan secara baik di mata peradaban dunia, bagaimana nilai Islam mengenai toleransi beragama bisa dirasakan langsung oleh umat beragama lain.

(lebih…)

Ustadz Abdi Kurnia Djohan

KH. Abdi Kurnia Djohan

Ketika diperintahkan bersama-sama para malaikat untuk sujud kepada Adam, Iblis menolak melakukannya. Ia mengatakan bahwa dirinya lebih baik daripada Adam (Qs 7:16) dari aspek materi. Allah ciptakan Adam dari tanah, sedangkan Iblis diciptakan dari api. Di dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Iblis enggan sujud kepada Adam karena–dalam pandangannya–hanya kepada Allah makhluk itu melakukan sujud, bukan kepada yang lain.

(lebih…)

Qur'an

Slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadits tidak boleh dimakan secara mentah. Jika semangat kembali kepada Al-Qur’an dan hadits hanya dimaknai mengacu Al-Qur’an dan hadits secara tekstual begitu saja, maka akan timbul aneka macam kekacauan dalam memahami Al-Qur’an maupun hadits itu sendiri. Padahal kekacauan dalam kedua sumber utama ajaran Islam tersebut adalah hal yang mustahil.

(lebih…)

NU-Muhammadiyah

Adalah pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari, yang turut prihatin dengan perpecahan umat kala itu, dan berjuang mempersatukannya. Saat api fitnah dan pertentangan berkobar-kobar, ia gagas Al-Mawaa’izh: sebuah renungan dan nasihat yang mendalam akan pentingnya persaudaraan dan persatuan umat Islam. Al-Mawaa’izh ini beliau siarkan di Kongres NU ke XI di Banjarmasin tahun 1935.

(lebih…)

Salim a Fillah & Sayyid Ahmad al Maliki

Oleh : Ust. Salim A Fillah

“Dia yang mengajariku seayat ilmu”, begitu dikatakan oleh Sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, “Sungguh memiliki hak untuk memperbudakku.”

(lebih…)

Memuliakan-Ulama

SAUDARAKU, para ulama kita yang bermartabat sangat berhati-hati ketika menuntut ilmu. Mereka takut terjerumus ke dalam perangkap setan. Karena ilmu bisa buat pemiliknya sombong, angkuh, riya’, sum‘ah, ujub, dan penyakit hati lainnya. Jika dia salah niat dan keliru motivasinya.

(lebih…)

Dialog Batal

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefisinikan debat sebagai “Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.” Debat semacam ini positif selama kedua belah pihak masih bisa beragumentasi dengan baik. Akan tetapi ketika keduanya sudah dikuasai emosi dan bahkan saling serang pribadi masing-masing, maka perdebatan seamcam ini bisa berkepanjangan dan berpotensi menimbulkan madharat.

(lebih…)