Archive for the ‘NGAJI ONLINE’ Category

Ust. Ahmad Sarwat Lc bersama Prof Dr. Agil Al Munawwar

Huzaifah ibnul Yaman melangkah cepat tergesa-gesa mendatangi Amirul Mukminin Ustman bin Affan radhiyallahuanhu dengan kabar genting. Dua pasukan yang sama-sama muslim yang baru saja menaklukkan Azerbaijan dan Armenia, kini nyaris saling berbunuhan dengan sesama.

(lebih…)

Hadits

Salah satu komponen dalam kesahihan sebuah hadits adalah sanadnya, baik secara ketersambungan antara satu perawi dan yang lain maupun kualitas dari perawi-perawi yang ada dalam sanad tersebut.

(lebih…)

KITAB NUZHAH AL-NADHAR

Oleh : Muhammad Hanifuddin

Setelah di tulisan bagian pertama, kami fokus mendedah urgensi re-aktualisasi kajian (ilmu) Hadis di Pesantren, maka tulisan singkat kedua ini, difokuskan untuk menyisir sandaran historis dari tawaran gagasan tersebut. Dan dengan sengaja, kitab “Nuzhah al-Nadhar” karya Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani (773-852 H) ini kami pilih sebagai salah satu alternatif yang bisa dijadikan sebagai pintu masuk untuk membincangkan telaah basis historis itu. Mengapa demikian?

(lebih…)

shohih bukhori2

ISLAM tidak pernah memasung sikap kritis umatnya terhadap sebuah persoalan. Bahkan karena sikap yang demikian membuat banyak orang yang berfikir memilih Islam sebagai keyakinannya.

(lebih…)

Perpustakaan

IMAM MALIK menyampaikan bahwa Ibnu Syihab Az Zuhri tidak memiliki catatan apapun, kecuali mengenai nasab kaumnya.

(lebih…)

kitab-al-quran-bersama-kitab-kitab-hadits-shahih

HADITS, penurut para ahlinya, dibagi menjadi shahih, hasan dan dhaif. Penggunaan hadits shahih dan hasan dalam berhujjah, tentu para ulama sepakat dalam hal ini. Namun, bagaimana penggunaan hadits dhaif sebagai hujjah?

(lebih…)

KITAB NUZHAH AL-NADHAR

Oleh: Muhammad Hanifuddin

Dalam beberapa tahun terakhir, geliat diskursus tentang Sunnah (Hadis) di tanah air nampak semakin semarak. Selain faktor “rembesan” ekspansi ideologis, faktor kemajuan teknologi, juga sangat signifikan mempengaruhi “kesemarakan” ini. Tak aneh bila, (sebagian) masyarakat muslim mulai kritis beragama, khususnya dalam menelisik dalil. Sebagai misal, menanyakan mana dalil dari ayat al-Qur’an atau Hadisnya. Dan khususnya yang kedua, mereka juga tidak segan menanyakan kualitas Hadis tersebut; apakah Shahih, Hasan, atau Dha’if. Selain itu, dengan argumen dan pertimbangan tersendiri, ada sebagian kalangan pendakwah yang menyebut diri atau kelompoknya sebagai “ustadz sunnah”. Lantas?

(lebih…)